Realize I Need You

Realize I Need You
Episode 28 - Sekadar


__ADS_3

" Hufffft ! "


Pangeran Yong Hwa berdiri dan menepuk nepuk wajahnya membersihkan tanah yang menempel. Setelahnya ia melotot ke arah Hyun Ok.


Hyun Ok yang melihatnya pun mendadak berhenti tertawa.


" Kamu duluan yang menggangguku, jadi jangan.. "


Belum sempet Hyun Ok menyelesaikan kata - katanya pangeran Yong Hwa sudah melengos pergi begitu saja melompat pagar belakang rumah dan menaiki pohon lalu hilang sekejap mata.


" Apa - apaan dia, kenapa suasana hatinya berubah lebih cepat daripada wanita yang sedang datang bulan " ( omelnya pelan )


Hyun Ok dan Boram sukses melakukan aksinya hari itu.


--- --- --- --- --- --- ---

__ADS_1


Brakk !! buku - buku berhamburan kemana mana di ruang kerja pemungut pajak pemerintah.


" Tuan Ahn, bukankah kamu bilang alasanmu menaikkan pajak adalah untuk membantu korban wabah di bagian barat kerajaan ?! tapi aku baru saja mendapatkan laporan mereka kekurangan bahan pangan disana " ( Amuk Tuan Yeo dan melempar laporan yang dikirim dari bagian barat kerajaan )


" Tuan Yeo, bagaimana mungkin kamu memfitnah ku tentang ini. Bagian mengirimkan dana kan diserahkan pada Tuan Beomsok dari catatan pembukuan ! "


" Tuan Ahn ! aku kan hanya mencatat pembukuan nya saja, kenapa kamu menyalahkanku juga " ( balas tuan Beomsok balik pada tuan Ahn )


Situasi diruangan itupun semakin pelik karena mereka saling menyalahkan satu sama lain dan tuan Yeo menghela nafas kasar kemudian duduk tidak ikut adu mulut.


--- --- --- --- --- --- ---


" Ayah, apa ada sesuatu yang terjadi ? " ( duduk disebelahnya sambil meletakkan mangkuk kecil )


" Hmmm, hanya masalah pekerjaan saja. Dana untuk korban wabah yang sudah kami pungut dari pajak hilang entah kemana. Saat ditanya tidak ada satupun dari mereka yang mau mengaku "

__ADS_1


" Lalu, tanggung jawab pasti akan dilimpahkan pada pekerja disana untuk mengganti kerugian biaya yang hilang " ( jawab Hyun Ok melanjutkan apa yang ingin dikatakan tuan Yeo )


" Yah, betul sekali. Putri ayah memang pintar. " ( timpal tuan Yeo sambil melepas Gat/topi hitamnya )


" Tentu saja, aku kan putri ayah. Aku sangat mirip ayah dalam hal berpikir. Dan orabeoni sangat mirip ibu. " ( ekspresi Hyun Ok mendadak murung mengingat masalah yang disembunyikan nya dari sang ayah )


" Huumm wah, bau apa ini " ( balas ayahnya mengalihkan topik pembicaraan )


" Ini, sup ginseng dan sarang burung. Setelah makan ini pasti ayah dapat menyelesaikan berbagai masalah apapun itu. " ( senyum Hyun Ok kembali ceria dan percaya diri sembari menyodorkan mangkuk yang dibawanya tadi )


--- --- --- --- --- --- ---


Saat sedang asyik bercengkrama dengan ayahnya Hyun Ok pamit dan mengirim surat burung untuk tabib Li tentang perjanjian mereka kemarin sore.


" Tabib Li, aku akan menunggumu di lembah dekat sungai Kamis pukul 4 sore " - Yeo Hyun Jae

__ADS_1


Merpati pos mengudara untuk menyampaikan pesannya.


Bersambung..


__ADS_2