Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 46 - Misi Pertama


__ADS_3

Istana kini tengah ricuh dengan masalah wabah dibagian barat kerajaan. Banyak Masyarakat yang mengeluhkan lambatnya otoritas kerajaan dalam menangani kasus tersebut. Kejadian hilangnya uang pajak yang sengaja disisipkan untuk menangani wabah hilang tanpa jejak dengan alasan dirampok dalam perjalanan. Uang kas kerajaan pun tidak bisa membantu.


Sedang Pangeran agung Yong Hwa masih sibuk dengan urusannya mengusut kematian ibu ratu terdahulu sambil terus mengganggu Putri Mahkota Hyun Ok agar segera melepaskan posisinya sebagai putri mahkota.


*** *** ***


tak tak tak. Satu persatu bahan diiris dan dimasak olehku sendiri di dapur istana. Dayang istana tidak ada yang berani membantu apalagi melarang kami. Boram membantu dengan mencuci bahan - bahan dan lainnya.


" Agassi, anda kan putri mahkota sekarang. Tapi kenapa harus memasak sendiri untuk makan. hhhhfft " ( keluh Boram yang sedang mencuci udang dan lain - lain di sebelahnya )


" Tidak tahu apa yang dimasukkan mereka nanti dalam makanan, lebih aman masak sendiri. " ( balasku sambil terus mengiris beberapa bahan )


" ah, betul sekali Agassi. Mereka betul - betul membuatku geram ?! pasti diperintahkan oleh pangeran. " ( bergidik ngilu membayangkan makanan aneh yang beberapa hari lalu selalu diantar dari dapur istana oleh dayang yang bertugas )


" Berhenti mengeluh. Kamukan makan paling banyak masakanku. " ( potongku memutus bicara Boram sambil menyentil dahinya )


" aduh !. Ehehe, masakan Agassi lebih enak dari pada buatan koki istana. Lidah ini sudah Terbiasa dengan makanan enak. " ( cengir Boram sembari bercanda )


Beberapa menit berlalu dan aktifitas memasak kami sudah selesai. Nampak tersaji di dalam mangkuk, Para pelayan terpana dengan kemampuan memasak Hyun Ok yang cepat dan mengeluarkan aroma yang membuat perut mereka kelaparan.



Sundubu Jjigae


Sup pedas yang berisi tahu sutra, selain itu ada juga berisi sayuran dan kuahnya dibuat dari kaldu sapi.



Tangsuyuk


makanan berikutnya merupakan tumisan daging sapi dengan saus asam manis.



Mandu


makanan khas korea yang merupakan pangsit dengan isian berbagai macam, ada daging dan sayuran.



Terakhir, kami membuat Hotteok.


Hotteok merupakan roti yang dimakan masih dalam keadaan panas dan diberi isian kacang merah. ~


*** *** ***


Dewan rapat istana beserta menteri dan para pejabat kerajaan tengah berdiskusi tentang laporan dari pejabat daerah di bagian barat kerajaan. Didalam laporan tersebut berisi tulisan yang mengatakan mereka kekurangan pasokan makanan karena daerahnya yang diblokade dari tempat lain.


Pejabat setempat memutuskan menutup daerah tersebut untuk mencegah menyebarnya wabah ke daerah lain. Untuk memastikan bantuan sampai ke bagian barat kerajaan istana memutuskan untuk mengirim salah seorang pejabat sebagai utusan.

__ADS_1


" Jadi, siapa dari kalian yang akan mengantarkan bahan pangan ke tempat tersebut ? " ( tanya Raja kepada para bawahannya yang berbaris rapi di depannya )


Para menteri dan pejabat istana terdiam sambil saling melirik satu sama lain, tidak ada yang berani untuk mengajukan diri.


" Kenapa ? kalian lebih diam dari biasanya hari ini. " ( sindir Raja )


Menit demi menit semua terdiam tanpa kata,


" Baiklah, ajukan satu nama sampai besok siang atau aku akan menunjuk kalian secara acak. " ( Beranjak dari kursi raja )


" R A P A T S E L E S A I ?! " ( teriak Kasim pribadi Raja )


Serentak seluruh menteri menunduk memberi hormat mengantar perginya raja dari ruang rapat istana.


Di tempat lain, penjara istana bagian bawah khusus keluarga raja. Putri Chun Cha terlihat sedang emosi sembari membicarakan suatu hal dengan Ibu Ratu.


