Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 29 - Li Jiazhen


__ADS_3

Angin berhembus lembut menyampaikan kabar turunnya hujan. Li Jiazhen terlihat sedang berdiri di depan kamarnya lantai 3 di penginapan. Menghirup dalam - dalam aroma angin sambil melipat kedua tangannya dibelakang dengan santai.


" Angin berhembus ke arah timur " ( memejamkan mata menikmati sunyi )


Samar - samar terdengar suara katak berbunyi dari jauh. Pengawal nya datang dari belakang dan membawa seekor burung dengan surat yang terikat dikakinya.


" Tuan Zhen, ada surat untuk anda " ( menunduk menyerahkan gulungan surat )


" Bacakan "


" Baik "


" Tuan Zhen, ini surat tidak dikenal. Apa sebaiknya kuhancurkan dulu. " ( terdiam setelah membuka surat dari Hyun Ok )


" Aku menyuruhmu membacanya. Siapa pengirimnya "


" Tapi kita tidak mengenalnya, disini tertulis dari Yeo Hyun Jae "


setelah mendengar nama tersebut Li Jiazhen teringat pada tuan muda yang ditemuinya beberapa hari lalu.


" Tidak perlu, kemarikan surat itu. Aku tahu siapa dia. " ( mengambil surat dan membacanya )


Setelahnya Li Jiazhen tersenyum dan menyimpan surat tersebut.


" Tuan Zhen, kita sudah lama meninggalkan menara. Kapan kita akan kembali ? "


" Tidak perlu terburu - buru. Anggap saja aku


memberimu liburan, santailah dan nikmati waktumu disini. "

__ADS_1


" Kalau begitu baiklah tuan " ( menunduk dengan kedua tangan terkepal di depan khas pesilat )


" Bagaiman Haoming, kamu sudah tahu dimana dia ? " ( berbalik dan melihatnya langsung )


" Tuan Zhen benar, Haoming sekarang berada di Istana menjadi penasehat kerajaan dan tempat persembunyian nya adalah gua ditengah hutan dekat perkampungan. Kita sudah mencarinya sebulan ini, bagaimana caranya tuan Zhen tahu tentang Haoming. "


" Aku hanya menebak dari perkataan seseorang " ( membayangkan kembali apa yang disangka kan Hyun Ok pada Li Jiazhen sebelumnya )


" Datangilah Haoming, bujuk dia untuk kembali ke China bersama kita. Jika tidak mau, patahkan kakinya dan seret bagaimanapun caranya. "


" Baik tuan, Saya pamit pergi "


" Ya, kembalilah istirahat terlebih dulu "


" Baik "


Sesaat setelah masuk Li Jiazhen tidak tidur dan hanya duduk setengah jam seperti sedang menunggu.


" Keluarlah ! " ( perintahnya mengetahui ada penyusup di kamarnya )


Tidak lama kemudian keluarlah seorang wanita berpakaian minim dari ranjangnya


" Aah, tidak seru sekali. Aku sudah menunggu mu dari tadi " ( mengeluarkan senyum menggoda nya dan mendekati Li Jiazhen )


" Bukankah tidak sopan seorang wanita berada di kamar pria tengah malam begini " ( Li Jiazhen menanggapi dengan dingin tanpa menatapnya )


" Siapa yang tidak kenal dengan Tuan Li Jiazhen tuan dari Menara Teratai pemimpin dunia persilatan. Qi Er datang memperkenalkan diri " ( bisiknya menggoda dan meraba pundak Li Jiazhen berusaha menggoda )


Sedetik berikutnya sebuah jarum melayang ke arah Qi Er dan wanita itu berputar meloloskan diri. Merasa kesal ia pun duduk di kursi sebelah Li Jiazhen meminum teh yang telah disiapkan di meja. Kemudian menaikkan sebelah kakinya untuk memperlihatkan paha putihnya. Namun dilihatpun tidak apalagi digubris oleh Li Jiazhen.

__ADS_1


" Hahh.. Qi Er penasaran apa yang membuat tuan Li bisa datang ke Joseon di Korea ? " ( menghela nafas dan mulai serius menatapnya menunggu balasan )


" Haha, memang seperti rumor yang beredar. Anda tidak pernah memperhatikan wanita manapun dan hanya menganggap mereka angin lewat. Sayang sekali wajah tampan itu. ckck ( mengeluarkan belati pendek dari pinggangnya )


Sedikit lagi hampir mendekati wajah Li Jiazhen, dan dia menangkis belati tersebut menggunaka dua jarinya hingga Qi Er terbanting dengan keras kebelakang membentur dinding kemudian memuntahkan darah.


" Tenaga dalamnya memang kuat. Uhukk ! " ( gumam Qi Er menahan sakit )


" Karena kamu bukan lawanku, aku memberimu satu kesempatan untuk kabur. " ( balas Li Jiazhen tanpa beranjak dari duduknya )


" Huh. Jangan harap ! " ( timpal Qi Er dan menyerang dari belakang )


Belum sampai dekat Li Jiazhen, sebuah jarum tebal menembus keningnya dan Qi Er tersungkur setangah sadar. Menyadari dirinya kalah, ia merasa ketakutan melihat Li Jiazhen menghampirinya dan kemudian mengangkatnya. Membawanya keluar dan melemparnya dari ketinggian lantai tiga.


Segalanya terlihat semakin buram dipandangan Qi Er hingga dia tak sadarkan diri dan ditemukan keesokan harinya di tepi kolam depan penginapan. Keesokan harinya tempat tersebut menjadi ribut menemukan wanita tersebut.


" Tuan Zhen. Maafkan hamba yang lalai ini, aku tidur terlalu lelap. Apa anda tidak apa - apa ? " ( pengawalnya datang mendobrak pintu karena panik )


" Aku tidak apa, tidak perlu cemas " ( jawabnya santai sembari menikmati matahari pagi )


" Syukurlah, tuan Zhen, saya sudah menyebarkan berita bahwa wanita itu tenggelam saat berusaha mencuri ikan dari dalam kolam. Sekarang dia sudah kabur melarikan diri. Aku yakin dia pasti dari perguruan Din Sha. Apa ya.. "


" Baiklah. tidak usah dipedulikan. Ingat pesanku dan bawa Haoming kemari " ( timpal Li Jiazhen memotong pembicaraan pengawalnya )


" Baik tuan. Saya akan pergi sekarang " ( memberi salam hormat dan langsung pergi menjalankan tugasnya )


Dan hanya dijawab anggukan oleh Li Jiazhen.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2