
Sesampainya di dalam kapal, aku mencari dimana putri dan orabeoni.
" Boram, aku akan mencari di bagian bawah kapal. Kamu carilah di atas sini. Kita berpisah, ingatlah untuk mencariku lebih dulu setelah menemukan mereka. "
" Baik Agassi, Boram mengerti "
Dibagian bawah kapal ada 4 buah kamar khusus untuk tamu yang membayar mahal. Satu persatu kuketuk pintu setiap kamar dan ini adalah kamar terakhir.
Duk Duk Duk ! bunyi kayu menggema di koridor kapal bagian bawah.
" Siapa ? " ( seseorang menyahut dari dalam )
" Itu, seperti suara putri Chun Cha " ( gumamku cemas menunggu pintu dibuka olehnya )
" Layanan kapal " ( balasku sambil menekan tenggorokan menyamarkan suara )
" Masuklah " ( jawab seseorang didalam sana )
Kriiieeett. Pintu berderit dan memperlihatkan Orabeoni sedang duduk berdua dengan putri Chun Cha menghadap ke sebuah meja makan yang kosong. Putri Chun Cha berdiri dan melihat apa yang dibawakan si pelayan dari balik tirai yang membatasi ruangan itu.
" Kau ?! " ( ekspresi putri Chun Cha heran )
" Adik ipar, bagaimana bisa kamu menemukanku ! "
" Putri, apa yang sedang anda lakukan ? kenapa pergi dengan begitu tiba - tiba. " ( balik bertanya )
Putri Chun Cha berusaha mengusir Hyun Ok keluar saat itu juga.
Sambil berusaha mendorong Hyun Ok menampik tangan putri Chun Cha dan menghampiri Orabeoni yang sedang duduk tenang.
" Orabeoni, sadarlah. Ayo kita pulang. " ( duduk di depan Hyun Jae dan menatapnya sendu )
Hyun Ok meraih tangan Hyun Jae.
" Dia orang jahat ! suamiku, dia berusaha memisahkan kita !! " ( teriak putri Chun Cha berpura - pura menangis )
__ADS_1
Hyun Ok terkejut dengan apa yang dikatakan oleh putri Chun Cha. Sedetik kemudian Hyun Jae menghempas dengan kasar tangan Hyun Ok dan membuatnya terjatuh ke lantai.
" Bunuh dia, suamiku " ( tambah putri Chun Cha dengan suara seraknya )
" Tapi dia adalah adikku. " ( balas Hyun Jae datar )
Putri Chu Cha geram dan datang berbisik ditelinga Hyun Jae.
" Bukankah kita saling mencintai, dia berusaha memisahkan kita. Walaupun dia adikmu, tetapi kamu tidak terlalu dekat dengannya "
" Aku tidak terlalu dekat dengannya ? "
" Iya, suamiku. Kamu lebih mencintai ku daripada adikmu. Bunuh dia agar kita bisa terus bersama. "
Putri Chun Cha terus mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal untuk menghipnotis Hyun Jae.
Hyun Ok bangun dan berusaha menjauhkan putri Chun Cha sebelum akhirnya Hyun Jae bangkit dan membanting tubuh Hyun Ok ke lantai lalu mencekiknya dengan keras.
Bruakk ! bunyi keras tubuh Hyun Ok menghantam lantai.
" Ha. O Orabeoni... " ( suara Hyun Ok tertahan )
Usahanya gagal, tangan ini tidak sampai. Semakin lama Hyun Jae terus mencekik Hyun Ok dengan keras. Buliran air mata Hyun Ok mengalir tanpa suara Isak tangis menyaksikan Hyun Jae mencoba membunuhnya. Tidak ada siapapun disini, Boram pun tak lekas sampai menemukan keberadaan mereka. Apakah ini adalah akhir hidupku.
