
Beberapa hari kemudian, di kediaman Putra Mahkota Yong Ju.
" wajahnya terlihat polos dan cantik, " ( gumam Wangseja Yong Ju sembari memikirkan siluet Hyun Ok saat terkena sinar matahari beberapa hari lalu )
Seowu menghampiri Wangseja Yong Ju yang tengah duduk di meja kerjanya.
" Wangseja, apakah Seowu perlu memanggilkan tabib untuk anda ? "
sesaat kemudian Wangseja terbuyar dari lamunannya.
" ehem, untuk apa memanggil tabib " ( berpura-pura melihat dokumen kembali tanpa fokus )
" Itu.. yang mulia Putra Mahkota akhir - akhir ini sering melamun dan senyum - senyum sendiri. Kupikir lebih baik kita memanggil tabib dan memeriksanya sekarang untuk pencegahan. "
" Benarkah. Apa kamu mengetahui aku sakit apa Seowu ? " ( balas Wangseja Yong Ju salah tingkah )
" Aku tidak tahu Wangseja "
" Hmm. Baiklah, panggilkan tabib "
" Baik Wangseja "
__ADS_1
Setengah jam kemudian Seowu datang dengan diikuti seorang tabib di belakangnya.
" Hamba memberi hormat pada Wangseja.. " ( meletakkan peralatan dan hendak menunduk )
" tidak perlu tabib, langsung saja periksa aku "
" baik Wangseja " ( mengambil peralatan dokternya dan duduk di sebelah Wangseja Yong Ju )
setelah beberapa menit Sang Tabib memeriksa denyut nadi, ia berpikir keras kemudian coba mendiagnosa.
" Sepertinya Wangseja kurang tidur, jantung berdetak cepat dan wajah anda memerah. Bisa sebutkan gelaja apa yang Wangseja alami ? "
" Betul sekali wahai tabib, akhir - akhir ini aku sering sulit tidur. Jantungku juga berdetak lebih cepat dari biasanya "
" hmm.. Aku hanya tidak bisa melupakan seseorang, ini aneh sekali tabib. Dia terus saja muncul didalam mimpi serta pikiranku "
" Ooh, baiklah " ( balas Sang Tabib membereskan kembali peralatan dan tersenyum simpul )
" Bagaimana Tabib, apa penyakitku ini ? "
" hahaha, anda sangat sehat Wangseja. Ini hanyalah penyakit cinta. Penyakit cinta akan sembuh saat sudah bertemu dengan orangnya langsung " ( tersenyum riang dan mengelus janggut putihnya )
__ADS_1
" Kalau boleh hamba tahu, gadis mana yang beruntung merebut hati anda Wangseja ? "
" Apa ? ehem - ehem !. " ( Wangseja merasa salah tingkah dan berbalik memunggungi Sang Tabib )
" Jatuh cinta ? aku ? ( gumamnya dalam hati )
" Baiklah. Karena aku tidak sakit apapun kamu boleh pergi " ( tambahnya pada Sang Tabib )
Sang Tabib pergi tanpa diantar oleh Seowu.
Seowu yang mendengar semua pembicaraan tersebut terkejut tapi tetap diam dan hanya bisa menebak - nebak.
" Seowu, apakah hadiah yang aku suruh siapkan beberapa hari lalu sudah beres ? "
" Sudah Wangseja. "
" Ayo kita bersiap pergi ke kediaman adik ipar " ( Wangseja pergi dengan senyum lebarnya untuk mengganti baju )
" baik Wangseja "
" Kediaman Yeo Dae Hyun ? tidak biasanya Wangseja memperhatikan hal remeh seperti ini. " ( gumamnya mengira hadiah akan diberikan pada Putri Chun Cha )
__ADS_1
Bersambung..