Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 17 - Jatuh Hati


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, di kediaman Putra Mahkota Yong Ju.


" wajahnya terlihat polos dan cantik, " ( gumam Wangseja Yong Ju sembari memikirkan siluet Hyun Ok saat terkena sinar matahari beberapa hari lalu )


Seowu menghampiri Wangseja Yong Ju yang tengah duduk di meja kerjanya.


" Wangseja, apakah Seowu perlu memanggilkan tabib untuk anda ? "


sesaat kemudian Wangseja terbuyar dari lamunannya.


" ehem, untuk apa memanggil tabib " ( berpura-pura melihat dokumen kembali tanpa fokus )


" Itu.. yang mulia Putra Mahkota akhir - akhir ini sering melamun dan senyum - senyum sendiri. Kupikir lebih baik kita memanggil tabib dan memeriksanya sekarang untuk pencegahan. "


" Benarkah. Apa kamu mengetahui aku sakit apa Seowu ? " ( balas Wangseja Yong Ju salah tingkah )


" Aku tidak tahu Wangseja "


" Hmm. Baiklah, panggilkan tabib "


" Baik Wangseja "

__ADS_1


Setengah jam kemudian Seowu datang dengan diikuti seorang tabib di belakangnya.


" Hamba memberi hormat pada Wangseja.. " ( meletakkan peralatan dan hendak menunduk )


" tidak perlu tabib, langsung saja periksa aku "


" baik Wangseja " ( mengambil peralatan dokternya dan duduk di sebelah Wangseja Yong Ju )


setelah beberapa menit Sang Tabib memeriksa denyut nadi, ia berpikir keras kemudian coba mendiagnosa.


" Sepertinya Wangseja kurang tidur, jantung berdetak cepat dan wajah anda memerah. Bisa sebutkan gelaja apa yang Wangseja alami ? "


" Betul sekali wahai tabib, akhir - akhir ini aku sering sulit tidur. Jantungku juga berdetak lebih cepat dari biasanya "


" hmm.. Aku hanya tidak bisa melupakan seseorang, ini aneh sekali tabib. Dia terus saja muncul didalam mimpi serta pikiranku "


" Ooh, baiklah " ( balas Sang Tabib membereskan kembali peralatan dan tersenyum simpul )


" Bagaimana Tabib, apa penyakitku ini ? "


" hahaha, anda sangat sehat Wangseja. Ini hanyalah penyakit cinta. Penyakit cinta akan sembuh saat sudah bertemu dengan orangnya langsung " ( tersenyum riang dan mengelus janggut putihnya )

__ADS_1


" Kalau boleh hamba tahu, gadis mana yang beruntung merebut hati anda Wangseja ? "


" Apa ? ehem - ehem !. " ( Wangseja merasa salah tingkah dan berbalik memunggungi Sang Tabib )


" Jatuh cinta ? aku ? ( gumamnya dalam hati )


" Baiklah. Karena aku tidak sakit apapun kamu boleh pergi " ( tambahnya pada Sang Tabib )


Sang Tabib pergi tanpa diantar oleh Seowu.


Seowu yang mendengar semua pembicaraan tersebut terkejut tapi tetap diam dan hanya bisa menebak - nebak.


" Seowu, apakah hadiah yang aku suruh siapkan beberapa hari lalu sudah beres ? "


" Sudah Wangseja. "


" Ayo kita bersiap pergi ke kediaman adik ipar " ( Wangseja pergi dengan senyum lebarnya untuk mengganti baju )


" baik Wangseja "


" Kediaman Yeo Dae Hyun ? tidak biasanya Wangseja memperhatikan hal remeh seperti ini. " ( gumamnya mengira hadiah akan diberikan pada Putri Chun Cha )

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2