" Orabeoni.. " ( lirih Hyun Ok menyentuh tangan Hyun Jae lembut )
Kilas Balik~
Detik berikutnya Hyun Jae merasakan sakit kepala yang mendenging, muncullah kilasan masa lalu ia dengan adik kesayangannya Hyun Ok. Erat tangannya mulai mengendur diserang kesadaran.
" Orabeoni, Orabeoni, " ( kenangan masa kecil saat Hyun Ok mencari Hyun Jae )
" Huaaaa... Huaa.... Orabeoni,, " ( saat Hyun Ok menangis tidak rela membiarkan Hyun Jae pergi belajar )
" Orabeoni... " ( Hyun Ok kecil terjatuh dan Hyun Jae berusaha menenangkannya dan menggendong Hyun Ok dipunggung nya )
__ADS_1
" Orabeoni, kenapa aku tidak ada ibu. Aku ingin punya Ibu seperti mereka." ( rengek Hyun Ok kecil )
" Hyun-ah juga punya Ibu. Hanya saja, ibu kita berada ditempat yang tinggi untuk mengawasi kita. Jadi Orabeoni yang akan selalu menjaga Hyun-ah mewakili ibu. " ( bujuknya pada Hyun Ok kecil sambil tersenyum riang )
--- --- --- --- --- --- ---
Brakk ! Pintu kamar terhempas dilempar oleh seorang yang memaksa masuk. Pangeran Yong Hwa terkejut melihat pemandangan di depannya dan ia langsung memukul Hyun Jae hingga terpental untuk menyelamatkan Hyun Ok.
Pangeran Yong Hwa kemudian memangku Hyun Ok dan berusaha menyadarkan nya.
" Gadis pendek, bangunlah " ( tangannya membelai lembut pipi Hyun Ok yang basah oleh genangan air mata )
Putri Chun Cha panik dan menghampiri Hyun Jae yang sudah tidak sadarkan diri.
" Orabeoni, jangan biarkan mereka pergi. Tolong bantu aku " ( lirih Hyun Ok menatap pangeran Yong Hwa )
Tangan nya menggenggam pergelangan tangan pangeran Yong Hwa dan kesadaran pun pulih perlahan. Pangeran Yong Hwa membantunya duduk. Kemudian menghampiri putri Chun Cha dan mengikatnya dengan tali dikaitkan pada tiang kapal.
" Suamiku ?! lepaskan aku !. Kakak, aku tidak akan memaafkanmu " ( berontak putri Chun Cha mencaci Pangeran Yong Hwa )
Akhirnya aku bangkit dan mendekati orabeoni yang sudah tidak sadarkan diri. Ini waktu yang tepat untuk mencabut jarum emas itu.
Perlahan tangannya mencapai bagian belakang telinga dan menarik keluar sebuah jarum emas. Melemparnya jauh dan ambruk memeluk Hyun Jae. Tangisnya pecah tanpa suara.
" Aku berhasil orabeoni, akhirnya aku bisa menyelamatkan mu "
Pangeran Yong Hwa hanya diam menyaksikan segalanya hari itu.
" Yeo Hyun Ok ! aku tidak akan membiarkanmu ! " ( putri Chun Cha menangis histeris )
Mendadak kapal tersebut berhenti melaju dan terdengar suara gemuruh langkah kaki dan dentingan senjata dari luar kapal. Beberapa pasukan kerajaan telah sampai dan mengepung kapal tersebut.
Boram yang menyaksikan beberapa pengawal yang masuk ke bagian bawah kapal, iapun ikut dan menemukan Nona dan tuan mudanya disana. Serta Pangeran Yong Hwa yang berdiri membelakangi dan putri Chun Cha yang sudah terikat di tiang kapal.
Boram pun mulai mengerti mengapa tadi ada sebuah Mercu suar tanpa suara yang kuat mengudara di langit. Pasti itu adalah perbuatan pangeran Yong Hwa.
__ADS_1
" Agassi " ( berlari dan membantu Hyun Ok memapah Hyun Jae )
Bersambung..