
Yeo Hyun Ok ~
" Perihal kerja sama putri dengan orang dari dunia persilatan.. Jika aku memberitahukan hal ini pada yang mulia raja aku tidak tahu apa hukuman yang akan diberikan pada Putri, tapi putri adalah kesayangan Raja dan Ratu, jadi tidak mungkin diberikan hukuman yang terlalu berat baginya. bagaimanapun juga hal yang ia lakukan ini tidak benar. Pada akhirnya orang yang paling menderita adalah Orabeoni, ia tidak mengingat sebagian kisah hidupnya dan tidak memiliki pilihannya sendiri. Tidak seperti ini caranya mendapatkan seseorang yang disukai. Aku harus mencari bukti terlebih dulu dan mencari tahu seperti apa si pendeta Tao Haoming itu. Bersabarlah Orabeoni.."
2 hari kemudian Hyun Ok pun memutuskan untuk pergi keluar menyelidiki sendiri pendeta Haoming tersebut dengan mengenakan pakaian laki - laki.
Boram bingung saat mengirim makan siang ke kamar Hyun Ok sudah tidak ada ditempatnya dan meninggalkan sebuah catatan kecil
***Boram, aku akan pergi sebentar. Jika ada yang bertanya bilang saja aku sedang demam dan tidak ingin menemui siapapun. Aku tidak mengajakmu karena aku sudah memberimu tugas penting. Ingatlah untuk berhati - hati. ~Hyun Ok**.
" Baik agassi, Boram mengerti. Apapun yang kamu lakukan tetaplah jaga keamanan. " ( bicaranya pelan kemudian melipat catatan itu dan dimasukkan ke ke kantong bajunya )
--- --- --- --- --- --- ---
" Dimana aku harus mencari tahu tentang pendeta itu " ( gumam Hyun Ok sembari menyusuri jalanan di ibukota siang itu )
" Aku belum makan sejak pagi, sebaiknya aku makan dahulu " ( sambil mengelus perut yang sudah keroncongan )
Hyun Ok pun masuk ke sebuah restoran dan duduk menunggu hidangan datang. Ia melihat banyak orang disana, salah satunya seorang pria berpakaian aneh berwarna putih berhiaskan bordiran mahal yang sepertinya bukan berasal dari kerajaan sini. Untuk sesaat Hyun Ok terpaku menatap wajah tegasnya yang terlihat berwibawa, alis tebal yang menyatu sangat serasi dengan wajahnya yang uhmm.. terlihat tampan tapi bukan dari daerah Kerajaan Joseon. Ia mengetuk ngetuk meja dengan jarinya sambil berpikir wajah pria itu tidak identik daerah sini.
__ADS_1
" Ah ! dasar Hyun Ok, apa yang sedang kupikirkan " ( menepuk jidatnya dan mengambil sumpit )
Makanan sudah datang sedari tadi sejak Hyun Ok tenggelam dalam terkaan lamunannya sendiri. Baru sesuap ia memasukkan nasi ke dalam mulutnya seorang pelayan tiba - tiba terjatuh dan membentur meja tempatnya makan sehingga makanan tersebut berhamburan mengotori baju Hyun Ok. Seketika pelayan pria tersebut pingsan di depannya sambil memegangi dada seperti sesak tidak bisa bernafas. Hyun Ok menjatuhkan sumpit nya terkejut dan langsung menghampiri pelayan tersebut.
" Haa, Ahjussi. Kamu tidak apa - apa ? " ( berjongkok di sebelahnya dengan tangan menggantung takut untuk menyentuh tangan pelayan itu )
Beberapa orang disana panik melihat kejadian itu, tak sedikit juga yang hanya mengabaikannya.
" Paman, kenapa anda tidak memanggil tabib ?! " ( tanyanya pada bos pemilik restoran )
" haduh.. merepotkan saja, dia itu hanya berpura pura sakit. Tidak usah anda pedulikan tuan muda. Sebaiknya anda segera kembali ke meja anda. Kami akan membawanya kebelakang "
" Apa katamu ? " ( tanya Hyun Ok ingin memperjelas )
" Lihat paman, dia kejang - kejang seperti itu dan mengeluarkan air dari mulutnya ! ini sungguhan ! cepat panggil tabib ! " ( bentak Hyun Ok pada bos restoran tersebut )
" Merepotkan sekali, menghabiskan uangku saja " ( celoteh bos restoran tersebut )
Karena tidak bisa lagi mengelak bos restoran tersebut menyuruh salah satu pelayannya untuk pergi memanggil tabib.
__ADS_1
Bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan Hyun Ok hanya melihat pelayan itu sembari melirik kesana kemari menunggu tabib datang. Banyak orang berbisik di belakangnya.
" Lucu sekali, kenapa dia mempedulikan pelayan rendahan seperti itu "
" Hah, tidak penting sekali "
" Membuang buang waktu saja mengurusi pelayan yang mau mati. Cuih ! "
Tidak lama setelahnya pria berpakaian aneh berwarna putih tadi berdiri dan menghampiri Hyun Ok dan pelayan yang sudah tergeletak kesulitan bernafas. Pria tersebut mendekatkan tangan ke hidung si pelayan kemudian membaca denyut nadi ditangan pelayan tersebut. Beberapa detik kemudian ia membuka baju pelayan tersebut dan mengeluarkan sebuah bambu kecil runcing berniat menusukkan benda itu. Hyun Ok yang tadinya ingin berpaling diurungkan niatnya dan menahan tangan pria itu.
" Tuan, apa yang akan kamu lakukan ? kenapa kamu ingin membunuhnya. " ( tanya Hyun Ok serius sambil menahan tangan pria itu dan menatap wajahnya )
" Jika kamu masih menahanku dia akan benar - benar mati "
Hyun Ok masih diam tidak percaya dan mereka saling menatap beberapa saat.
" Aku adalah tabib " ( tambah pria tersebut )
" Aah, baiklah " ( Hyun Ok pun melepas genggaman tangannya dengan canggung )
__ADS_1
Cluk ! sontak saja pria itu langsung menusukkan bambu tersebut ke bagian bawah dada diantara tulang rusuk pelayan itu dan kemudian keluar angin dari bambu kecil, si pelayan tersebut langsung diam merasa lega sekaligus perih bersamaan. Hyun Ok yang menyaksikan kejadian itupun hanya bisa melongo Tidak yakin dengan apa yang telah dilihatnya.
Bersambung..