
Pagi datang kembali, masih sama seperti pagi kemarin bagi Hyun Ok. Kicauan burung yang menelisik telinga dan keributan pelayan pribadinya Boram khas kediaman keluarga pejabat Yeo Dae Hyun. ( Harapan Hyun Ok seorang ) tapi kini hal Yang berbeda adalah rumahnya kini banyak didatangi para pejabat dan bangsawan yang ingin mengakrabkan diri ( Sekumpulan penjilat Istana ).
“ aaarrgghhhh, “ Hyun Ok menutup telinga nya dengan bantal mendengar suara tertawaan besar memekakkan telinga.
“ Boram.. ?! “
“ Yaa, Agassi “
“ siapa itu yang ada di halaman depan, kenapa ramai sekali “
“ aahh, itu Agassi. Tamu – tamu tuan.. “ ( sembari berfikir sejenak )
__ADS_1
“ ada tuan Ryeo, tuan Eom, bangsawan Seok daann.. aku tidak ingat siapa saja agassii, “
“ ini sudah 2 Minggu lebih, apakah mereka tidak jera memakan masakan setengah jadiku kemarin. Hahhh... “ gumam Hyun Ok sambil menghela nafas panjang.
---------------------------------------
Hyun Ok terlihat sedang bersiap pergi membawa keranjang rotan dibalik punggung nya.
“ Nona mau kemana ? Hari ini tuan muda akan kembali ke kediaman kita bersama putri Chun Cha “ ( datang dan. Menghampiri nona nya. )
Dengan terpaksa boram tak melarang perginya Hyun Ok
__ADS_1
“ pasti Agassi hanya mencari alasan untuk jalan – jalan dan kabur dari keributan akhir - akhir ini “
---------------------------------------
Sampai disebelah batu besar ini belok ke kiri dan lurus sampai menemukan anak sungai. Aah kurasa jalannya berubah, kenapa anak sungainya belum terlihat, apa aku melupakan sesuatu ?
“ apakah turunan di sebelah sana ? “
Sebaiknya aku harus cepat, ( Hyun Ok pun berlari kecil menyusuri jalan setapak sampai di sebuah perbatasan tanpa sepengetahuan nya )
“ oh, itu dia bunganya. Kenapa bisa tumbuh di daerah ini. “
__ADS_1
Hyun Ok berjalan dan bersiap akan memetik bunga itu sebelum akhirnya tertahan dan terkejut karena sebuah anak panah yang melesat cepat melintas berjarak 2 cm di depan matanya.