Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 56 - Flashback 2 Cemburu


__ADS_3

"Aku tidak tahu kalau ternyata Hyun Ok bisa merencanakan kebohongan sesempurna ini" ( ucap pangeran Yong Hwa memulai pembicaraan )


Sedangkan Jenderal Gwon Hwi dan Boram sama-sama terlihat kaku.


" Maafkan kami "


" Tolong Ampuni kami "


Boram dan jenderal Gwon Hwi bersamaan sambil membungkuk.


Pangeran agung Yong Hwa berusaha menyembunyikan raut khawatir dan duduk dengan santai dihadapan mereka berdua.


" Apakah dia baik-baik saja ? " ( tanya pangeran agung Yong Hwa melirik pada Boram )


" A a Agassi baik-baik saja. Beberapa hari lalu Agassi baru saja mengirimkan surat sudah menemukan sumber air bersih untuk konsumsi disana. "( jawab Boram gugup )


" Hmm. Ini sudah lewat sebulan, jika kalian terus berbohong sesempurna apapun akan kalah dengan waktu yang terlalu lama. Tidak akan percaya jika Putri Mahkota sakit selama sebulan lebih."


Jenderal Gwon Hwi dan Boram saling melirik dan bertanya menggunakan ekspresi masing-masing.


" Lalu,, " ( Tanya Boram terpotong )


" Aku akan menjemputnya kembali ke Istana " ( sergah Pangeran agung Yong Hwa )


Mereka sama-sama tak percaya atas apa yang dikatakan oleh pangeran agung Yong Hwa.


" Dan kamu, Jenderal Gwon. Setidaknya berpura-pura lah sakit untuk bantu menutupi kebohongan mereka. " ( Titah pangeran agung Yong Hwa menunjuk jenderal Gwon Hwi )


" Terimakasih pangeran agung, Boram mempercayakan Agassi pada anda. Semoga kalian bisa kembali dengan selamat. " ( sujud Boram membentur lantai hingga menimbulkan bunyi yang keras )


" Boram sangat bersyukur ternyata anda adalah seorang pangeran yang baik. " ( sambil menunduk terus menerus )


Tiba - tiba saja jenderal Gwon Hwi menarik kerah Boram dari belakang hingga Boram tak jadi berlutut.


" Sudah. berhenti bicara. Pangeran agung Yong Hwa sudah pergi "


" Apa ? " ( Melihat ke tempat duduk pangeran agung Yong Hwa sebelumnya )


" Jadi pangeran pergi begitu saja saat aku masih berbicara ? " ( gumam Boram lemas dan bahunya menurun )


" Aku pergi dulu untuk ikut mengurung diri. Boram, cepat tutup kembali pintu ini rapat-rapat. Jangan biarkan siapapun tahu atau kepala kita akan melayang. " ( Pesan jenderal Gwon Hwi yang dengan secepat kilat pergi dari ruangan kamar Putri Mahkota )


Saat menoleh Boram hanya melihat Jendral Gwon Hwi yang sudah menutup kembali pintu kamar.


" Cih " ( keluh Boram melihat kelakuan jendral Gwon Hwi )

__ADS_1


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ditempat lain, pangeran agung Yong Hwa kembali ke kediamannya dengan tergesa-gesa lalu membereskan pakaiannya.


" Pangeran, mau kemana ? kenapa mengemas pakaian sebanyak itu ? " ( tanya Alan yang baru saja sampai )


Pangeran agung Yong Hwa berhenti dari aktifitas nya dan berbalik pada Alan.


" Kali ini kamu boleh ikut. Cepat kemasi pakaianmu. "


" Kita hendak kemana pangeran ? " ( tanya Alan memperjelas )


" Kebagian Barat Kerajaan yang terkena wabah "


" Apaa ???!! "


" t t tapi, anda tidak bisa kesana pangeran "


" Putra Mahkota Yong Ju memanggil mu ke ruang rapat Istana " ( tambah Alan )


" Tidak ada yang perlu kubicarakan dengannya " ( jawab pangeran agung Yong Hwa masih sibuk mengemasi barang-barang yang akan dibawa )


" Ini juga merupakan titah dari yang mulia Raja " ( jelas Alan menyerahkan gulungan kertas rahasia berwarna merah kepada Pangeran Yong Hwa )


" Baiklah, karena ini titah ayahanda. Kita akan mampir sebentar kesana " ( ucap pangeran agung Yong Hwa )


Sesampainya didepan ruangan ia masuk dan membuka pintu besar tersebut. Didalamnya sudah duduk Yang Mulia Raja dan Putra Mahkota Yong Ju menunggu kedatangannya.


