Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Selalu Memikirkan Nya


__ADS_3

Yun Xuan tengah duduk bersandar pada kayu di kamar nya, tempat ini paling pas saat melihat indahnya langit malam, banyak bintang bintang yang mengelilingi satu bulan dalam satu malam.


Pemandangan ini terlihat sangat indah, sejak Yun Xuan bisa melihat, Yun Xuan selalu suka langit malam.


Alasannya, karena malam Yue Yin sellau muncul untuk menjaga nya, karena malam ia dipertemukan oleh Yue Yin.


Sesingkat singkatnya kenangan nya bersama Yue Yin, melupakan nya akan terasa sangat berat, Yun Xuan mengakuinya tujuh tahun ini Yun Xuan berusaha untuk melupakan Yue Yin, tapi tidak bisa. Selalu saja ada halangan, Yun Xuan merasa kalau takdirnya ada di tangan Yue Yin, takdir dari semua takdir.


Jawaban dari semua jawaban, kesengsaraan yang selalu ia rasakan itu hanyalah kesengsaraan biasa.


"Yun Xuan, kenapa kamu tidak ikut makan malam?" sedari tadi Yun Tian melihat aneh kepada Yun Xuan, beberapa hari ini Yun Xuan terlihat sangat tidak bersemangat seperti biasanya.


Yun Xuan tau kalau Yun Tian memasuki kamar nya, tapi Yun Xuan hanya bisa berdiam diri dan terus memandang langit yang indah tanpa mengalihkan pandangan. Langit itu tidak akan pernah menghilang Yun Xuan.


Yun Tian mendekati Yun Xuan perlahan, tangan Yun Tian terlihat sedang memegang nampan berisi makanan, sewaktu tadi Yun Xuan tidak datang untuk makan malam dan Yun Tian berniat hati untuk memberikan makanan ini kepada Yun Xuan.


Sejak Yun Xuan tinggal di sini, Yun Xuan selalu di jaga dengan baik seperti berbagai yang berharga dan paling lama di antara yang lain, dilindungi agar tidak lecet sedikit pun.


"Hanya tidak ingin kak" tidak ada nada semangat dalam perkataan Yun Xuan, menjawab seadanya adalah ciri khas dari Yun Xuan.


Senyum lembut Yun Tian berikan saat melihat Yun Xuan berkata malas, nampan nya sudah berpindah tempat di meja kamar Yu Xuan "Jangan terlalu memikirkan nya, aku yakin Yue Yin akan datang, tunggu sebentar lagi"


Tunggu sebentar lagi.


Yun Xuan sangat muak dengan kata itu, mendengarnya saja Yun Xuan merasa sangat marah.

__ADS_1


"Kenapa kakak ada di sini?" tanyanya saat Yun Tian berada di sisi sebelah kanan Yun Xuan.


"Aku menghawatirkan mu, kamu pulang menjelang malam dan kamu tidak ikut makan malam" rasa sayang Yun Tian bukan berpura pura, Yun Tian sangat menyayangi Yun Xuan dan Yun Mu.


Mereka berdua sudah di anggap sebagai adik nya.


'Aku tau, tapi aku tidak bernafsu untuk makan' mendengar kata 'tunggu sebentar lagi' sudah membuat perut Yun Xuan kenyang.


Nampan berisi makanan untuk Yun Tian diberikan pada Yun Xuan dengan Yun Tian sendiri, mendengar Yun Xuan tidak ikut makan malam membuat Yun Tian khawatir. Bagaimanapun Yun Xuan sudah di titipkan Yue Yin kepada keluarga Yun, keluarga Yun sangat menyayangi Yun Xuan seperti anaknya sendiri "Ambil ini, saat aku mendengar kamu tidak ikut makan malam, aku langsung bergegas ke paviliun mu. Aku akan menunggumu di sini, hiraukan yang lain, pentingkan kesehatan mu dulu"


Yun Xuan memandang Yun Tian kosong, melihat seseorang yang tidak ada hubungan darah dengan nya berperilaku menganggap dirinya sebagai keluarganya membuat hati Yun Xuan tersentuh, melintas kata 'Aku menyayangimu'.


