Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Bertemu Kembali


__ADS_3

"Pangeran, anda bisa melihat?" demi perkataan yang di layangkan kedua pangeran itu benar, Shi Chao bertanya dengan nada keraguan.


Mereka berdua melihat Shi Chao yang berada di belakang Fu Huishen, dengan anggukan yang bersamaan itu membuat kaki Shi Chao lemas. Perasaan terharu muncul di hatinya, akhirnya.


"Aneh sekali, sejak kapan aku bisa melihat kak?"


"Itu hal yang bagus adik, yang terpenting kita bisa melihat dunia sesuai impian kita"


Fu Huishen merangkul pundak adiknya dan menghadapkan ke sisi jurang, melihat petasan yang sangat memukau. Malam tahun baru ini sangat spesial bagi mereka berdua, sangat spesial.


Petasan petasan itu sangat indah, berbagai warna muncul di sana membentuk sebuah pola yang indah. Shi Chao yang sedang bersujud pun dibantu Shi Xiong untuk berdiri, aneh anak ini.


"Indah sekali, aku ingin melihat semuanya" nada gembira kembali terdengar, nada yang jarang di ucapkan oleh Fu Chenwu selain nada pedih dan menyakitkan.


"Kita akan melihat hal yang lebih indah dari ini"


"Benar, kakak kita harus melihat nya"


Angin sepoi sepoi berhembus menerjang mereka semua, hanfu biru yang di pakai Fu Huishen dan Fu Chenwu berkibar kibar, rambut yang tergurai juga bergerak kesan kemari. Tampan sekali, sangat tampan.


"Mengharukan sekali"


Suara ini membuat mereka menoleh ke arah wanita yang sedang memegangi kipas dengan duduk di batu besar, tunggu, sejak kapan wanita itu ada disini? Kenapa mereka tidak menyadari nya?


"Siapa kamu? Mengapa kamu ada disini" Shi Xiong maju beberapa langkah sambil mengambil pedang di sarung pedangnya, dia harus melindungi tuan nya dari pembunuh ini.


"Yue Yin?" alis Fu Huishen terangkat, suara ini seperti suara wanita yang memberinya Giok Biuu itu.


Wanita itu berbalik guna menghadap ke arah mereka semua berada, terlihat jelas jika wanita ini menggunakan topeng ungu emas yang indah dengan kipas berwarna putih bergambar naga ungu di tangan nya "Hebat sekali, ternyata ingatan pangeran ini tajam sekali"

__ADS_1


"Kenapa? Kamu tidak menginginkan keberadaan ku? Kalau begitu aku pergi saja" melihat keterdiaman pangeran membuat hati nya sakit, astaga aku lebih baik berdiam diri di sana daripada mengucapkan kata itu.


Fu Huishen menggeleng, bukan, bukan ini yang ia mau. Ia hanya ingin bertanya, tapi kenapa malah terjadi seperti ini Yue Yin hanya salah paham "Tidak, bukan seperti itu. Kamu salah paham"


Dari sudut mata Yue Yin, dia dapat melihat Fu Huishen yang berjalan maju. Yue Yin juga ikutan maju, dia takut kalau disini mereka berdua akan mati jatuh begitu saja "Kenapa? Aku hanya orang asing, kau tidak seharusnya ketakutan seperti itu kan?"


"Tidak, aku tau kamu orang baik. Tidak seperti mereka yang seperti iblis" melihat Fu Huishen yang sudah berada tepat di hadapannya membuat Yue Yin terdiam.


Senyum tipis terlihat di bibir nya, topeng yang menutupi wajah nya yang sebagian saja 'Andai saja kau tau, kau pasti akan menyesal'


"Kau yakin sekali, kalaupun aku iblis yang sama seperti mereka. Apa yang akan kau lakukan?"


"Aku tidak akan melakukan apa pun"


Dengan gerakan tiba tiba Yue Yin melihat Fu Huishen yang memeluk dirinya, pelukan hangat yang sangat ia nantikan. Sayang sekali, ini perwujutan reinkarnasi kekasih nya saja.


