Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 36 - Usai


__ADS_3

Istana tampak nyaman dan indah sebagai tempat tinggal. Tapi kamu tidak tahu apa yang disembunyikan nya dibalik hal yang terlihat menarik itu. Pangeran Yong Hwa berjalan di belakang mengikuti kemudian menghentikan langkah kami untuk pergi.


" Aku berusaha membantumu, tapi kamu hanya membiarkan putri dihukum dengan ringan. Kamu terlalu baik. " ( menghadang di depan Hyun Ok dan Boram ),


" Aku hanya lebih sayang nyawa, lagipula Orabeoni masih bisa diselamatkan. "


" Kamu tahu hukuman untuk seseorang yang bekerja sama dengan orang dari dunia persilatan adalah hukum gantung ? "


Akupun menoleh menatap matanya serius.


" Benarkah ? "


" Ya. Tentu saja "


Akupun tersenyum mendengar pernyataan tersebut.


" Tapi ia adalah seorang putri, aku yakin yang mulia raja dan Ratu tidak akan tega melakukan hal itu padanya. Setidaknya untuk menyelamatkan reputasi keluarga kerajaan. Betul bukan ? "


" Yahh, betul, dia hanya mendapat hukuman 100 pukulan dan kurungan penjara 1 tahun. Dengan kasus yang tetap dirahasiakan. Ta.."


" Kenapa kamu sangat ingin aku menjatuhkan keluarga mu sendiri. Apa kamu hanya memanfaatkan ku untuk suatu hal yang tidak kuketahui ? " ( selidik Hyun Ok curiga )


" Memanfaatkan apa, aku hanya ingin tahu tindakan apa yang kamu lakukan. "


" Kalau begitu kamu sudah melihatnya. Tindakan seperti inilah yang kulakukan. " ( menunduk hormat dan pergi meninggalkan pangeran Yong Hwa )


" Ha, baiklah. Setidaknya ucapkan terimakasih pada penolong mu ini " ( berteriak kecil menyindir Hyun Ok )


--- --- --- --- --- --- ---


Ruangan tadi hanya tersisa Ratu dan putri Chun Cha yang duduk berhadapan.


" Ibu.. Aku mohon jangan ceraikan aku dengan suamiku " ( pinta putri pada Ratu di dalam ruangan tadi )

__ADS_1


" Dasar bodoh. Semuanya sudah jadi seperti ini. Setidaknya kamu harus punya kemampuan untuk memastikan rahasiamu tetap aman. Sekarang segalanya telah berakhir. Hentikan obsesimu itu. "


" Gongju Mama, ini bukanlah obsesi. " ( balas putri Chun Cha menyela )


" Akan lebih berguna jika kamu terlahir sebagai seorang pria. ckckck "


Putri yang mendengar perkataan itu tertunduk sedih. Hingga ratu menyuruh untuk segera memulai hukuman pada Putri Chun Cha. Iapun keluar dengan sukarela menuju penjara.


--- --- --- --- --- ---


Disisi lain pendeta Tao bernama Haoming telah hilang tanpa jejak dari istana. Tidak ada yang mengetahui keberadaan nya.



Dan pendeta Haoming sudah ada didalam tandu yang sedang melaju melewati hutan.


Ia kemudian sadarkan diri dan melihat dirinya dalam keadaan terikat.


ngiiikkkk, tiba - tiba saja kuda berhenti dan suasana mendadak hening. Sayup - sayup terdengar debuaran ombak dari arah pantai.


Li Jiazhen sudah ada disana dan menunggu Haoming untuk keluar.


Setelah berhasil melepaskan ikatan itu ia berniat kabur dan tidak bisa melakukan apapun saat melihat Kakak seperguruannya tengah berdiri menunggu ia keluar sedari berhenti tadi.


" Kakak seperguruan ?! " ( tiba - tiba berlutut dan memohon ampun )


" Jadi,, kamu sudah tahu apa kesalahanmu ? " ( tatap Li Jiazhen datar )


Sekujur tubuh Haoming mengeluarkan keringat dingin sambil menjawab terbata - bata.


" Ke ke kesalahanku y y yang p p pertama adalah k ka abur da ari m m Menara Teratai dan ** tidak merespon s s saat di b b bujuk ke kembali " ( melirik ke arah bawahan Li Jiazhen yang sudah beberapa hari lalu diutus untuk membujuknya kembali ke dataran China )


" Haahh.. Lalu,, apalagi ? " ( menghela nafas dan memejamkan mata melihat ke langit )

__ADS_1


" Emm, Kakak seperguruan. Aku tahu salah. Karena itu tolong lepaskanlah aku. Aku ingin hidup normal seperti yang lainnya " ( rengeknya memohon )


" Rui, pukul kaki sebelah kanannya sampai tulangnya retak. " ( titahnya pada pelayan disampingnya )


" T t tunggu dulu, Rui.


Tuan Zhen ! aku sudah mengakui kesalahanku, kenapa anda masih ingin menghukum ku ?!! " ( menahan tangan Rui yang akan mengayunkan kayu besar )


" Tidak ada gunanya merubah cara panggil. Apakah hanya itu kesalahan yang kamu perbuat ?! "


" A a akuu.. "


" Kamu menggunakan ilmu dokter yang diajarkan ibuku untuk membunuh orang lain. Masih tidak mau mengakuinya ? " ( tanya nya dingin dan lembut )


Seakan sudah mengerti Haoming kehilangan keseimbangan dan duduk pasrah atas keputusan yang akan di berikan oleh Li Jiazhen.


" Rui, patahkan kedua kakinya "


" Baik. Tuan "


Rui segera melaksanakan perintah tersebut dan mulai memukuli kaki Haoming menggunakan sebuah balok kayu berbentuk bulat yang besar. Darah tampak bercucuran dari kakinya diiringi suara patahan tulang.


Bersambung...


🖌️🖌️🖌️


cttn :


Tuan Li : Panggilan dari orang luar Menara.


Tuan Zhen : Panggilan dari para bawahannya di Menara Teratai. Hanya mereka yang bekerja di menara Lah yang bisa memanggilnya Tuan Zhen.


Zhen Zhen : Panggilan kesayangan dari ibu Li Jiazhen yang seorang tabib dewa.

__ADS_1


__ADS_2