
2 hari kemudian di kediaman keluarga Yeo. Hyun Jae terbangun dan merasakan sakit kepala yang sangat. Ia berjalan sempoyongan menuju kursi di dekat jendela dan melihat matahari yang sudah mulai membakar kulit. Tanpa sadar ia mengangkat dan memperhatikan telapak tangannya. Kilasan kejadian yang dulu tidak dia sadari mulai menghantam hingga membuat kepalanya kembali berdenyut.
Hal paling jelas yang kuingat adalah mencoba membunuh Hyun-ah dengan mencekiknya. Bagaimana mungkin aku berusaha membunuh adik kesayangan ku sendiri.
" Hahh . Apa sebenarnya yang sudah terjadi padaku. " ( Hyun Jae merasa sangat shock dan duduk lemas terdiam menyaksikan semua memori asing berkelabat diingatannya )
Kriieet. Tuan Yeo tampak membuka pintu dan membawa tonik untuk putranya Hyun Jae.
" Kamu sudah bangun, minumlah ini agar lebih bertenaga " ( duduk sambil menyerahkan mangkuk berisi obat )
" Ayah, bagaimana Hyun-ah ? apakah dia baik - baik saja ? aku, aku,, sepertinya aku tanpa sengaja berusaha melukainya. Aku tidak tahu apa yang sudah terjadi padaku, ayah. Aku sama sekali tidak berniat untuk mencelakakan Hyun-ah. Tidak. Ada banyak ingatan aneh yang muncul di kepalaku, ayah. Dimana Hyun-ah ? aku harus memastikan bahwa ia baik - baik saja. " ( merasa frustrasi sambil menggenggam tangan ayahnya memohon )
" Tenanglah, Hyun Ok tidak apa - apa. Dia sedang ada di istana Sekarang. Minum ini dulu. Kamu terus menerus pingsan sejak kemarin. Kamu belum memakan apapun. " ( balik menggenggam tangan Hyun Jae dan menyuapkan obat pada Hyun Jae )
Hyun Jae merasa sedikit lega mendengar Hyun Ok baik - baik saja dan menuruti perintah ayahnya meminum obat.
__ADS_1
--- --- --- --- --- --- ---
Di Istana, tepatnya di kediaman Ratu. Hyun Ok sedang duduk bersama Boram untuk memberikan kesaksian atas perlakuan yang diperbuat oleh putri Chun Cha. Pangeran Yong Hwa duduk bersebrangan di depan putri Chun Cha tanpa diharapkan.
Suasana terasa hening dan mencekam, Raja dan Ratu yang duduk bersebelahan dan putri Chun Cha di sebelah kiri menunduk dalam sambil menggenggam gaunnya erat beberapakali menjatuhkan buliran air mata.
" Berhenti menangis !! lihat apa yang sudah kau lakukan ini !!! " ( membanting sebuah kertas berisi laporan dan sebuah jarum emas yang sudah dipersiapkan oleh Hyun Ok dan Boram )
" Kau, melakukan guna - guna saja sudah cukup memalukan tapi juga berani untuk bekerja sama dengan orang-orang dari dunia persilatan. Apakah kamu ingin menghancurkan keluarga raja. Hah ?!! "
" Yang mulia Raja, tahanlah marah mu. Itu buruk untuk kesehatan mu. " ( bujuk Ratu menenangkan )
" Namamu Hyun Ok bukan. Hufffft.. Lihat lehernya yang membekas merah itu. Apakah kamu sudah memeriksa ke tabib dan mendapat pengobatan ? " ( tanya Raja beralih pada Hyun Ok )
" Menjawab ayahanda. Dia sudah memeriksa nya " ( timpal pangeran Yong Hwa )
__ADS_1
Sekilas Raja melirik pangeran Yong Hwa yang menjawab pertanyaan tadi. Dan Hyun Ok yang diam tidak jadi angkat bicara.
" Pasti sulit untukmu. Apakah kakakmu sudah lebih baik ? " ( tanya Raja kembali pada Hyun Ok )
" Tubuhnya baik. Tapi mentalnya,,, pasti ia mengalami shock berat " ( pungkas pangeran Yong Hwa cepat ).
Aku melihat sekilas pangeran Yong Hwa yang sudah kedua kalinya menyambar jawabanku.
Dan kembali mengurungkan jawaban atas pertanyaan yang sebenarnya diajukan Raja padaku. Raja terlihat melirik lagi ke arah pangeran Yong Hwa dengan enggan.
" Aku meminta maaf atas apa yang dilakukan Putri. Kemudian memberi dia, putri Chun Cha pelajaran yang setimpal. Katakanlah, apa yang kamu inginkan sebagai permintaan maaf dari kami "
" Tentu saja perceraian. Yeo Hyun Jae dengan kualifikasi lulusan terbaik di Joseon ini sangat berguna untuk membantu memajukan negara. Karena menikah dengan adik tersayangku ia kehilangan cita - citanya, hampir membunuh adiknya sendiri dan.. " ( mencoba memprovokasi dan melihat tajam pada Putri Chun Cha )
" Aku tidak bertanya padamu ! " ( potong Raja melotot melirik pangeran Yong Hwa geram )
__ADS_1
" Menjawab yang mulia Raja. Seperti yang dikatakan pangeran Yong Hwa, lebih baik untuk putri berpisah dengan Orabeoni dan saya akan melupakan kejadian ini. " ( timpal Hyun Ok menengahi )
Bersambung..