
" Boram ? Boram.. ? aneh, kenapa rumah sepi sekali. "
Aku mencari Boram ke setiap ruangan dan tidak dapat menemukannya di manapun. Bertanya pada pelayan lainpun tidak ada yang tahu. Orabeoni dan putri juga tidak ada dikamarnya. Ayah baru akan pulang satu jam lagi.
" Agassi, agassii " ( berlari dengan panik menemui Boram )
" Boram ? darimana saja aku mencarimu. Kenapa denganmu, kenapa berantakan sekali " ( memungut rumput dari kepala Boram )
" Agassii, Boram yang sudah mencarimu sedari pagi. Tuan muda dan putri pergi, karena terlihat mencurigakan Boram mengikuti mereka sampai di dii di. HhHh " ( mengatur nafas sambil memukul dadanya pelan )
" Aku sedang ada urusan tadi. Katakan perlahan saja, kemana putri dan orabeoni ? " ( mengelus pundak Boram menenangkan )
" HhHh, ituu. Putri pergi bersama tuan muda ke arah pelabuhan. Agassi, sepertinya putri akan membawa kabur tuan muda ?! "
" Apa ? sejak kapan mereka pergi ?. Aku akan menyusul mereka lebih dulu. Boram, bawa bukti - bukti yang sudah kita kumpulkan dan susul aku cepat. "
" Baik a Agassi "
" Putri, kemana kamu akan membawa Orabeoni " ( gumam Hyun Ok )
Aku merasa panik dan berlari kembali keluar rumah menuju pelabuhan seperti yang dikatakan Boram. Harap cemas agar segalanya belum terlambat.
Tanpa sadar Pangeran Yong Hwa baru saja sampai dari sisi lain dan hendak memanggil Hyun Ok, namun urung dilakukan karena Hyun Ok berlari kencang tanpa memedulikan sekitarnya.
" Apa yang sedang terjadi, dia terlihat panik " ( Bicara pangeran Yong Hwa pelan )
__ADS_1
Setelah mencerna sebentar apa yang dilihatnya pangeran Yong Hwa menyadari ada sesuatu yang terjadi. Dan mengikuti Hyun Ok. Berkat langkahnya yang cepat dan lebar iapun berhasil menyusul Hyun Ok sampai di pelabuhan.
" Dimana,,, " ( gumam Hyun Ok sambil menunduk mengatur nafas yang tidak beraturan )
Ada beberapa kapal besar yang akan segera berlayar di hadapanku saat ini. Ini adalah pelabuhan terbesar di Joseon yang menghubungkan Korea dengan pulau dari negara lain. Pulau terdekat ada disisi kiri Fukuoka, Jepang, Shanghai dan yang terjauh menuju China. 4 kapal besar, 3 kapal sedang, dan 2 kapal kecil. Masing - masing kapal memiliki tanda bendera yang menunjukkan tujuan tetap tempat berlabuh. 1 kapal besar berlambangkan Xiantian Taiji, dikenal juga dengan lambang Yin Yang dari dunia persilatan terkenal. Tidak ada orang biasa yang berani menaiki kapal itu.
Aku mengedarkan pandangan ke seluruh pelabuhan dan berhenti menatap sebuah kapal berlambangkan bendera Xiantian Taiji.
" Xiantian Taiji, lambang ini biasanya digunakan oleh orang - orang dari dunia persilatan. Berarti kapal itu menuju China. Tidak mungkin Putri dan Orabeoni menaiki kapal tersebut. Itu kapal khusus untuk orang dari dunia persilatan. Tidak mungkin Putri berani menaiki kapal tersebut walaupun Ia bekerja sama dengan si Haoming "
" Kapal disebelahnya terpasang bendera berwarna merah putih dengan bunga merah ditengah dan putih disekelilingnya. Itu menandakan angkatan laut milik Jepang "
" 2 kapal lainnya memakai bendera Putih dan Biru. Putih biasanya menuju ke Fukuoka dan Shanghai. Apa mereka naik ke salah satu kapal tersebut ? "
" Jika aku menjadi putri, apa yang akan kupikirkan ? " ( berdiri di geladak kapal seraya berpikir dengan tenang )
" Pergi jauh tanpa perbekalan yang cukup tidak akan mungkin bagi putri yang sudah memiliki hidup mewah sedari kecil "
" Aku mengerti " ( Ucapku membuka mata menemukan jawaban dan melihat ke sebuah kapal berukuran sedang berlambangkan tiga Segitiga berwarna hijau)
Tanpa membuang waktu aku berlari untuk menerobos kapal tersebut. Namun salah satu petugas kapal menghentikan ku.
" Nona, anda tidak bisa masuk sebelum menunjukkan tiketnya. " ( tangannya menengadah menagih secarik kertas sebagai bukti pembayaran yang sah )
__ADS_1
" Aku.. " ( mengeluarkan sebuah gulungan koin dan memberikan nya pada petugas kapal )
" Kapal ini akan segera berangkat, sebaiknya nona segera kembali jika tidak memiliki tiket " ( imbuh petugas kapal tersebut menolak koin yang ditawarkan Hyun Ok )
" Tolong Ahjussi, aku sedang terburu - buru. Ini sangat penting " ( pinta Hyun Ok memohon )
" Tidak bisa nona "
Seorang petugas kapal lain terlihat sedang melepas tali penahan kapal untuk segera berangkat. Hyun Ok pun mengeluarkan semua uang di dalam kantongnya yang berisi beberapa lembar kertas merah dan perak, mata uang tertinggi pada zaman tersebut diatas koin. Dan memaksa petugas kapal tersebut.
" Baiklah baiklah. Aku akan memberi kelonggaran kali ini. " ( imbuh petugas kapal tersebut berubah pikiran melihat banyaknya uang dari Hyun Ok )
" Kamsamida " ( balas Hyun Ok dan berlari masuk ke dalam kapal )
" Agassiii "
Boram tengah berlari dari kejauhan dan menghampiri Hyun Ok.
Hyun Ok berbalik melihat nya dan menarik tangan Boram segera masuk. Memarahi petugas kapal yang akan melarang Hyun Ok mengajak Boram.
" Ahjussi, aku memberimu cukup banyak. Tidak akan masalah bukan jika aku mengajak seorang saja pelayanku " ( protes Hyun Ok )
Tanpa berkata apapun petugas kapal tersebut mundur dan memberikan tanda bahwa kapal siap berangkat.
Pangeran Yong Hwa memperhatikan segala yang dilakukan Hyun Ok sejak awal. Kapal itu kini baru saja berlayar menuju tempat bagian lain dari gunung Yudalsan.
__ADS_1
Pangeran Yong Hwa mundur dan dan melompat terbang ke arah kapal menyusul Hyun Ok dan pelayannya Boram.
Bersambung..