Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 9 - Perubahan


__ADS_3

Hyun Ok terlihat tengah membicarakan sesuatu yang serius dengan orabeoni nya di sebuah ruangan,


“ Orabeoni, bagaimana dengan para pejabat dan bangsawan yang akhir – akhir ini sering datang ke rumah kita ? Apakah kakak sudah membahasnya dengan putri ? “



“ Tenang saja Hyun – ah, kakak sudah membicarakan hal itu. Putri sudah melarang mereka untuk menganggu datang terlalu sering ke kediaman kita lagi “


“ Oh, baguslah kak. Aku sudah geram melihat mereka “


“ Ahaha, apa yang kamu lakukan pada mereka, apakah kamu mengerjai mereka ? “


“ Tentu saja tidak. tapi ayah yang turun tangan mengerjai mereka. Apakah orabeoni tahu ? “


“ benarkah ? Hahaha, Ternyata ayah bisa juga seperti itu “


“ Umm, yahh walaupun tidak disengaja. Oh iya aku akan ke pasar membayar hutang pada paman Nam, apa orabeoni ingin titip sesuatu ? “


Masih dengan tawa yang merekah lebar Hyun Jae pun hanya santai menanggapi adiknya.


“ ah, tidak ada sepertinya. Jangan pulang terlalu larut Hyun-ah “


“ Arasseo “


--- --- --- --- --- --- ---

__ADS_1


Kini pasar tengah ramai dipenuhi bermacam macam pedagang disisi kiri dan kanan. Kebanyakan dari mereka menyapa Hyun Ok ramah, sangat ramah malah hingga membuat Hyun Ok terheran heran.


“ ada apa dengan mereka, biasanya juga ketus “ ( gumamnya dalam hati )


Penjual aksesoris yang sejak tadi berdiri di pojok pasar menghampiri Hyun Ok begitu melihatnya melewati dagangan.


Penjual aksesoris : “ Aih, Hyun Ok kenapa lewat begitu saja. Kemarilah lihat – lihat sini bibi punya banyak barang bagus yang baru masuk “


Hyun Ok : “ wahh wahh, apa bibi sedang demam ? Saat aku memilih aksesoris kelamaan saja langsung diusir, ini bibi malah menawarkan untuk melihat – lihat ? “


Penjual aksesoris : “ itu karena kamu tidak beli, sudah milih lama malah tidak dibeli “ ( cemberutnya )


Penjual aksesoris : “ tapi itukan masa lalu, bibi sudah lupa. Ayo kita mulai lagi dengan lembaran baru ya kan “ ( ekspresinya berubah cepat dengan cara bicaranya mendadak lembut )


“ Aahh, aku merinding “ ( bisik Hyun Ok sangat pelan )


--- --- --- --- --- --- ---


Bagian dalam pasar terdengar lebih bising dibandingkan sisi luar pasar karena diisi dengan para penjual daging, gerabah dan pandai besi yang berteriak menawarkan dagangan, dentingan besi panas yang terus dipukul agar pipih membentuk pedang dan sebagainya. Hyun Ok sampai di kedai paman Nam dan memanggil paman Nam sambil berteriak.


“ Paman Nam ..?! Paman Nam ..?! “


“ hyun Ok ?, Ada apa ? “ ( menghampiri Hyun Ok )


“ Ini, aku bayar hutangku yang 2 bulan lalu.“ ( meletakkan gulungan koin di meja )

__ADS_1


Sembari menghitung uang tersebut paman Nam tersenyum cerah dan mengambil daging dari belakang kemudian menyerahkan nya pada Hyun Ok.


“ apa ini paman ? “


“ ini daging sapi kualitas terbaik, Impor. Untukmu, bawalah. “ ( imbuh nya dengan bangga )


“ Paman sedang sekarat ? “


“ tentu saja tidak ?! Kenapa tanya begitu ! “


“ anjing kelaparan di pinggir jalan pun tak pernah paman kasih sisa tulang, tiba – tiba memberi ku banyak daging gratis terbaik ? tentu saja aku khawatir.. “


“ ehem !! Dasar tidak sopan, kalau tidak mau yasudah “ ( cemberutnya hendak mengambil kembali bingkisan )


Tapi terlambat dan bingkisan itu disambar lebih dulu oleh Hyun Ok.


“ Ahh, aku tidak enak menolak niat baik paman “


Paman Nam : “ oh iya, apakah putri akan tinggal di kediaman keluarga mu ?“ ( tanyanya sambil menunduk dengan ekspresi serius )


Tanpa disadarinya Hyun Ok sudah pergi begitu saja meninggalkan ia berbicara sendiri.


“ loh, Hyun O..k ?! Dasar tidak sopan orang tua masih bicara “


Hyun Ok tetap tak bergeming dan terus berlalu pulang dengan bahagia hingga hilang di tengah kerumunan.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2