Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 26 - Salah Paham


__ADS_3

Srett srett, ia mengeluarkan jarum jahit dan benang lunak dari tas kecil yang dibawanya. Terlihat banyak jarum disana, kemudian pria itu menyelesaikan pertolongan pertama dengan cepat. Beberapa orang berkerumun dan menyaksikan kehebatannya dalam menyelamatkan pasien yang dikira sudah pasti pasti.


" Dia,, apakah dia tabib dewa ? "


" Apakah dia tabib dewa dari negara jauh itu ? "


" Apa dia tabib dewa yang sering dibicarakan ? "


" Hebat sekali, aku pernah melihatnya membantu memberantas wabah dibagian barat kota kerajaan " ( timpal salah satu pria tinggi dibelakang )


" Benarkah ? hebat sekali " ( tanya seorang di sampingnya takjub )


Orang disekelilingnya berbisik dan merasa takjub karena apa yang telah dilakukannya. Tapi lain dengan Hyun Ok, ia melihat sebuah jarum emas sepanjang 5 Cm yang pernah diperlihatkan padanya dari pangeran Yong Hwa dan fokusnya pun teralihkan.


" Jarum itu,, apakah dia si pendeta Tao Haoming ? " ( gumamnya dalam hati )


" Kamu, cepat ambilkan air hangat " ( perintahnya pada Hyun Ok yang duduk terpaku melihat aksinya sedari tadi )


" Apa kamu mendengar ku ?! cepat ambil air hangat ! " ( bentaknya menyadarkan Hyun Ok )


" Ah. Baik tunggu sebentar " ( pergi dan meminta air hangat pada bos pemilik restoran )


Setelah pria itu selesai mengobati ia memberikan resep pada tabib yang terlambat datang. Kemudian melempar sapu tangan pada Hyun Ok.


" a, apa ini ? "


" Bersihkanlah bajumu " ( melirik pakaian Hyun Ok yang kotor terkena tumpahan makanan )

__ADS_1


Pria itupun pergi keluar begitu saja meninggalkan banyak orang yang terkagum kagum padanya. Hyun Ok melihat kepergiannya dan meremas sapu tangan yang diberikan.


" Aku harus mengikutinya, terimakasih dewa telah memberiku petunjuk " ( Ungkapnya pelan )


Hyun Ok mengikuti kemana pun tabib pria itu pergi. Sejenak mampir ke toko seberang jalan melihat beberapa cinderamata, lalu mampir membeli manisan dan memberikannya pada seorang anak yang lewat, menjatuhkan koin di depan pengemis, berjalan lagi dan membeli bakpau sebagai camilan. Hyun Ok memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli roti kukus karena lelah mengikutinya sepanjang hari. Saat ingin memasukkan sesuap saja makanan tabib pria itu berjalan kembali dengan cepat terpaksa Hyun Ok meninggalkan makannya den mengikuti kembali. Tabib pria itu berhenti dan menoleh ke belakang lalu Hyun Ok bersembunyi dibalik gerobak sayuran busuk.


" Uuhh, Hoek.. Bau sekali " ( Sambil berjongkok Hyun Ok menutup hidung tak tahan )


Tanpa disadarinya tadi pria itu melirik sedikit mengetahui sedang diikuti.


Tabib pria itu pun kembali berjalan. membawa banyak bungkusan makanan yang dibelinya sepanjang perjalanan.


" Aneh sekali, kenapa dia berkeliling membeli banyak makanan. Aku bahkan tidak sempat membeli apapun " ( keluhnya meratapi diri )


Sampailah tabib pria itu di sebuah jalan sepi menuju gerbang perbatasan ibukota.


" Keluarlah, apa tujuanmu mengikuti ku " ( berhenti dan berdiri memunggungi )


" Aku sudah tahu kamu mengikuti ku, tidakkah kamu lelah berjalan seharian ? kemarilah makan makanan ini bersamaku " ( melangkah duduk di sebuah rumah tua tempat singgah para pelancong ibukota )


Tabib pria itupun duduk dengan santai dan meletakkan berbagai macam camilan yang dibelinya tadi. Merasa sudah ketahuan Hyun Ok pun keluar dari balik pohon besar dan menghampiri tabib pria tersebut.


" Maaf, aku tidak bermaksud mengikuti. Aku hanya ingin menanyakan sesuatu. " ( mengakui kesalahannya dan menunduk malu )


" Uhmm. Duduklah "


" Baiklah " ( Hyun Ok duduk berhadapan dengannya dan terdengar bunyi keroncongan yang keras )

__ADS_1


Wajahnya memerah karena malu dan tabib pria itu hanya tersenyum melihatnya.


" Makanlah dulu, setelah ini kamu bisa tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan " ( sambil membuka semua bungkusan makanan )


Perlahan Hyun Ok mengambil yang terdekat dan memakannya lambat, lalu mengambil dua, semakin banyak dan memakannya semakin cepat seperti orang tidak makan selama tiga hari. Ia menawari makan itu tapi tabib pria menolaknya.


" Jadi, apa yang ingin kamu tanyakan " ( tanyanya memulai pembicaraan )


" Sebelumnya, apakah kamu tidak marah aku menguntitmu " ( menghentikan makannya dan memberanikan diri untuk bertanya )


" Aku pikir kamu sangat berani untuk menguntitku. Tetapi aku memberimu kesempatan melihat kepedulian mu tadi pada pelayan di restoran itu. Aku memaafkanmu " ( Duduk bersandar dan menatap Hyun Ok menelisik )


" Tanyalah sebelum aku berubah pikiran " ( tambahnya santai )


" Itu, aku ingin menanyakan itu ! " ( jarinya menunjuk kantong kecil tempat berbagai jarum yang tadi dikeluarkan nya )


" Darimana kamu mendapatkan benda itu "


" Ini ? semua dokter pasti memiliki ini. " ( membuka kembali tas kecil itu ditengah meja )


" Ah, maksudku. Jarum emas sepanjang 5 Cm itu "


Raut wajahnya yang santai pun berubah serius dan terlihat menyeramkan hingga membuat Hyun Ok merasa merinding.


" Matamu tajam juga, ini jarum yang berbahaya. Aku jarang menggunakan nya " ( senyumnya menutupi kecurigaan )


" Kau ! sebelumnya aku ragu. Tapi sekarang aku yakin kamu pasti adalah pendeta Tao bernama Haoming itu. Betul kan ?! " ( Berdiri dan menunjuk wajah tabib pria tersebut )

__ADS_1


" Beraninya kamu bekerja sama dengan keluarga raja untuk menyakiti orang lain ! " ( emosi Hyun Ok membuncah dan menatap tabib pria tersebut dengan tajam )


Bersambung..


__ADS_2