
Pagi ini terlihat mendung, burung - burung tak berniat keluar dari sangkarnya untuk berkicau di pohon depan jendela Hyun Ok.
" Agassi, Agassi, bangunlah ini hari Sabtu akhir pekan " ( Teriak Boram menggema ke seluruh ruangan )
" Sebentar lagi,, " ( jawab Hyun Ok setengah sadar )
" Agassi, hari ini Profesor Kang akan mengajar etika gadis bangsawan betul kan. Kalau Agassi tidak bangun sekarang kejadian tahun lalu pasti akan terulang lagi " ( bisiknya pelan ditelinga Hyun Ok dengan nada yang dibuat seram )
Sekilas terbayang kejadian tahun lalu saat Hyun Ok terlambat 1 menit. Ia mendapat hukuman berjoget di depan kelas dengan wajah yang di coret - coret temannya lebih dulu. Seketika matanya langsung terbuka dan bangun dengan terpaksa mengingat kejadian memalukan tersebut.
" Boram, apa air mandiku sudah disiapkan ? "
" Hehe, sudah Agassi " ( Boram tersenyum lebar berhasil membangunkan Nonanya yang tidur seperti kerbau mati )
" Aku akan bersiap " ( semangatnya membara )
" Aku akan balas dendam pada kalian semua. Hahahahahahahah " ( gumam Hyun Ok dalam hati disertai tertawa lebar memikirkan rencana untuk membalas teman sekelas yang telah berani mencoret wajahnya tahun lalu )
Hyun Ok dan Boram telah sampai di pondok pelatihan sastrawan. Kelas terbuka yang diisi 20 meja dengan pria dan wanita berbanding sama.
" Agassi, kita terlalu cepat 30 menit. Disini masih sepi sekali "
" Iya aku tahu. " ( imbuhnya sambil melirik ke sekeliling mencari sesuatu )
" *Ketemu ! "
" Agassi, apa yang kamu lakukan. Bagaimana jika nanti ketahuan ? "
" Tidak akan ketahuan kalau kamu tetap diam " ( memberi isyarat pada Boram untuk menurut* )
Hyun Ok menghampiri merpati pos yang biasa digunakan untuk mengirim jam pembelajaran pada para murid. Menulis 19 surat dan mengirimkan nya melalui merpati kepada semua murid sekelasnya.
Waktu telah menunjukkan pukul 08.00 pagi dan Profesor Kang telah datang, ia heran melihat hanya 2 murid yang baru datang. Su Yeon dan Hyun Ok.
__ADS_1
" Cih. Dia tidak tertipu dengan suratku rupanya " ( gumam Hyun Ok melirik ke arah Su Yeon )
" Apa ini, kemana murid yang lain. Kenapa baru 2 orang ?! " ( marahnya dengan membanting gulungan buku ke meja )
Brukk !!
" Kami tidak tahu Profesor " ( jawab Hyun Ok dan Su Yeon bersamaan )
" Hah, baiklah. Aku akan memberi tahu kalian sedikit informasi. Dulu kelas ini khusus wanita, tapi sekarang akan di campur 10 pria dan 10 wanita karena kebijakan baru menteri. Dengan materi etika gadis bangsawan diubah menjadi etika seorang bangsawan dalam bersikap. Tujuannya agar pemahaman kalian lebih luas, tidak terpaku pada pemikiran seorang gadis saja. "
Su Yeon hanya terdiam dengan santai sementara Hyun Ok merasa kikuk dengan keadaan hasil ulahnya. 30 menit kemudian mereka semua sampai dan langsung mendapat amukan dari Profesor Kang. Ia tidak mempercayai alasan para murid tentang surat yang dikirim merpati secara mendadak tersebut karena melihat tidak ada jejak apapun yang tertinggal.
" Hyun Ok, Su Yeon, kemarilah. Berikan beberapa garis di wajah mereka semua. Ini penghargaan bagi kalian yang disiplin "
" Baik guru " ( Su Yeon selesai dan giliran Hyun Ok )
" Hhmm aku tidak mengira para lelaki ini akan menjadi korban, maafkan ketidak sengajaanku " ( gumamnya sambil menahan tawa melukis wajah mereka semua satu persatu )
Merekapun menari secara serentak sementara Hyun Ok, Su Yeon, dan profesor Kang tak kuat menahan tawa melihat hasil coretan karya Hyun Ok dan Su Yeon.
Pembelajaran telah usai, dan mereka semua telah kembali karena membaya payung. Sedangkan Hyun Ok lupa karena pergi dengan terburu buru. Seorang lagi bernama Mansoo putra kepala tabib istana juga lupa membawa payung, ia sedang sibuk menghapus coretan tinta di wajahnya.
" Ini, pakailah " ( Hyun Ok menyodorkan sapu tangannya )
" ah, terimakasih. Tidak tahu siapa yang melakukan hal itu tadi pagi. Dia jail sekali. " ( rutuknya dengan kesal )
" Nona, siapa namamu "
" Aku Yeo Hyun Ok putri Yeo Dae Hyun "
" Ooh, pejabat kelas 12 diibukota " ( angguknya mengerti )
" ah, pelayanku sudah datang. Nona ayo aku akan mengantarmu juga " ( melihat pelayannya dari kejauhan )
__ADS_1
" ah, tidak perlu. Payungnya cuma 2. Bagaimana jika Boram ikut dan mengantar lalu setelah sampai ia akan meminjam payungmu untukku. Aku akan menunggu disini "
" Baik, seperti itu juga tidak apa. Kalau begitu kami duluan "
" Iya, Boram pergilah lebih dulu "
" Baik Agassi, Boram tidak akan berlama lama " ( patuhnya kemudian meninggalkan Hyun Ok sendiri )
Sekitar 15 menit sudah Hyun Ok duduk di undakan tangga pintu kelas dan merasa mengantuk karena suasana dingin. Kepalanya ia sandarkan ke tiang tinggi sembari memejamkan matanya. Tidak lama ia menyadari terasa gelap,
" Apa sudah malam " ( gumamnya dan membuka mata )
Pangeran Yong Hwa sedang memegang payung dan di dekatkan ke arah Hyun Ok. Ia sudah berdiri dihadapannya sejak tadi.
" Apa yang kamu lakukan disini, tidak punya rumah untuk tidur ? "
" Cih, aku sedang menunggu Boram mengambil payung " ( membuang wajah ke arah lain )
" Hmm. Ayo aku antar "
" Tidak mau, apa tujuan mu kali ini baik padaku " ( balasnya dengan tajam )
" Aku hanya ingin minta maaf atas kejadian beberapa hari lalu. Baiklah kalau tidak mau memaafkan, apa kamu akan menunggu disini sampai malam ? daerah ini dekat dengan hutan, jadi sering ada serigala liar berkeliaran "
" Aku.. " ( ucapannya terpotong setelah mendengar auman serigala dari hutan tersebut )
" Baiklah, aku akan memaafkanmu " ( balasnya langsung berdiri )
Merekapun pulang berdua dan memakai payung bersama. Pangeran Yong Hwa memberikan payungnya untuk melindungi Hyun Ok sepenuhnya tidak peduli sebelah bahunya yang basah terkena hujan.
" Kenapa tidak bawa payung lebih " ( kritik nya pada pangeran Yong Hwa )
" Aku hanya bawa 2, satu dipakai pelayanku Yang tadi kamu suruh untuk mencari pelayanmu kan. "
__ADS_1
" hah, baiklah. Terserah "
Bersambung..