Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 20 - Senasib


__ADS_3

20 Menit berlalu dan Pangeran Yong Hwa berhasil mengalahkan para penguntit dan membuka semua penutup wajah mereka. Ia lalu menghampiri Hyun Ok yang terduduk di bawah pohon masih dengan tangan terikat erat.


" Lihatlah, apakah kamu mengenal wajah mereka ? " ( Berjongkok dan melepas ikatan Hyun Ok )


" Mereka .. " ( Hyun Ok melihat mereka semua dari jauh, samar tapi Hyun Ok ingat mereka adalah orang - orang yang tempo hari diselamatkan olehnya dari Pangeran Yong Hwa )


" Ha, lihat mereka baik - baik. Bukankah kamu menyesal ? orang yang kamu selamatkan nyawanya malah balik melukaimu, " ( Tersenyum sinis menunggu respon dari Hyun Ok )


Hyun Ok pun teringat apa yang dikatakan oleh salah satu pria dengan suara besar dan serak tadi,

__ADS_1


" Jangan berpura pura tidak tahu. Aku melihat kalian makan bersama beberapa hari yang lalu, sepertinya kalian cukup dekat bukan. "


" Jadi,, ini semua rencanamu ? "


" Bisa dibilang "


" Itu setengah benar, aku hanya ingin memberitahumu mereka itu prajurit bunuh diri. Mereka tidak akan pernah tersentuh oleh mu yang bukan siapa - siapa untuk mereka. Walaupun mereka sudah diselamatkan olehmu, mereka tidak akan berterima kasih. Kalau saja waktu itu kamu mau mendengarkan penjelasan ku lebih dulu "


" Aku kira aku bisa mempercayaimu, jadi aku mentraktirmu makan dengan tulus, karena kita sudah sama - sama kehilangan seorang ibu. Setidaknya kita punya nasib yang sama persis, tapi kamu bahkan melakukan rencana busuk ini untuk membuatku menyesal ? haha " ( Hyun Ok berdiri dan membersihkan beberapa debu yang menempel kemudian berlari meninggalkan tempat tersebut sambil menahan tangis )

__ADS_1


" Bodoh sekali, harusnya aku tidak membiarkannya melakukan ini. " ( gumam Hyun Ok )


Sedangkan Pangeran Yong Hwa masih tetap ditempat tadi dan tertegun mendengar perkataan Hyun Ok.


" Tulus ? bernasib sama ? Hahahahahaha " ( Pangeran Yong Hwa pun tertawa sekeras kerasnya dan tiba - tiba berhenti sambil menahan amarah yang memuncak )


" Apa kamu bahkan tahu rasanya menjadi seorang anak yang ingin dibunuh oleh ibunya sendiri ? " ( Pangeran Yong Hwa melampiaskan amarahnya dengan menebas beberapa pohon di sekitarnya )


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2