
Setelah mendengar pembicaraan Raja dan Putra Mahkota Pangeran Yong Hwa pergi dengan mengepalkan tangannya erat. Kedua alis tampak saling bertautan dan matanya menatap tajam kemanapun ia berjalan. Para pelayan yang lewat hanya menunduk memberi hormat tanpa berani menatap.
" Satu Hotteok, dua Hotteok, ditambah satu lagi,, tinggal dua.. Lalalala " ( lirik yang dinyanyikan oleh pangeran kecil Ye Jun )
Kasim pribadi yang menemani dibelakang tampak heran dan mencoba menginterupsi nyanyian pangeran kecil Ye Jun.
" Eum, pangeran. Jika dua Hotteok ditambah satu lagi seharusnya jadi tiga, bukan tetap dua " ( jelas si Kasim memperagakan hitungan tangan dihadapan pangeran kecil Ye Jun )
" Bodoh ! Hotteok nya kan sudah kumakan satu ! " ( protes pangeran kecil Ye Jun menunjuk wajah si Kasim )
" A aah, ternyata begituuu. ahaehehehe " ( cengir si Kasim sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal )
" Pangeran Be.. "
Belum sempat menyelesaikan perkataannya si Kasim ditinggalkan begitu saja karena pangeran kecil Ye Jun melihat Hyung nya sedang berjalan di arah depan.
" Oh, Hyung ??! " ( berlari menghampiri pangeran agung Yong Hwa )
" Pangeran kecil ..? aku belum selesai bicara " ( rengeknya membatin lalu ikut berjalan menyusul pangeran kecil Ye Jun )
" Hyung ?! " ( menghalangi jalan pangeran agung Yong Hwa dengan melebarkan kedua tangan dihadapan nya )
" Oh, Ye Jun ? ada apa ? " ( tanya nya setelah sadar dari pikirannya yang mengawang )
" Hari ini aku akan pergi belajar " ( ucapnya dengan semangat )
" Benarkah ? semangat ya. " ( balas pangeran Yong Hwa mengelus puncak kepala pangeran kecil Ye Jun dan berniat melangkah pergi )
" Hyung ? " ( menahan tangan pangeran Yong Hwa )
__ADS_1
" Ada apa lagi ? " ( tanya pangeran agung Yong Hwa )
" Aku akan belajar,, dengan profesor Katak ?! " ( jelasnya cemberut )
Melihat ekspresi pangeran kecil Ye Jun akhirnya pangeran agung Yong Hwa teringat dengan janjinya dulu untuk menjahili si profesor.
" Tidak bisa sekarang, Hyung sedang ada urusan diluar. Bagaimana jika Hyung temani saat semua urusan sudah selesai ? " ( batin Pangeran Yong Hwa memikirkan Hyun Ok )
" Tidak mau. Jika Hyung sudah pergi keluar, lama baru kembali "
Dengan sigap pangeran kecil Ye Jun menggenggam erat pergelangan tangan pangeran agung Yong Hwa kemudian mengeluarkan jurus terbaiknya, wajah memelas yang terlihat imut.
" Hhufftt... Baiklah " ( kata pangeran agung Yong Hwa tidak bisa menolak jurus ampuh tersebut )
" Hahaha, Gomawo Hyung " ( senyumnya mengembang terlalu lebar )
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Beberapa saat kemudian pelayan pribadi kediaman mereka, Rou Rou masuk dari pintu depan untuk melaporkan sesuatu.
" Bagaimana, apa ada kemajuan dari pencarian Hyun Jae ? " ( Ucap tuan Yeo mengawali pembicaraan )
" Belum ada tuan, tuan muda seperti menghilang ditelan bumi. Kami tidak bisa menemukan jejaknya dimana pun " ( Jawabnya sedih )
" Hufftt.. putra ku menghilang dan putriku pergi ke tempat menyebarnya wabah tanpa berpamitan terlebih dahulu padaku, "
" Tuan, anda harus tetap menjaga kesehatan agar nona Hyun Ok tidak khawatir. Soal tuan muda Hyun Jae, kita akan berusaha lebih keras untuk mencarinya. "
" Hmm, apakah aku harus meminta bantuan Kakak ipar ? "
__ADS_1
" Maksud tuan kakak dari mendiang nyonya ? "
" Iya, jika situasi semakin tidak terkendali. Aku akan mengirim Hyun Ok dan Hyun Jae ke Jiangnan di dataran China untuk meminta bantuan pada paman mereka. "
" Tapi, bukankah ini sudah sangat lama ? tuan bahkan sudah tidak pernah berkirim kabar setelah bertahun - tahun berlalu sejak kematian nyonya "
" Yah, aku merasa bersalah tidak memberitahukan hal itu padanya. Aku hanya tidak ingin dia merasa bersedih atas kematian adiknya, kemudian menjadi gila dan datang mencariku ke sini. Dia itu sudah tidak normal. " ( jelas tuan Yeo Dae Hyun sambil menggelengkan kepala )
" Ekhmm, " ( dehem si pelayan Rou Rou serba salah tanpa bisa menanggapi lebih lanjut )
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Disisi lain, pangeran Yong Hwa mengikuti pangeran kecil Ye Jun ke ruang belajar. Saat sampai mereka melihat - lihat seluruh ruangan dengan saksama.
" hmmm, apa profesor selalu membawa air untuk bahan pembelajaran ? "
" Ya, dia selalu membawanya kemanapun seperti kura - kura Tua " ( refleks Ye Jun )
" heumm " ( sekilas pangeran agung Yong Hwa tersenyum ringan )
" Kalian, cepat gali bagian sini sedalam 3 meter, " ( titah Pangeran Yong Hwa menunjuk pelayan yang mengikuti sedari tadi )
" Berapa lama lagi sampai Professor katak itu datang ? "
" Berapa lama lagi ? " ( tanya pangeran kecil Ye Jun memalingkan wajahnya pada Kasim pribadi dibelakangnya )
" Masih ada waktu sekitar setengah jam lagi. Tapi,, apakah ini tidak keterlaluan Para pangeran sekalian ? bagaimana jika profesor mengadukan hal ini pada Baginda Raja ? "
" Kalau kamu tidak diam juga, aku akan memasukkanmu juga kelubang ini nanti " ( ancam pangeran agung Yong Hwa )
__ADS_1
" Hamba tidak berani, silahkan lanjutkan para pangeran.. " ( jawab si Kasim menciut )
🌬️ Bersambung..