" Wangbi mama, berikan keadilan untukku. Bagaimana mungkin aku dipenjara sementara dia menjadi putri mahkota ! " ( rengeknya pada ibu ratu )


" Jangan merengek. Ini salahmu sendiri. Cepat makan sebelum dingin. Aku akan pikirkan caranya " ( bentak ratu pada Putri Chun Cha )


" Tidak mau, sekalian saja kirim dia ke neraka bersama orang - orang yang terkena wabah di bagian barat !! " ( amuk putri Chun Cha melempar makanan yang diantar oleh ibu ratu )


" Kamu ?!! " ( Seperti mendapat ide baru, ratu tidak jadi memarahi putri Chun Cha dan tersenyum licik )


" Ide pintar putriku. " ( raut wajahnya berubah sumringah dan berdiri hendak pergi )


" Wangbi mama ?! " ( teriak putri Chun Cha menarik rok ratu )


" Benarkah ? " ( wajah Putri Chun Cha pun ikut berseri mendengar perkataan Ibu ratu )


Setelahnya Ratu memanggil salah seorang menteri ke kediamannya dan sedang merencanakan sesuatu disana.


" Putri Mahkota ? "


" Ya, aturlah rencana sesukamu. Yang penting harus putri mahkota yang menjadi perwakilan istana untuk pergi mengantarkan bantuan ke bagian barat. "


" Setelah ini aku akan membantu putri mu untuk menjadi menantu raja " ( iming - iming Ratu menjelaskan )


" Saya mengerti. Titah Ratu pasti akan dilaksanakan " ( senyumnya puas )


*** *** ***


Tanpa sengaja melewati jalan dan melihat Wangseja Yong Ju sedang berdiri berbicara dengan Pangeran agung Yong Hwa.


" Yong Hwa.. " ( panggil Wangseja Yong Ju lembut )


" Anda memanggilku Wangseja ? " ( tanya pangeran Yong Hwa dingin )


" Sudah lama kita tidak berbicara. Aku hanya menyapa, kamu sudah berkenalan dengan Putri Mahkota Hyun Ok ? kalau belum, akupun sedang menuju ke istana putri mahkota sekarang.. "

__ADS_1


" Tidak perlu "


" Yong Hwa ?! dia akan menjadi kakak iparmu. Setidaknya kamu harus menghargainya. " ( tegas Wangseja Yong Ju )


" haha, aku sudah menghargainya. Kamu tidak dengar dia terjatuh ke kolam teratai beberapa hari lalu ? "


" Yong Hwa !!! " ( teriak Wangseja Yong Ju meluapkan amarahnya )


Aku terkejut dan melangkah mundur segera meninggalkan tempat tersebut.


" Kenapa dengan mereka. Seperti bukan adik kakak " ( gumamku setelah melihat mereka berbicara )


Berjalan kembali sambil menahan degup jantung yang cepat.


" Ashhi, ada apa ? " ( tanya Boram heran dan menghampiri ku yang langsung duduk di kursi taman )


" Aneh. Wangseja Yong Ju dan Pangeran agung Yong Hwa sepertinya tidak terlalu dekat "


" Bukan tidak terlalu dekat, tapi mereka memang musuh. " ( jawab Boram asal )


" Shuttt !! " ( Titah ku pada Boram sambil menempelkan jari telunjuk di bibir )


" Darimana kamu berbicara rumor asal begitu. "


Boram pun langsung diam dan kemudian melirik kesana kemari sebelum berbisik melanjutkan pembicaraan.


" Ini bukan rumor Ashhi. Aku mendengar nya dari para dayang istana. Sejak kecil Wangseja Yong Ju dan Pangeran agung Yong Hwa memang selalu bermusuhan. Tidak pernah dekat. Uhmm, dengan kata lain Pangeran Yong Hwa yang sepertinya menjaga jarak dari Wangseja Yong Ju. "


" Berita Ini sudah kutanyakan lagi kepada dayang utama istana, tidak mungkin hanya rumor... " ( tambah Boram meyakinkan )


*** *** ***


Keesokan harinya di tempat yang sama. Rapat kembali diadakan untuk menuntut sebuah nama yang akan dijadikan pelindung oleh para menteri dan pejabat serakah.


salah seorang menteri mengajukan agar Putri Mahkota yang berangkat ke bagian barat kerajaan untuk membantu korban wabah.


" Tidak bisa begitu. " ( bantah Wangseja Yong Ju dengan cepat )


" Putri Mahkota melewati prosedur penting dan langsung ditunjuk menjadi putri Mahkota, hal ini bisa meyakinkan masyarakat apabila dia berhasil membantu mengatasi wabah dibagian barat kerajaan "


" Alasan yang sangat bagus dan masuk akal, Wangseja, anda tidak akan bisa mengelak kali ini. " ( gumam si menteri dengan senyum puas )


Menteri yang lainpun ikut setuju dengan alasan yang dikatakan olehnya.


" Baiklah, aku menyetujuinya " ( jawab Raja tanpa disangka - sangka )


" Yang mulia ?! " ( Panggil Wangseja Yong Ju menghadap Raja )


Raja hanya melirik pada Wangseja Yong Ju dan kemudian rapat dewan istana berakhir.

__ADS_1


🌬️Bersambung..


__ADS_2