
" Nona Hyun Ok, aku menunjukmu untuk menjadi Putri Mahkota Ku. 3 hari lagi, setelah semua persiapan selesai aku akan membawamu memasuki istana.
Aku memberimu waktu selama 3 hari untuk memikirkannya, jika tidak ada balasan akan kuanggap bahwa Nona Hyun Ok setuju dengan rencanaku ini ".
Waktu pun berlalu beranjak malam, pagi, malam, dan Hyun Ok yang masih sibuk bergulat dengan fikirannya sendiri. beberapa hari ini terlalu sering melamun, Boram yang serba salah pun tidak dapat memberikan bantuan atau jalan keluar. Hyun Ok duduk di bangku taman dan melihat bulan sabit setengah lingkar dikelilingi gemerlap bintang. Sambil memegang pena dan bersiap menulis kertas kosong dihadapan nya.
Boram yang sejak tadi berdiri disisi-Nya menggeser kursi dan duduk disebelah Hyun Ok.
" Agassi, kenapa tidak kita terima saja bantuan dari Wangseja ? "
" Bantuan yang diberikan terlalu berat Boram, Putri Mahkota bukanlah sesuatu hal yang bisa diputuskan oleh Putra Mahkota sendiri. Prosesnya harus melalui para tetua dan seleksi kerajaan, kemudian baru mendapat persetujuan dari yang mulia Raja dan Ratu. Jika dia menyarankan hal ini, aku tidak tahu berapa banyak hal yang harus Wangseja hadapi hanya untuk membantu kita yang tidak seberapa. Jika menerima nya begitu saja, aku akan berhutang Budi seumur hidup kepada Wangseja, dengan apa aku haru membayarnya. hufffft "
" Tapi Agassi,, kita juga tidak punya pilihan. Tuan Muda Hyun Jae juga sudah menghilang beberapa hari ini. "
" Setelah ini semua selesai, kita baru bisa fokus mencari tuan muda. Agassii, sekali ini saja, tidak apa - apa berhutang Budi pada orang lain, yaa ? Agassi,, ini biar Boram letakkan ditempat lain saja " ( Berusaha membujuk Hyun ok, mengambil pena dari tangannya dan menggulung kembali kertas kosong di meja )
Hyun Ok hanya diam tidak berkutik, kemudian tersenyum simpul mendengar Boram.
" Hhh, Boramku sudah semakin pintar rupanya "
" Agassi, Boram tidak mengerti banyak hal. Tapi kali ini Agassi harus mendengarkan Boram. Selanjutnya, Boram akan selalu ada disisi Agassi tidak peduli apapun yang terjadi. " ( menggenggam lengan Hyun Ok sambil menatap penuh harap )
" hhh, baiklah. Terimakasih Boram "
Hyun Ok membalas genggaman tangan Boram dan mereka tersenyum menguatkan satu sama lain.
*** *** *** *** *** *** ***
Prrrankk ! gelas kecil untuk minum teh jatuh begitu saja saat Raja mendengar keputusan tiba - tiba yang dilontarkan oleh Putra Mahkota Yong Ju.
Ruangan tersebut adalah tempat istirahat Raja selama sakit, mereka mengusir semua pelayan dan hanya ada 3 orang didalam ruangan tersebut. Raja, ratu, dan Wangseja Yong Ju.
" Besok, aku akan membawa Nona Hyun Ok kedalam istana "
__ADS_1
" Tidak masuk akal, pemilihan Putri Mahkota seharusnya dilakukan sesuai tradisi. Setidaknya harus melalui seleksi kerajaan terlebih dulu " ( Timpal Ratu mendahului )
" Aku tidak setuju dengan rencanamu itu, " ( tambah Raja menimpali )
" Lalu, apa Yang mulia akan membiarkannya apabila kabar perceraian Chun Cha dan Hyun Jae sesungguhnya tersebar ke seluruh negeri ? "
" Lancang sekali ! aku akan lihat apakah mereka berani mengatakan hal itu. ! Uhukk Uhukk. " ( menutup mulutnya dengan saputangan )
" Yang mulia. Redakan amarahmu. " ( ratu pun cemas dan mengelus punggung raja )
" Ayahanda, dan ratu. Anggaplah ini membalas kebaikan keluarga tuan Yeo, mereka bisa saja membuat Putri Chun Cha dihukum sesuai peraturan kerajaan ini bukan ? tapi pada akhirnya mereka memilih diam dan tidak mengatakan hal ini pada siapapun. Juga tidak meminta imbalan apapun. "
Raja dan Ratu terlihat saling berpandangan dan saling mengangguk setuju setelah berpikir beberapa saat.
