Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 23 - Kebenaran yang terkuak


__ADS_3

Langit sudah senja saat Hyun Ok dan pangeran Yong Hwa sampai di depan rumah Hyun Ok. Hanya rintik, canggung, dan hening yang menemani selama perjalanan pulang mereka.


“ Tunggu, Gadis pendek “


“ Aku punya nama “


“ Baiklah, Hyun Ok. Aku ingin menanyakan suatu hal padamu “


“ Apa yang ingin kamu Tanyakan “


“ Walaupun kami punya ibu yang berbeda tetapi kami punya ayah yang sama, aku menganggapnya adik walau tidak terlalu dekat dengannya “


“ Lalu ? “


“ Jika dia melakukan sesuatu yang menyakiti keluarga mu apa yang akan kamu lakukan ? “


Hyun Ok tertegun setelah mendengar kata – kata yang diucapkan pangeran Yong Hwa.


“ Jadi inikah sebabnya kamu tidak memberitahuku hal seperti apa yang sudah putri lakukan pada orabeoni ? “ ( jawab Hyun Ok setelah lama berpikir )


“ Aku.. “

__ADS_1


“ Aku akan mencegah putri menyakiti keluarga ku. Aku akan menghentikan nya. “ ( balas Hyun Ok memotong bicara pangeran Yong Hwa )


Setelah itu Hyun Ok berbalik dan memakai payung yang sudah diberikan oleh pelayannya hendak pergi dan terhenti saat pangeran Yong Hwa mengatakan sesuatu.


“ Dia adalah pendeta Tao bernama Haoming, mereka menggunakan sebuah jarum emas dan obat-obatan yang diberikan sebulan sekali untuk bisa mengendalikan Hyun Jae, kakakmu “


Hyun Ok diam tidak bisa berkata apapun dan ia meninggalkan pengeran Yong Hwa di depan rumahnya. Dari kejauhan pelayannya dan Boram sudah sampai dan mendekati pangeran Yong Hwa. Boram langsung masuk setelah sedikit menunduk memberi hormat.


“ Pangeran agung, ada apa. Kenapa anda melamun “ ( tanya pelayan pangeran bernama Alan )


Terbayang diingatan pangeran Yong Hwa saat ia memergoki pertemuan Putri Chun Cha dengan pendeta Tao di dalam hutan. Dalam perjalanan pulang putri Chun Cha terkejut melihat pangeran Yong Hwa sudah berdiri bersandar pada pohon dan sedang menunggunya keluar dari sebuah gua.


Pangeran Yong Hwa langsung memungutnya dan melihat beberapa jenis obat yang digunakan untuk mempengaruhi pikiran, dan Jarum emas sepanjang 5 Cm. Bukannya tak asing dengan hal itu, ia tahu jika jarum itu dimasukkan ke belakang telinga tepat mengenai syaraf akan menyebabkan seseorang tidak mengingat apapun.


" Amfetamin, ganja, morfin... " ( pangeran Yong Hwa membuka bungkusan tersebut dan memeriksanya satu persatu dan langsung tahu tanpa menyebutkan semua jenis obatnya )


Pangeran pun langsung menatap putri Chun Cha dan menyodorkan bungkusan yang telah terbuka padanya.


" Adik, untuk apa kamu gunakan obat - obatan ini ? "


" A a ada seorang pelayan yang sakit di kediaman mertuaku " ( timpal Chun Cha sambil merampas bungkusan dengan ekspresi ketakutan )

__ADS_1


" Aah, begitu kah ?. Baik sekali adikku ini. " ( senyum pangeran Yong Hwa penuh arti )


" T t tentu saja ! "


Putri Chun Cha pun pergi sedikit berlari dengan jantung berdebar takut kalau akan ketahuan.


“ Alan, aku mengatakan semuanya pada Hyun Ok. Menurut mu apa yang akan ia lakukan ? “


“ apa ? I i inii.. Kenapa anda mengatakan hal itu pada nona Hyun Ok pangeran ? “


“ Hah.. bagaimana pun juga aku merasa tidak adil jika membiarkannya begitu saja. Aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya “ ( tersenyum penuh misteri dan mengajak Alan untuk kembali ke istana )


--- --- --- --- --- --- --- ---


Hyun Ok yang mendengar perkataan tersebut berhenti dan terdiam di taman tengah kediamannya. Tertegun dengan tangan bergetar tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, mendadak lemas ia menjatuhkan payungnya hingga terguyur hujan yang deras sore itu.


Banyak ingatan terlintas di benaknya tentang sikap Orabeoni yang seperti orang linglung akhir – akhir ini. Melupakan segala mimpi dan berakhir menikahi seorang putri. Bukan seperti kakaknya yang ia kenal dahulu.


“ Bagaimana mungkin ia bisa melakukan hal seperti itu pada orabeoni “ ( gumamnya dalam hati dan meneteskan air mata yang mengalir bersama rintik hujan )


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2