"Bagaimana dengan kakak?" dibandingkan nya Yun Tian dengan nampan di hadapan Yun Xuan.


Melihat Yun Tian yang sangat lembut pada nya, Yun Xuan sangat mengharapkan kehidupan nya selalu menjadi seperti ini, sampai kapan pun.


Yun Xuan makan ditemani Yun Tian, Yun Xuan yang teus berkutat dengan makanan sedangkan Yun Tian berkutat dengan Giok, Yun Tian selalu suka pada Giok. Menurutnya giok adalah hal yang paling indah di seluruh dunia ini selain langit, giok di dunia ini sangat banyak jenis nya dan keinginan Yun Tian adalah mengumpulkan semua giok yang ada di dunia ini.


'Dua hari ini alam sangat cerah, bahkan banyak angin yang mengarah ke arah selatan. Apa yang sebenarnya terjadi?' sedikit demi sedikit makanan di nampan habis tidak tersisa, Yun Xuan memakan nya sampai habis!!


''Kakak, sebenarnya dimana tempat tinggal sekte Tianyin?'' karena rasa rindu yang berlebihan, Yun Xuan bertanya agar Yun Xuan mencari dimana tempat tinggal sekt Tianyin yang dirumorkan misteri.


'Tianyin? Itukan sekte milik Yue Yin' putaran giok itu berhenti sejenak, terkejut akan perkataan Yun Xuan yag terlalu tiba tiba ''Katanya ada di gunung Sufen, gunung yang sering menyesatkan banyak orang yang bernit jahat''


''Bagaimana kakak bisa tau? Sedangkan aku dan Yun Mu mencari tau tentang sekte Tianyin tapi tidak pernah membuahkan hasil'' uacapan panjang lebar yang diktakan Yun Xuan membuat Yun Tian panik seketika.

__ADS_1


''Dulu aku pernah berkunjung di sana, saat aku dan Yun Shai dikejar kejar oleh sekt Qinghou'' alasan masuk akal yang diberikan Yun Tian pada Yun Xuan tidak berhasil.


Tatapan menyelidik diberikan Yun Xuan kepada Yun Tian, memangnya aku anak kecil? Aku tau kaluraga Yun memiliki rahasia yang tersimpan rapat.


Memikikan bagaimana sikap keluarga Yun kepadanya dan adiknya sangat aneh.


''Aku akan mengajakmu saat waktunya tiba'' Yun Tian berdoa dalam hatinya.


...****************...


"Aku membencimu!!" tidak sampai di situ, Hao dan Yun Mu yang sudah keluar pun masih bertengkar di halaman milik paviliun Yun Xuan.


Yun Mu selalu menerima cacian dari Hao, bahkan Yun Mu menganggap Hao adalah hewan peliharaan nya, karena Hao selalu ada saat Yun Mu dan Yun Xuan membutuhkan nya.


Faktanya Naga adalah hewan yang paling setia, Naga selalu memikirkan kesejahteraan banyak orang dan kebahagiaan banyak orang, apalagi jika menyangkut pada sang pemiliknya, Naga akan selalu menjadi partner hingga sangat pemilik menghembuskan nafas terakhir nya.


Hewan partner Naga ini tergolong sangat sedikit, hanya beberapa orang yang bisa berinteraksi dengan Naga, dan orang itu adalah orang yang terpilih.


Bukan hal umum bagi keluarga Yun jika Yun Xuan memiliki partner Naga, karena berita Hao yang kembali setelah beratus ratusan tahun yang lalu menghilang dengan jiwa Yin Jia.


''Lebih baik kamu pulang dan tidur'' Yun Mu terus berjalan sambil memegangi ekor Hao dan mengarah ke arah paviliun nya sendiri.


''Aku tinggal bersama Tuanku, bukan diimu'' bodoh, Yun MU sangat bodoh.


"Tuan mu adalah kakak ku, berarti aku juga Tuan mu. Biarkan kakak ku beristirahat kamu tau dia terlalu banyak pikiran" langkah Yun Mu terhenti, memandang Hao kesal dan dipenuhi amarah, Yun Mu ingin sekali membuang Hao di lautan.

__ADS_1


__ADS_2