"Hei, kau ini. Lihatlah sekeliling mu, kau tidak melihat bawahan dan adikmu itu tertegun melihat mu?"


"Aku tidak peduli, balas pelukan ku. Aku merasa nyaman di pelukan mu" dengan nada keraguan itu membuat Yue Yin yang tadi berdiam diri pun luluh dan memeluknya lembut.


Nyaman.


Rasa nyaman yang tidak pernah Fu Huishen rasakan kini ia dapat merasakan nya, tangan Yue Yin yang tadinya hanya memeluknya kini berpindah tempat ke arah belakang kepala Fu Huishen dan mengelus nya perlahan.


Pemandangan aneh ini dilihat oleh Fu Chenwu dan bawahan mereka, pangeran yang biasanya anti dengan wanita kini malah meminta pelukan dengan wanita bernama Yue Yin ini?


"Sudah bukan? Lepaskan pelukan mu" tangan yang mengelus itu berhenti berniat mendorong tubuh Fu Huishen yang berada di dekapan nya.


Celengan terasa di dadanya, astaga anak ini "Aku tidak mau, kenapa kamu berlaku begitu padaku"

__ADS_1


Dengan terpaksa, Yue Yin mendorong sekuat tenaga untuk menjauhkan dirinya dari Fu Huishen. Jangan sampai mereka semua berpikir yang tidak tidak "Berlaku seperti apa? Pangeran jangan sampai aku menjatuhkan mu ke jurang ini ya"


"Kejam sekali"


Mereka bedua terdiam sejenak, Yue Yin teringat dengan perkataan yang Fu Huishen katakan waktu itu "Aku teringat akan perkataan mu tadi, kalau kamu akan kabur dari istana Fu?"


Kerutan kecil muncul di dahi Fu Huishen, jangan jangan wanita ini sedari tadi sudah disini tapi mereka saja yang tidak tau? "Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?"


"Aku tidak menerima pertanyaan, jawab ya atau tidak"


"Kalau memang iya, kakak mau apa? Memang nya kakak bisa membantu kita?" Fu Chenwu berkata dengan tatapan menyelidik, anak ini sudah bisa melihat kalah terlihat sombong sekali.


Senyum seringgai muncul di bibir Yue Yin, dia berjalan mundur beberapa langkah. Membuka kipas yang sedari tadi dia tutup dan mengibaskan di di sekitar mukanya "Kalau aku bantu, apa jaminan ku? Aku tidak ingin kalau kalian saja yang untung"


"Kau ini, iklas atau tidak?" tamparan kecil di lengan Shi Chao rasakan, apa apa ini aku hanya mengatakan kenapa malah aku di tampar? Aku salah apa?


Yue Yin tertawa, ayolah anak itu suka sekali ceplas ceplos. Memang tidak jauh beda dengan Liu Lin dulu, ah, aku jadi rindu dengan nya "Perbuatan kan memang harus ada balasan nya, kalau kamu berbuat baik maka balasan akan baik. Sebaliknya, jika kamu berbuat jahat, maka balasan mu akan jahat"


Berpikir keras.


"Aku tidak tau, tapi apapun yang akan kamu inginkan. Aku akan melakukannya" perkataan Fu Huishen ini tergolong nekad, bagaimana jika Yue Yin meminta nyawa nya?


Fu Chenwu berseru tidak Terima, kakak nya ini ternyata kalau berhadapan dengan wanita bisa bodoh juga "Kakak, apa yang kamu lakukan!!"


"Yang benar saja, seorang pangeran terhormat di negara Fumue bisa tunduk begitu saja pada ku yang rendahan ini?" salah, aku bukan rendahan. Bahkan jika di bandingkan, aku ini masih bertahta tinggi daripada kalian.


"Aku benar, aku akan melakukan apapun asalkan kami bisa keluar dari negara Fumue"


Keluar dari sini? Ayolah Yue Yin saja bukan orang asli negara ini, dia malah ada di negara Jing.

__ADS_1


__ADS_2