" Ini sudah saatnya kamu membantu meringankan tugas Kakakmu "


" Ayah lupa dengan perjanjian dulu ? "


" Kau.. "


" Ayahanda, aku akan berbicara berdua dengan Yong Hwa " ( ucap Wangseja Yong Ju melerai Percakapan yang mulia Raja dan pangeran agung Yong Hwa )


" hft. Baiklah, kalian bicarakan baik-baik " ( Yang mulia Raja bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruang rapat Istana )


" Aku tidak punya banyak waktu, katakan dengan singkat " ( ucap pangeran agung Yong Hwa ketus )


" Karena kamu akan segera pergi ke bagian Barat kerajaan menjemput Hyun Ok ? "


Pertanyaan yang dilontarkan itu sukses membuat pangeran agung Yong Hwa menatap Wangseja Yong Ju sambil terkejut.


" Darimana Hyung tahu ? "

__ADS_1


Gumam pangeran Yong Hwa lalu mensejajarkan tubuhnya menghadap Wangseja Yong Ju.


" Kamu lupa, jenderal Gwon Hwi adalah sahabatku sejak kecil. " ( tambah Wangseja Yong Ju seakan tahu apa yang dipikirkan pangeran agung Yong Hwa )


" Hah, hahahahaha " ( respon pangeran Yong Hwa tertawa )


" Aku hanya tidak menduga bahwa Wangseja akan tahu secepat ini. "


" Yong Hwa. ?! " ( panggil Wangseja Yong Ju geram )


" Kenapa " ( jawab pangeran agung Yong Hwa menanggapi santai dan meneguk segelas teh di hadapannya ikut duduk sambil mengangkat sebelah kaki )


" Hyun Ok adalah calon kakak iparmu. Hentikan perasaanmu padanya. "


" Apa maksud perkataan anda "


" Caramu melihat Hyun Ok, sama seperti caraku melihatnya. "


Raut wajah Pangeran agung Yong Hwa berubah mengeras dan menggenggam gelas hingga retak.


" Kamu hanya berbeda pada Hyun Ok, caramu yang biasanya sadis. Hanya pada Hyun Ok berulang kali kamu melemah. "


" Aku tidak mengerti apa yang anda bicarakan. Karena tidak ada yang penting lagi aku pamit undur diri. " ( berdiri hendak pergi )


" Hyun Ok dalam bahaya, ayo kita bekerja sama kali ini. Setelahnya kita bahas hal ini lain waktu. "


Pangeran agung Yong Hwa terpaku dan berdiri diam memunggungi Wangseja Yong Ju.


" Seperti isi surat yang kamu baca, ada laporan yang mengatakan bahwa bagian Barat kerajaan kehabisan obat-obatan. Aku sudah menyuruh Seowu mencari bahan obat-obatan yang dibutuhkan tapi mereka semua menghilang begitu saja dari pasar dan gudang persediaan istana. "


" Aku akan mencarinya "


Setelah mengatakan hal itu pangeran agung Yong Hwa pergi begitu saja.


Saat keluar dari ruang rapat Istana.


" Pangeran, apakah kita akan tetap pergi ke Bagian Barat Kerajaan ? " ( tanya Alan yang sudah siap menggendong buntalan kain di bahu kanan dan kiri miliknya dan pangeran )


" Tidak, kita akan menggali seisi kerajaan untuk mencari bahan obat-obatan ini. "


srakk !? bunyi gulungan merah berisikan bahan obat-obatan tadi dilemparkan oleh pangeran agung Yong Hwa kepada Alan.


Kembali ke ruang rapat Istana, Wangseja termenung sendirian memikirkan tebakannya yang benar. Tentang Pangeran agung Yong Hwa yang juga menyukai Hyun Ok, calon kakak iparnya.


🌬️Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2