
" Hufffft ! "
Pangeran Yong Hwa berdiri dan menepuk nepuk wajahnya membersihkan tanah yang menempel. Setelahnya ia melotot ke arah Hyun Ok.
Hyun Ok yang melihatnya pun mendadak berhenti tertawa.
" Kamu duluan yang menggangguku, jadi jangan.. "
Belum sempet Hyun Ok menyelesaikan kata - katanya pangeran Yong Hwa sudah melengos pergi begitu saja melompat pagar belakang rumah dan menaiki pohon lalu hilang sekejap mata.
" Apa - apaan dia, kenapa suasana hatinya berubah lebih cepat daripada wanita yang sedang datang bulan " ( omelnya pelan )
Hyun Ok dan Boram sukses melakukan aksinya hari itu.
--- --- --- --- --- --- ---
__ADS_1
Brakk !! buku - buku berhamburan kemana mana di ruang kerja pemungut pajak pemerintah.
" Tuan Ahn, bukankah kamu bilang alasanmu menaikkan pajak adalah untuk membantu korban wabah di bagian barat kerajaan ?! tapi aku baru saja mendapatkan laporan mereka kekurangan bahan pangan disana " ( Amuk Tuan Yeo dan melempar laporan yang dikirim dari bagian barat kerajaan )
" Tuan Yeo, bagaimana mungkin kamu memfitnah ku tentang ini. Bagian mengirimkan dana kan diserahkan pada Tuan Beomsok dari catatan pembukuan ! "
" Tuan Ahn ! aku kan hanya mencatat pembukuan nya saja, kenapa kamu menyalahkanku juga " ( balas tuan Beomsok balik pada tuan Ahn )
Situasi diruangan itupun semakin pelik karena mereka saling menyalahkan satu sama lain dan tuan Yeo menghela nafas kasar kemudian duduk tidak ikut adu mulut.
--- --- --- --- --- --- ---
" Ayah, apa ada sesuatu yang terjadi ? " ( duduk disebelahnya sambil meletakkan mangkuk kecil )
" Hmmm, hanya masalah pekerjaan saja. Dana untuk korban wabah yang sudah kami pungut dari pajak hilang entah kemana. Saat ditanya tidak ada satupun dari mereka yang mau mengaku "
__ADS_1
" Lalu, tanggung jawab pasti akan dilimpahkan pada pekerja disana untuk mengganti kerugian biaya yang hilang " ( jawab Hyun Ok melanjutkan apa yang ingin dikatakan tuan Yeo )
" Yah, betul sekali. Putri ayah memang pintar. " ( timpal tuan Yeo sambil melepas Gat/topi hitamnya )
" Tentu saja, aku kan putri ayah. Aku sangat mirip ayah dalam hal berpikir. Dan orabeoni sangat mirip ibu. " ( ekspresi Hyun Ok mendadak murung mengingat masalah yang disembunyikan nya dari sang ayah )
" Huumm wah, bau apa ini " ( balas ayahnya mengalihkan topik pembicaraan )
" Ini, sup ginseng dan sarang burung. Setelah makan ini pasti ayah dapat menyelesaikan berbagai masalah apapun itu. " ( senyum Hyun Ok kembali ceria dan percaya diri sembari menyodorkan mangkuk yang dibawanya tadi )
--- --- --- --- --- --- ---
Saat sedang asyik bercengkrama dengan ayahnya Hyun Ok pamit dan mengirim surat burung untuk tabib Li tentang perjanjian mereka kemarin sore.
" Tabib Li, aku akan menunggumu di lembah dekat sungai Kamis pukul 4 sore " - Yeo Hyun Jae
__ADS_1
Merpati pos mengudara untuk menyampaikan pesannya.
Bersambung..