" Baiklah. Jika kamu bisa meyakinkan para menteri dan pejabat kerajaan, aku tidak akan menghalangi mu melakukan yang kamu mau. " ( balas Raja pasrah )
" Besar sekali imbalan yang dia minta, hah ! " ( kata Ratu dalam hati menahan marah dan memperlihatkan wajah ramah penuh senyum yang berbeda dari suasana hati )
Masalah ini selesai, Wangseja berjalan keluar diliputi perasaan lega. Seowu terus mengikuti dibelakang.
" Aku punya rencanaku sendiri, Seowu selanjutnya kita akan meyakinkan para menteri dan pejabat melalui para pelajar dan sastrawan istana. Percayalah dan lakukan apa yang kuperintahkan. " ( titahnya pada Seowu )
" Baiklah Wangseja " ( menunduk hormat )
" Sepertinya Wangseja benar - benar sudah jatuh hati pada nona Hyun Ok " ( gumamnya dalam hati )
Tanpa mereka sadari Pangeran agung Yong Hwa memperhatikan dari tempat lain.
" Wangseja tampak sibuk akhir - akhir ini, apa yang sedang dia rencanakan " ( kata pangeran Yong Hwa membatin )
Seharian itu Wangseja Yong Ju tampak tanpa henti menulis surat yang akan dikirimkan untuk para menteri dan pejabat istana. Semua surat tersebut berisi kelemahan dan kecurangan yang dilakukan akan tetap ditutupi selama mereka juga menyetujui hal yang dilakukan Putra Mahkota.
3 hari yang singkat, dan Wangseja Yong Ju mampu memobilisasi seisi istana untuk mengikuti kemauannya karena sebelumnya Wangseja Yong Ju sudah menyelidiki segala hal. Para pelajar dan sastrawan pun mengikuti kemauannya dengan dijanjikan memiliki hak otoritas Pribadi atas sekolah, atau bisa dikatakan bisa membuat peraturan sendiri tanpa melalui persetujuan menteri kerajaan.
__ADS_1
Persiapan telah usai, istana menjadi cerah berwarna warni menyambut kedatangan putri Mahkota. Tandu penobatan Putri Mahkota tengah dalam perjalanan menuju rumah di tengah hutan bambu.
Hyun Ok sudah selesai bersiap mengenakan baju yang dikirim sehari sebelumnya. Segala pernak pernik untuk pengangkatannya menjadi putri mahkota lengkap sudah.
Ditempat lain, dimana pejabat Eom menerima surat dari Wangseja Yong Ju.
" Sialan ! " ( meremas surat tersebut dengan marah yang meledak - ledak )
" Tuan, ada apa memanggilku "
" Huh ! bebaskan Tuan Yeo dari penjara sekarang "
" Apa ? tapi kita sudah menyiapkan segala bukti mengarah pada nya. Bagaimana mungkin membebaskan nya begitu saja ? "
" Salahkan saja orang lain, atau bilang saja perbuatan bandit gunung ! "
" Tapi tuan.. "
" Lakukan saja perintah ku ! kita tidak boleh menyinggung keluarga menantu raja " ( melempar gilingan tinta lalu tersenyum sinis )
Brakk !! batu tinta melayang mengenai kepala si pelayan.
" Baik tuan " ( pergi dengan cepat )
" Haha, jadi Wangseja menyelidiki tentangku yang korupsi dana pembangunan istana timur. Kemudian mengancamku dengan hal ini " ( batin Pejabat Eom sambil meremas surat tersebut )
*** *** *** *** *** *** ***
Tandu dan kuda arak - arakan sudah sampai di depan rumah hutan bambu. Hyun Ok membakar surat dari Wangseja Yong Ju sebelum keluar.
Kemudian Boram dan seorang pelayan lain memapahnya untuk memasuki tandu merah berlambangkan keluarga raja. Di kawal oleh prajurit dan polisi istana.
Hyun Ok duduk merenung memikirkan keadaannya saat ini.
__ADS_1
" Air bisa meruntuhkan batu yang kuat tapi ia membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar. Untuk mengalahkan si batu dalam waktu singkat, kita hanya harus menjadi lebih kuat untuk menghancurkannya. Karena tidak tahu siapa yang melakukan hal jahat pada kami, Wangseja sedang bermain aman. Yaitu menjadikanku dan Ayah lebih kuat untuk dapat membuat mereka tetap segan dan bersikap hormat. " ( gumam Hyun Ok dalam hati )
🌬️Bersambung..