Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 16 - Kebersamaan dan Tipuan


__ADS_3

" Uaakkhh ergghhh.. Pelayan ?! aku mau bayar " ( Teriak Hyun Ok sambil bersendawa)


Pangeran Yong Hwa yang melihatnya pun hanya bisa melongo.


" Hei, gadis pendek. Tidak sopan bersendawa saat sedang makan dengan seorang keluarga raja, bangsawan / pejabat. Apa kamu tidak belajar Kelas Pribadi wanita terhormat di sekolah sastrawan wanita. Juga, bagaimana mungkin seorang wanita tidak menjaga penampilannya seperti itu " ( balas Pangeran Yong Hwa melihat baju Hyun Ok yang berantakan )


Deg ! Hyun Ok pun teringat telah berlari bersama Wangseja Yong Ju tadi siang.


" Karena dia tidak menanyakan tentang Wangseja, sepertinya dia tidak sepenuhnya mengikuti ku " ( batin nya )


" baiklah, aku tanya kita sedang dimana ? "


" tentu saja restoran rakyat biasa "


" Betul sekali, ini bukan istana untuk apa aku menunjukkannya dihadapan mu. Aku adalah orang biasa, penampilan bukan segalanya bagi kami. " ( tegas Hyun Ok kemudian berdiri dan berjalan pergi )


" Kau.. " ( pangeran Yong Hwa terdiam sedetik kemudian tertawa dan ikut berlari mensejajarkan langkah nya dengan Hyun Ok )


" Mau kubantu ? " ( menawarkan jasanya untuk membawa barang - barang Hyun Ok )


" Tidak perlu, ingat saja janjimu pangeran. " ( Hyun Ok menghentikan langkahnya dan melihat ke arah pangeran Yong Hwa )


" Baiklah, kamu bisa pegang ucapanku " ( sambil memukul pelan dadanya dengan tangan terkepal )


Pangeran Yong Hwa berhenti mengikuti Hyun Ok yang bersikeras pulang sendiri. Ia hanya berdiri melihat Hyun Ok. Kemudian datang seorang pelayan pribadinya menghampiri.


" Bagaimana, apakah mereka melihat kami bersama tadi ? "


" Iya pangeran agung, mereka yang melihatnya pasti mengira kalian akrab. Apa kita akan membiarkannya saja ? Nona Hyun Ok bisa dalam bahaya nanti. "


" Tidak perlu, biarkan saja. Ayo kita kembali ke Istana " ( Pangeran Yong Hwa tersenyum dengan liciknya )


" Baik Pangeran, aku akan mengambil kuda "


--- --- --- --- --- --- ---

__ADS_1


Disisi lain Putra Mahkota Yong Ju tengah berdiri di depan rumah hingga kedinginan. samar - samar dari kejauhan Seowu dan beberapa prajurit Istana baru saja sampai menemukan Wangseja Yong Ju.


" Wangseja..! apakah anda baik - baik saja ? " ( teriak Alan mengkhawatirkan Wangseja sambil berputar memeriksa tubuh Wangseja )


Kemudian Wangseja menepis serta mendorong Seowu menjauh.


" Aku baik - baik saja, kenapa kamu lama sekali aku hampir saja mati kedinginan "


" Prajurit ! bawa mantel kesini " ( titah Seowu pada salah satu prajurit di belakangnya )


seorang prajurit menghampiri dan memberikan sebuah mantel bulu berwarna coklat dan di pakaikan pada Wangseja Yong Ju.


" Wangseja, aku hampir saja mati melawan mereka. Lihat bajuku sudah seperti pengemis, aku bahkan tercebur ke kandang Kuda, setelah itu terjatuh dari atap genteng menimpa tukang sayur, dan berlari memanggil bantuan, petasan bantuan tidak bisa hidup karena basah terkena kotoran, jadi aku berlari ke benteng Istana, dan akhirnya baru sekarang aku menemukan mu Wangsejaa " ( Rengek nya dengan histeris )


" Jadi kamu menyalahkanku karena menyebutmu Menteri perang ? " ( jawab Wangseja Yong Ju menjauh perlahan sembari menutup hidung )


" Tidak Tidak. Tentu saja aku tidak berani "


" Sudahlah. Aku akan memberikanmu pakaian baru dan beberapa emas sebagai hadiah. Sekarang ayo kita pulang. "


--- --- --- --- --- --- ---


Hyun Ok pun telah sampai di depan rumah kediamannya. Boram terlihat tengah mondar-mandir membawa lentera kecil sebagai penerang.


" Agassi, dari mana saja sudah larut baru kembali. Tuan mengkhawatirkan Agassi. Kenapa baju Agassi sangat kotor ? " ( melihat baju Agassi sobek dan kotor di sana sini, dan sedikit basah karena keringat )


" Boram, aku sangat lelah. Siapkan air hangat aku mau mandi. " ( Titah Hyun Ok dengan lemah )


" Baik Agassi, kemarikan barangnya biar Boram bawa. " ( Boram mengambil barang belanjaan Nonanya dan mereka masuk bersama kedalam rumahnya )


--- --- --- --- --- --- ---


Di dalam bak mandi Boram tengah membantu Hyun Ok menggosok tubuhnya.


" Agassi, kenapa pulang terlambat. Tidak biasanya nona seperti ini "

__ADS_1


Hyun Ok pun membuka matanya dan mulai menceritakan kejadian yang dialaminya seharian itu.


" Astaga, apa Agassi tidak apa - apa ? apa pangeran Iblis Pembunuh itu melakukan sesuatu pada nona ? " ( Teriak Boram khawatir )


" sssttt ! tentu saja aku tidak apa - apa. Kakakku adalah menantu Raja, dia tidak akan melakukan hal sembarangan tentang hal ini. setidaknya kita tidak perlu khawatir "


" Agassi betul, Boram akan menurut saja. " ( cengir Boram kembali ceria )


" hah.. kamu menurut pasti karena tidak mengerti kan "


Boram pun hanya tersenyum mengiyakan perkataan Nonanya.


Hyun Ok pun menghela nafas berat.


" hahhh.. Aku hanya bingung siapa yang akan kunikahkan nanti denganmu Boram. Kamu terlalu polos bagaimana jika nanti kamu ditindas "


" maka.. Boram akan kembali pada Agassi dan hidup bersama selamanya " ( memeluk setengah tangan Hyun Ok )


" apa ? hahaha tidak mau. Kenapa aku harus mengurusmu " ( balas Hyun Ok sambil menyentil kening Boram )


" Boram akan tetap mengikuti nona seumur hidup ! " ( tegas Boram murung )


" baiklah - baiklah "


" Agassi mengerjai Boram lagi ? "


" Hanya sedikit " ( senyum Hyun Ok mengembang sangat cerah melupakan kelelahan yang tengah dirasakannya )


" Agasssiiii "


Mereka pun tertawa bersama melepaskan penat. Hyun Ok yang sudah menganggap Boram seperti adik sendiri dan Boram yang sangat menyayangi Hyun Ok karena telah menjadi penyelamatnya.


Boram adalah anak yatim piatu yang dulu dijual ke rumah Bordil dan di beli oleh Hyun Ok menjadi pelayan pribadinya. Sejak itu Boram telah berjanji akan setia kepada Nona nya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2