Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 54 - Berjuang


__ADS_3

Akhirnya, tidak ada yang sia - sia jika kamu mau berjuang.


" Sedikit lagi,,. " ( semangat ku menggali lubang diantara lantai dingin dan dinding gua )


SRAKK.. Buk ?!! tanpa diduga, tanah yang digali longsor dan aku terperosok kedalam bersama reruntuhan tanah. Saat itulah aku kembali melihat ke atas, lubang seluas kurang lebih satu meter dan setinggi dua meter setengah membuat jarak di bawah sini gelap tanpa cahaya sinar matahari. Udaranya terasa lebih dingin dan terdengar aliran air yang menderu dengan deras.


" Sumber air. " ( gumamku pelan melihat keadaan sekitar )


Dibawah sini pencahayaan sangat minim dan gua ini memiliki ruang bawah tanah yang cukup luas, bisa dikatakan ini adalah sumber air lembah yang terperangkap diantara gua bebatuan didasar paling rendah. Pelan - pelan aku langkahkan kaki untuk meraba keadaan sekitar, gelap gulita dan hanya terdengar suara air yang deras.


" Hyun Jae ! "


" Yeo Hyun Jae "


" tuan Yeo kecil ! "


" Hyun jae Yeo ?! "


" Kemana anak itu pergi, tuan Hyun Jae ?!!!! " ( keluh salah satu warga yang ikut mencari )


Suara beberapa orang diluar sana menggema didalam gua. Ternyata mereka melihat jejak pohon yang kutinggalkan disepanjang jalanan menuju gua ini. Syukurku menghela nafas.


" Disini ?!! "


" Semuanya, di dalam sini ! " ( teriakku sekuat tenaga dari bawah lubang bekas reruntuhan )


" Hyun Jae ? " ( respon cepat tabib Li yang mendengar teriakanku dari dalam lubang gelap di bawah gua )

__ADS_1


" tabib Li, dibawah sini ada air. Sumber Air ?! " ( teriakku girang )


Terdengar sorak Sorai bahagia diatas sana, mereka juga ikut senang atas selesainya salah satu masalah sumber air minum yang ada di desa ini.


" Hyun Jae, menjauhlah dari pintu masuk lubang beberapa meter " ( titah tabib Li memberikan instruksi )


Brukkk, grrrdkk.! beberapa saat kemudian lubang itu longsor dan membuat jalan pintu masuk yang lebih besar, mempermudah akses jalan. Entah apa yang mereka lakukan diatas sana, yang jelas mereka mencoba membuat lubang itu semakin besar agar bisa lebih leluasa dimasuki. Disaat tanah longsor itu meluncur ke segala arah, saat itu juga beberapa dinding tanah tipis di sisi lain ikut terjatuh hingga cahaya matahari menelusup menerangi ruang bawah tanah.


Terlihat dengan jelas sebuah curug dan mata air jernih yang memancar dari beberapa lubang di dinding dan dalamnya. Bias matahari menghasilkan pemandangan yang indah di dalam sini. Seperti air sungai abadi yang tersembunyi di dalam bumi. Disekelilingnya berjajar bebatuan berwarna warni, diriku yang terpesona seperti tersihir dan langsung saja aku maju sambil mengambil segenggam air lalu kuminum.


"Aakhh, Segarnya. Tempat ini belum terjamah.


Dahaga yang sudah 2 hari kutahan akhirnya berakhir " ( pikirku menerawang )


Dan bukan aku saja, saat tersadar aku melihat ke belakang. Mereka juga ikut terpaku melihat air bersih yang banyak dihadapannya.


" Wuahhh aiirr " ( teriak ahjussi diikuti beberapa orang lainnya )


" Akhirnya aku berhasil, tabib Li. Terimakasih kalian semua sudah bersedia mempercayai ku. "


Lalu mereka semu melirik dan memandangku.


" Kami yang harus berterima kasih, Karena kamu tidak menyerah atas kami semua " ( balas ahjussi haru )


Perkataan singkat yang membuatku merasa membaik seketika. Kami pun saling melempar tawa dan senyum.


" Semua ini belum selesai, masih ada perjuangan berikutnya. Ayo bersemangat lah. " ( kata tabib Li memecah bahagia )

__ADS_1


Sontak saja wajah mereka semua kembali berubah masam,


" Ada apa ini ? Ayo kembali dan beritahu para warga " ( usulku )


Masalah air bersih pun terselesaikan. Kami kembali dengan semangat baru untuk menghadapi tantangan baru. Tidak peduli apa yang akan ada di depan sana, kami akan menghadapinya dengan saling percaya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


" Wangseja, ada surat untukmu " ( pengawal Wangseja Yong Ju menyodorkan sebuah surat yang diambilnya dari seorang penjaga gerbang istana )


" Dari siapa ? "


" Itu,, tidak tahu dari siapa. Ia menitipkan surat ini kepada salah seorang penjaga istana. Dia berpesan agar surat ini harus sampai kepada Putra Mahkota. " ( jelas pengawal pribadi Wangseja Yong Ju )


" Periksalah gudang penyimpanan menteri Eom Sik Geun. Di sana mereka sembunyikan Peony putih, bunga Lawang, Ginseng dan beberapa obat yang dibutuhkan untuk pengobatan melawan wabah di bagian Barat Kerajaan " Β’ΒΆβˆ†| ( isi surat yang dikirimkan kepada Wangseja Yong Ju diakhiri dengan simbol yang tidak dikenalnya )


" Ini,, aku saja masih menyelidiki ke mana perginya rempah obat - obatan yang lenyap di ibukota. Siapa pengirim surat ini, dia menunjukkan lokasi tepatnya, tentu saja dia bukan sembarang orang. " ( gumam Wangseja Yong Ju )


" Wangseja "


Panggilan pengawal pribadi membuat lamunan Wangseja Yong Ju buyar.


" Sekarang juga, suruh beberapa orang pergi periksa gudang penyimpanan menteri Eom Sik Geun. "


" Baik Wangseja " ( turut si pengawal meski sedikit bertanya - tanya )


" Andweyo. Kita sendiri yang akan pergi memeriksanya. " ( sergah Wangseja Yong Ju berubah pikiran )

__ADS_1


Di tempat lain, pangeran agung Yong Hwa sudah lebih dulu menyadari lenyapnya rempah dan obat yang dibutuhkan untuk menghadapi wabah dibagian Barat Kerajaan. Dia terlihat tengah berjalan berkeliling pasar memeriksa semua toko obat yang ada.


🌬️ Bersambung..


__ADS_2