Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 55 - Flashback


__ADS_3

Setelah Boram menyamar menjadi putri Mahkota Hyun Ok. Rasa takut menjalar di sekujur tubuhnya hingga mengeluarkan keringat dingin. Ia terus saja menutup setengah wajahnya saat terdesak harus keluar dari tandu. Tidak ada prajurit ataupun Jenderal yang curiga karena suara yang ia tirukan terdengar sama dengan suara Putri Mahkota Hyun Ok.


Sesampainya di Istana Boram langsung mengurung diri di kediaman putri mahkota tanpa keluar selangkah pun dari kamar dengan alasan karantina diri karena merasa kurang sehat setelah kembali dari Bagian Barat Kerajaan yang terkena wabah. Seluruh isi istana tentu saja menjaga jarak dan tidak lagi mewajibkan pelajaran yang biasanya wajib bagi Putri Mahkota. Lain halnya dengan Putra Mahkota Yong Ju dan pangeran agung Yong Hwa yang kerap kali ditolak menjenguk oleh Boram.


" Auhhh, ide Agassi memang bagus. Tapi harus sampai kapan Boram bersembunyi seperti ini ??? Agassi cepatlah kembali dengan selamat, maka Boram juga akan aman. uhh " ( keluh Boram berbicara sendiri sambil mengerucutkan bibirnya )


TOK TOK TOK


" Yang mulia Putri Mahkota, makan siang anda sudah siap. Saya sudah letakkan di depan pintu. " ( ucap dayang istana )


" Baiklah, terimakasih. " ( balas Boram menirukan suara Hyun Ok kaku )


Sambil berjinjit Boram menuju ke arah pintu kemudian mengintip melihat keadaan sekitar. Sudah bisa dipastikan sepi dan lengang. Ia pun membuka pintu dan bersiap mengambil nampan berisi makanan lalu masuk dan menutup pintu dengan cepat.


drap drap drap, trakk. Dalam sekejap makanan yang disajikan habis tak bersisa.


" Eh, ada yang aneh. Kenapa sekarang makanan dari istana sangat enak ? " ( gumam Boram berpikir keras )


Diluar kamar Putri Mahkota, tepatnya di dinding samping pangeran Yong Hwa baru saja datang dan melihat kediaman Putri Mahkota dengan raut wajah khawatir.


" Pangeran agung " ( panggil dayang istana suruhan pangeran Yong Hwa )


" Kamu sudah pastikan itu adalah bahan makanan terbaik dan dimasak dengan enak ? " ( Tanya pangeran agung Yong Hwa )


" Tentu saja pangeran, kami memerintahkan koki utama istana langsung yang membuatnya. " ( jawab dayang istana )


" Kerja bagus, ini. " ( pangeran Yong Hwa mengeluarkan sekantung perak dan memberikannya pada si dayang )


" Terimakasih pangeran agung " ( menunduk dan pergi "


Diantara seisi istana yang menjauhi Putri Mahkota Hyun Ok, lain halnya dengan jenderal Gwon Hwi yang penasaran dan curiga kepada Boram.


" Kami semua berangkat bersama, kenapa Putri Mahkota sendiri yang merasa tidak sehat ? padahal Putri Mahkota hanya duduk didalam Tandu " ( batin Jenderal Gwon Hwi mengawang )


Demi menghilangkan rasa penasaran itu jenderal Gwon Hwi pun pergi berniat mengunjungi istana tempat kediaman Putri Mahkota. Sesampainya disana ia langsung ditolak mentah-mentah oleh dayang yang menjaga pintu depan kamar Putri Mahkota. Tak kehabisan ide, iapun menunggu diam-diam diluar menunggu para dayang tertidur. Beranjak malam, Jenderal Gwon Hwi sudah berdiri di depan pintu dan mengetuk pintu kamar, dayang istana disampingnya yang berjaga terlelap tidur karena obat bius.


TOK TOK TOK, Pintu diketuk pelan oleh jenderal Gwon Hwi.

__ADS_1


" Boram ? " ( yang terdengar di telinga Boram )


" Tuan Putri " ( suara asli jenderal Gwon Hwi )


Boram yang sedang setengah tidur pun mengerjapkan matanya dan terbangun mendengar panggilan tersebut.


" Agassi ?! " ( raut wajahnya berubah sumringah )


Dengan cepat Boram turun dari tempat tidur dan berlari ke pintu lalu membukanya setengah hingga nampaklah sesosok pria gagah berdiri dihadapannya.


" Boram ? " ( respon Jenderal Gwon Hwi membulatkan mata terkejut melihat pintu kamar Putri Mahkota dibuka oleh Boram pelayan pribadi Hyun Ok )


Untuk beberapa saat keduanya saling menganga sama-sama terkejut.


