Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 30 - Hentikan


__ADS_3

Tuan Yeo sudah pergi sedari pagi mengurus masalah pekerjaannya. Hyun Ok memperhatikan putri Chun Cha ke dapur, sudah tahu pasti apa yang akan dilakukan ia pun menghampiri putri Chun Cha dan berdiri melihatnya dari samping.


Merasa ada yang aneh dengan ramuan obatnya putri Chun Cha mengeluarkan semuanya dan memisahkan satu persatu.


" Putri, apa yang sedang anda lakukan " ( datang dan sengaja memprovokasi )


" Ah, adik ipar. Tidak ada, aku hanya se sedangg membuat obat.. Kepalaku merasa pusing, " ( salah tingkah hingga menjatuhkan ramuan yang sudah ditukar Hyun Ok )


" Obatnya sudah kutukar, ini bukanlah yang biasa putri gunakan. "


Deg ! Jantungnya berdetak cepat mendengar perkataan Hyun Ok.


" Apa maksudmu adik ipar ? Jangan - jangan kamu.. " ( melangkah mundur sambil memaksakan diri tetap tersenyum )


" Iya. Aku sudah tahu apa yang kamu lakukan pada Orabeoni " ( melangkah pelan mendekati putri Chun Cha )


" Putri, berhentilah melakukan hal ini. Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti kakakku "


" Diam !!! " ( bentak putri Chun Cha berpura - pura tidak tahu )


" Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan ! "


Putri Chun Cha melangkah cepat untuk segera pergi namun ditahan oleh Hyun Ok yang meraih tangannya.


" Orabeoni sudah seperti orang linglung, dia tidak ingat apapun. Jika putri tetap meneruskan hal ini, dalam 3 tahun orabeoni akan menjadi orang bodoh yang hanya mengikuti perintahmu. Tidak memiliki emosi dan tidak mengenali dirinya lagi. Apa ini yang putri inginkan ?! "


" Hentikan ! adik ipar, aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan " ( berusaha melepas genggaman Hyun Ok tapi tidak bisa )


" Berhenti lah berpura - pura ?! bukankah putri tahu sendiri sebelumnya. Jika terus membiarkan jarum emas ada ditubuh orabeoni, hal itu akan menyebabkan penyumbatan darah dan Orabeoni akan segera mati. Inikah yang putri inginkan ? " ( bentak Hyun Ok tidak bisa lagi menahan amarah )

__ADS_1


Seluruh emosinya luruh mendengar kata - kata Hyun Ok dan putri Chun Cha terduduk lemas setelah lepas dari genggaman Hyun Ok.


" Siapa yang memberitahumu ? " ( mendongak menatap nanar pada Hyun Ok )


" Tidak penting siapa yang mengatakannya. Aku sudah menganggap putri keluarga, jadi hentikanlah hal ini dan aku akan melupakan kejadian ini. " ( balas Hyun Ok pelan melihatnya ke bawah )


Buliran air mata Putri Chun Cha menetes semakin banyak karena sudah tidak terbendung lagi. Ia menangis menyesali kecerobohan nya bisa sampai ketahuan oleh Hyun Ok sambil menceritakan semua hal.


" hik hik. Aku jatuh cinta pada kakakmu pada pandangan pertama. Ia adalah orang pertama yang menghargai ku diluar dari statusku sebagai seorang putri. Saat aku mengatakan ingin menikah dengannya dia langsung menolakku tanpa berpikir panjang. Walaupun kalian tidak memiliki ibu, tapi kalian adalah keluarga bahagia dan paling tulus yang pernah aku temui sementara keluarga kami hanya terlihat baik diluar dan saling menusuk dari belakang. Karenanya, aku sangat iri dan ingin memiliki juga sebuah keluarga seperti itu. hik hik hik.." ( tangisnya pecah )


" Tapi Orabeoni adalah seseorang yang memiliki ambisi "


" Aku tahu ! aku tahu hal itu, dia tidak akan pernah mau menikahiku. Tapi aku tetap ingin memilikinya bagaimana pun caranya hik hik hik.. "


Hyun Ok pun ikut duduk dihadapannya sambil menatapnya iba.


" Kamu tidak mengerti, kita tidak bisa memilih pada siapa kita akan jatuh cinta. "


Tangannya meraih tangan Hyun Ok dan mengusapnya dengan lembut sembari memohon.


" Aku akan menjaga dan hanya mencintai nya seorang seumur hidupku. Aku mohon rahasiakan lah hal ini, adik ipar.. "


Merasa sudah tidak ada gunanya meneruskan pembicaraan lagi Hyun Ok menarik tangannya menjauh.


" Kita memang tidak bisa memilih pada siapa akan jatuh cinta. Tapi cinta itu akan membuat mu rela membiarkan nya bahagia walaupun tidak bisa memilikinya. Putri, yang kamu rasakan itu bukanlah cinta "


Hyun Ok pun pergi meninggalkan putri Chun Cha.


" Haha, lalu apa yang kurasakan ini jika bukan cinta " ( gumamnya sambil tertawa dan menangis )

__ADS_1


Beberapa pelayan yang baru kembali dari luar tidak berani masuk ke dapur melihat putri Chun Cha dan memutar arah tidak ingin ikut campur.


--- --- --- --- --- --- ---


Hari yang telah disepakati telah datang, Hyun Ok tengah menunggu tabib Li di pinggir sungai dan melihat pantulan dirinya melalui air. Berdandan layaknya laki - laki, ia seperti melihat bagian orabeoni dari wajahnya.


" Orabeoni, aku hanya memiliki mu dan ayah. Aku akan melindungi kalian. " ( gumamnya pelan dan menghela nafas beberapa kali )


" Tuan Yeo Hyun Jae ? "


Hyun Ok menoleh mendengar nama samaran nya dipanggil.


" Tabib Li " ( balas Hyun Ok sambil menoleh kebelakang )


" Apa yang sedang kamu lamunkan " ( datang dan berdiri disisi Hyun Ok )


" Tidak ada, aku hanya ingin belajar dengan cepat dan menyelamatkan adikku. Mohon bantuannya tabib Li " ( jawab Hyun Ok menunduk )


" Baiklah, ikuti aku "


" Kenapa tidak melakukan nya disini ? " ( Protes Hyun Ok )


" Aku sudah menyiapkan bahan untuk praktek, sulit untuk membawanya kemari " ( balas tabib Li )


" Baiklah " ( angguk Hyun Ok tanda mengerti )


Setelahnya Hyun Ok mengikuti tabib Li dari belakang menuju tempat yang sudah disiapkan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2