
" Beraninya kamu bekerja sama dengan keluarga raja untuk menyakiti orang lain ! " ( emosi Hyun Ok membuncah dan menatap tabib pria tersebut dengan tajam )
" Sepertinya kamu tahu sesuatu tentang jarum ini ? " ( jawabnya santai )
" Seperti yang kamu lihat anak muda, aku adalah dokter. Untuk apa aku merepotkan diri sendiri menjadi seorang pendeta Tao kesana kemari menggunakan 2 identitas." ( menggulung kembali tas berisi peralatan jarum )
Hyun Ok pun terpaku mendengar jawaban yang diberikan tabib pria itu.
" Baiklah, ini memang terdengar tidak masuk akal. " ( gumamnya dalam hati )
" Dokter ? "
" Dokter punya arti yang sama dengan tabib. Aku berasal dari negara yang lebih maju, begitu juga bahasa mengalami perkembangan "
" Apakah kamu berasal dari China ? "
" Ya betul. Kamu tidak terlalu bodoh untuk menebaknya "
" Baiklah, sepertinya aku salah paham padamu. Aku minta maaf . Aku akan mengganti makanan yang telah kumakan ini " ( menunduk hormat dan hendak mengeluarkan kantung uang dari bajunya )
" Tidak perlu, aku memang memberikan ini untukmu "
" Haha, jadi kamu sudah tahu aku menguntit sejak awal ? "
" Karena kupikir kamu bukan orang jahat aku hanya membiarkan mu melakukannya "
" Jadi dia sengaja membiarkanku kelelahan mengikutinya sepanjang hari " ( gumam Hyun Ok tersenyum sinis mulai mengerti situasinya )
" Dari mana kamu tahu hal itu " ( tanya Hyun Ok dengan lantang )
" Sudah jelas bukan, kamu mementingkan nyawa pelayan itu daripada baju sutramu yang kotor terkena tumpahan makanan "
" Baiklah, aku tidak peduli apa pendapat mu tentangku. Aku tidak akan mengganggumu lagi. " ( melangkah dan berniat pergi )
" Kamu tahu tentang jarum ini. Bisakah ceritakan sedikit padaku " ( berdiri dan menunggu Hyun Ok merespon )
" Aku hanya tahu seseorang yang menggunakan jarum emas untuk menyakiti orang lain. Jarum itu, mampu menghalangi ingatan seseorang dan memerlukan obat setiap bulan untuk mempertahankan efeknya "
" ia adalah pendeta Tao bernama Haoming ? "
" Iya. "
" Tadi kamu bilang pendeta Tao itu bekerja sama dengan keluarga raja, siapa yang ia sakiti ? "
__ADS_1
" Itu,, adikku " ( jawab Hyun Ok sambil memalingkan wajahnya berbohong )
Tabib pria itu pun menghela nafas panjang dan menautkan tangannya ke belakang.
" Kamu mengenalnya ? " ( selidik Hyun Ok )
" Dia adalah adik seperguruan ku, aku minta maaf atas namanya. Apa yang bisa kulakukan untuk membantumu. "
" Ternyata adik seperguruan, pantas saja jarumnya sama " ( gumam Hyun Ok pelan )
" Tidak perlu, aku akan mencari cara sendiri " ( jawabnya kasar )
" Bagaimana mungkin kamu berharap aku percaya padamu yang bahkan senior pendeta Tao itu ! " ( rutuk Hyun Ok pelan )
" Kamu bisa mengurangi efeknya dengan menghentikan obat pendukung, tapi untuk mencabut jarum itu keluar,, meleset sedikit saja bisa menyebabkan pembuluh darah sobek. Biar aku ajarkan padamu cara melepasnya dengan aman, karena metode ini hanya ada di perguruan kami. Tidak ada satupun orang yang mengetahuinya bahkan jika kamu bertanya pada seluruh rakyat di negeri ini. " ( tawarnya sambil mendekat pada Hyun Ok )
Hyun Ok mulai bimbang dengan tawaran tersebut.
