Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 49 - Teka Teki yang Mulai Terhubung


__ADS_3

drap drap drap


seorang pria dengan raut wajah panik terlihat sedang kabur diam - diam dari kejaran pangeran agung Yong Hwa di tengah semak belukar. Brukk !! dengan cepat pangeran Yong Hwa berhasil melumpuhkannya hingga terjatuh, terjadi sedikit perlawanan namun si pria itu kalah telak dari pangeran agung Yong Hwa yang dengan gesit langsung menginjak si pria lalu menghunuskan belati disamping leher si pria mencurigakan tersebut agar tidak bisa berkutik lagi.



" Siapa Kamu ?!! " ( sergah si pria mencurigakan )


" Jangan berpura - pura tidak mengenalku " ( Membuka penutup wajahnya )


" K k k kamuu " ( terkejut melihat wajah yang dikenalnya )


" Wajahnya mirip Raja sewaktu muda " ( gumam si pria mencurigakan )


" Katakan siapa yang dulu mengutusmu untuk membakar kediaman Ratu 12 tahun yang lalu ?! "


" Bu Bu bukan. Apa yang anda maksud ? "


" Hem, masih mau berpura - pura ? " ( belati ditangan pangeran Yong Hwa pun mulai mengiris leher si pria perlahan, darah segar mengalir mengenai dedaunan dibawahnya )


" Kuingat kan sedikit, aku adalah anak kecil yang juga ikut terperangkap didalam kebakaran yang kamu sebabkan "


" Kamu,, " ( matanya membulat terkejut )


" Pangeran Yong Hwa atau Wangseja Yong Ju ? " ( tatapnya tak percaya )


" Tidak penting siapa aku. Katakan, siapa yang menyuruhmu menyulut api dikediaman ratu dahulu ?! " ( Sergah pangeran Yong Hwa geram sambil menempelkan belatinya hingga leher si pria ter iris mengeluarkan darah segar )


" To tolong ampuni aku. Apapun yang ingin kamu tanyakan, akan ku jawab. " ( menahan belati yang bersiap membunuhnya )

__ADS_1


" Ampuni ?? " ( tanya pangeran Yong Hwa tersenyum tidak percaya )


" Itu Ratu, Ratu yang menyuruhku untuk membakar kediamannya malam sebelum kejadian " ( tawar si pria mencoba bernegosiasi )


" Ratu yang sekarang ? " ( tebak pangeran Yong Hwa berharap)


" Tidak. Ratu terdahulu sendiri yang memerintahkan nya "


" Kamu pikir aku bodoh ?!! untuk apa dia membunuh diri dan anaknya sendiri !!! " ( amuk pangeran Yong Hwa dan bersiap menikamnya saat itu juga )


" Aku yakin itu Ratu ! d di dia memakai baju ratu saat itu, dan ada seorang menteri disisinya. " ( sergah si pria mencurigakan dengan panik )


" Siapa menteri itu ? " ( mengurungkan niatnya kembali )


" D di dia,, " ( mencoba mengingat kembali )


" Sepertinya dulu dia dipanggil tuan Cha Seung.. Hoon "


" Iya "


" Baiklah, ikut denganku dan jadilah saksi di pengadilan nanti saat aku membuka kasus kematian Ratu terdahulu. Maka aku akan menyelamatkan keluargamu. Bahkan aku akan membiayai kehidupan mereka. Asal kamu mengatakan yang sebenarnya ! "


" Lalu, aku ? "


" Setelah yang kamu lakukan, masih berharap untuk hidup ?! "


" Mianhae " ( jawabnya pasrah )


" Siapapun yang berkomplot Membunuh keluarga raja maka dia akan dihukum pancung tujuh keturunan. Bagaimanapun dia sudah cukup baik dengan tidak melibatkan istri dan anakku " ( gumam si pria mencurigakan )

__ADS_1


" Cha Seung Hoon, paman dari ratu yang sekarang. Juga partai Seoin dibelakangnya. haha, kalian mencoba mengarang bukti rupanya agar terlihat seperti Ibuku sendiri yang melakukan bunuh diri. Gongju Mama, mianhae.. aku sempat berprasangka padamu " ( Sesal pangeran Yong Hwa dalam hati )


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Prrriiiiiittttt peluit pangeran kecil Ye Jun menggema di seluruh halaman istana, lalu para pelayan dan Kasim mulai berlomba lari untuk mecapai garis finish.


Kasim yang pertama sampai mendekati tali tak kuat menahan mual dan memilih pergi dari garis finish mengeluarkan isi perutnya.


Ditempat kedua pelayan di kediamannya pun mendekati garis finish namun tak melanjutkan langkahnya, ia melirik kearah pangeran kecil Ye Jun dengan tatapan memelas hingga mengeluarkan airmata.


" Keluar !! " ( teriak pangeran kecil Ye Jun )


" ah, kenapa seorang pria dewasa cengeng. simpulnya meremehkan "


Pelayan wanita yang berikutnya sampai langsung pingsan dan mimisan tak sadarkan diri saat sedikit lagi mencapai garis finish.


" Eum, angkut dia " ( titah pangeran kecil Ye Jun sambil menggaruk kepala yang tidak terasa gatal )


pelayan yang lainpun sibuk berbondong-bondong mengangkat si pelayan wanita yang pingsan dengan cepat.


Karena heran dengan tidak adanya yang mencapai garis finish hingga selesai pangeran kecil Ye Jun menghentikan permainan lalu membubarkan para pelayan.


" Kenapa tidak ada jiwa kompetisi dari mereka semua, payah ?! " ( hentak pangeran kecil Ye Jun )


Iapun kemudian berjalan mendekat garis finish dan diperhatikan nya baik - baik tumpukan hadiah yang diletakkan tepat didepannya.


Hadiah pertama adalah kotak berisi 3 batang emas yang dikelilingi oleh ribuan ulat hijau super besar. Hadiah kedua kotak tertutup berisi ular berwarna warni peliharaan kesayangannya. Dan hadiah ketiga adalah kotak yang berisi pelayan paling tampan di seluruh kerajaan.


" heumm " ( berjongkok memperhatikan semua hadiah yang sudah dipersiapkan sebelumnya )

__ADS_1


Pangeran kecil Ye Jun terlihat tengah menimbang - nimbang kemungkinan kenapa tidak ada yang mau menang di lomba yang ia buat tersebut. Sementara tanpa disadarinya para pelayan lelaki dibelakang ketakutan dan bergidik ngeri. Sedangkan para pelayan wanita meneteskan air liur tak kuat melihat pemandangan menakjubkan. di kotak lain.


🌬️ Bersambung..


__ADS_2