Ngueeeeennnggg !


Ohokk !! seekor serangga masuk ke mulut Boram hingga membuatnya tersedak dan kesadarannya kembali.


Brak !!! tiba-tiba pintu kamar ditutup keras oleh Boram. beberapa detik kemudian ia membukanya lagi dan menarik tangan jenderal Gwon Hwi masuk ke dalam kamar. Pintupun ditutup rapat-rapat. Disaat jenderal Gwon Hwi ingin mengucapkan sesuatu Boram mengacungkan tangan tanda tunggu dulu🖐️! setelahnya Boram berbalik dan mencari air lalu minum sebanyak mungkin.


" Aakhhh. " ( berbalik dan mendekat pada jenderal Gwon Hwi )


" Sudah kuduga ada yang aneh. Kenapa malah kamu yang disini ? dimana Putri Mahkota Hyun Ok ? tunggu dulu, jadi apakah yang memilih tinggal di Desa bagian Barat Kerajaan adalah Putri Mahkota ? "


" Shuttt " ( refleks Boram menutup mulut Jenderal )


" Jangan keras-keras, bagaimana jika ada yang mendengar ? "


Plak ! tepis jenderal Gwon Hwi menyingkirkan tangan Boram begitu saja.


" Kamu menyentuhku dengan tangan yang sebelumnya menyentuh mulut yang menelan serangga itu ? ( merasa jijik )


" Mau bagaimana lagi, aku tidak sempat mengeluarkan nya sebelum jenderal melaporkan hal ini pada yang mulia Raja. "


" Apa kamu Bodoh ? hal ini sama saja dengan penipuan terhadap yang mulia raja. Kalian bisa saja mendapatkan hukum penggal ?! " ( gelagat jenderal Gwon Hwi mempraktikkan tangan mengiris leher )


" Karena itu, diam saja dan berpura-pura lah tidak tahu. " ( tukas Boram cepat )

__ADS_1


" Aku tidak bisa menjamin hal itu "


" Kalau begitu kamu juga akan ikut dipenggal bersama kami "


" Aku tidak ikut campur soal ini, kenapa.. " ( bicaranya terputus )


" Karena jenderal tidak menyadari bahwa yang tetap tinggal di daerah wabah tersebut adalah Putri Mahkota, anda sama saja mengabaikan keselamatan Nona Hyun Ok. Padahal itu adalah tanggung jawab mu untuk melindungi putri mahkota Hyun Ok kan ?? betul kan jenderal Gwon Hwi ? " ( tanya Boram menyudutkan )


" Kau.. " ( Jenderal Gwon Hwi terpaku )


" Ada benarnya juga perkataan dia " ( gumam Gwon Hwi )


" Apa aku benar ? ah, ternyata aku pintar. Hehehe " ( gumam Boram menahan cengir )


" Huffftt. Baiklah, karena itu aku juga telah melalaikan tanggung jawab ku maka aku akan diam saja tentang hal ini. " ( jawab jenderal Gwon Hwi pasrah )


" Bagus sekali, maka kita adalah teman yang saling menyelamatkan dan peduli satu sama lain. "


Boram berbalik dan menahan tawanya agar tidak terdengar oleh jenderal Gwon Hwi.


" Agassi, apa karena selalu bersamamu jadi aku ikut menjadi pintar. Walaupun hanya disaat genting ?. hihihi. " ( Boram menutup mulut yang tak kuasa menahan tawa )


Diambilnya segelas air putih itu dan diserahkan nya kepada jenderal Gwon Hwi.


" Ini, minumlah. Mari kita atur rencana selanjutnya sampai Putri Mahkota Hyun Ok kembali ke istana dengan selamat "


Jenderal Gwon Hwi menerima air itu lalu meminumnya dengan sekali teguk.


Jadilah malam itu mereka berdiskusi alasan apalagi dan rencana cadangan apa yang akan digunakan agar jangan sampai ketahuan oleh siapapun.


" Jadi kalian berniat menutupi hal ini sampai kapan ? " ( suara yang dilontarkan begitu saja dari atap genteng )


Serentak Jenderal Gwon Hwi dan Boram menoleh bersamaan ke asal suara. Betapa terkejutnya mereka bahwa ternyata pangeran agung Yong Hwa sudah duduk dengan santai di atas sana memata-matai tingkah mereka sedari awal.


" Pangeran " ( jenderal Gwon Hwi membungkuk hormat )


" Pangeran agung " ( diikuti Boram yang memberikan hormat juga )

__ADS_1


Keduanya memberi hormat pada anggota keluarga kerjaan dengan kaku.


🌬️ Bersambung..


__ADS_2