" Aku melakukan ini untuk bertanggung jawab atas masalah yang diperbuat adik seperguruan ku. Aku tidak akan mengambil keuntungan apapun darimu " ( tambahnya singkat )
" Baiklah " ( jawab Hyun Ok mantap )
" Jawaban yang cerdas. Kulihat kamu sangat baik. Bagaimana jika kita minum sebentar untuk melupakan kesalah pahaman barusan "
" Bukankah tidak masalah untuk pria pulang malam ? " ( mendekat dan merangkul pundak Hyun Ok sok akrab )
" Tidak bisa ! " ( berontak dan melepaskan diri dengan menghempas tangan tabib pria itu )
" Siapa namamu, aku akan menentukan tempat pertemuan nya "
" Panggil saja dokter Li, aku tinggal di penginapan perbatasan nyonya tua. "
" Baik. Aku akan mengirimkan surat segera. Kuharap kamu menepati janjimu dokter Li. " ( Hyun Ok berbalik dan langsung kembali tanpa berpamitan lagi )
" haha, ternyata tipe tuan muda yang penurut " ( gumam dokter Li pelan )
--- --- --- --- --- --- --
Keesokan paginya di kediaman Yeo. Hyun Ok sudah bangun sejak pagi memata matai putri Chun Cha berusaha untuk menukar isi obat Orabeoninya,
" Boram, bagaiman apa sudah berhasil ? " ( berbicara tanpa suara )
" Belum agassi, " ( jawab Boram menggeleng kan kepala )
__ADS_1
Nyatanya mereka berdua di seberang dan sedang bersama - sama bersembunyi memperhatikan putri Chun Cha. Chun Cha menyembunyikan ramuan obat tersebut di bawah gentong arak di dekat taman belakang dan kemudian pergi tergesa - gesa.
Boram pun berlari ke kamar Hyun Ok untuk mengambil obat palsu. Hyun Ok keluar dari tempat persembunyian tungku pembakaran dan mendekat ke tempat gentong arak tadi. berjongkok dan berusaha menggeser gentong besar yang berat.
" Iiiihh, hup. " ( tangan mungilnya memeluk gentong besar dan berhasil menggeser sedikit demi sedikit sehingga nampak bekas galian di bawahnya )
Tiba - tiba saja ada bayangan gelap bertambah di bayangan nya Hyun Ok dan membuat Hyun Ok terkejut lalu menoleh kebelakang.
" Kau !!! " ( langsung mengenali itu adalah pangeran Yong Hwa )
" Wah, kamu ingin menukar obatnya ? "
" Diamlah " ( balas Hyun Ok dan kembali fokus menggali tanah )
" *Kenapa tidak lapor saja langsung pada yang mulia raja ? "
" Aku punya rencanaku sendiri " ( balasnya cepat* )
" Tapi, bukankah ini cukup merepotkan " ( pindah tempat ke sisi depan sebelah kanan )
Hyun Ok tak menjawab lagi dan hanya memutar tubuhnya ke sisi lain.
" Apa lagi yang kamu rencanakan setelah ini ? " ( pindah lagi dan berjongkok di depannya menyelidik )
Hyun Ok pun beralih lagi kesisi lain dan mulai memeriksa bungkusan obat.
" Hei, aku sedang ber " ( ucapannya menggantung )
Hyun Ok yang sudah tidak tahan diganggu sejak tadi kesal dan berbalik sambil menggenggam tanah lalu melayangkan tangannya ke wajah pangeran Yong Hwa secara cepat.
Kalah cepat dengan gerakan pangeran Yong Hwa, ia menahan pergelangan tangan Hyun Ok dan menatapnya dalam - dalam kemudian mendadak tertawa kecil lalu menghapus noda hitam di pipi Hyun Ok.
Hyun Ok menangkis tangan pangeran Yong Hwa sebelum selesai membersihkan pipinya.
" Apa yang kau lakukan ?! "
" Wajahmu kotor, aku hanya berbaik hati membantumu membersihkannya "
Srakkk ! tangan Hyun Ok yang sejak tadi menggenggam tanah melepasnya dengan kasar hingga menyembur ke wajah pangeran Yong Hwa.
" Pfffttt "
Hyun Ok tertawa dan langsung berdiri melepas genggaman tangan pangeran Yong Hwa dan ia melihat pangeran Yong Hwa terdiam dengan wajah dipenuhi tanah berusaha menahan kesal.
__ADS_1
Bersambung..