
Paviliun Bunga sedang ramai berdatangan tabib, banyak tabib yang di utus kesana okeh kaisar untuk mendapatkan jawaban. Namun, tidak ada satupun tabib yang tau itu penyakit apa, bahkan tabib Yu pun sangat ading dengan racun itu.
Bunga yang bermekaran di paviliun bunga layu begitu saja, terlihat sangat menyeramkan. Suasana ynag cerah berganti dengan keadaan yang suram, banyak orang yang menyayangkan kejadian ini.
Kaisar Fu khawatir akan putrinya yang terus terusan menangis pedih "Bagaimana keadaan nya? Apa kalian sudah menemukan racun apa itu?"
Semua tabib menggeleng pertanda tidak tau, racun ini sangat aneh tidak ada bau dan tidak ada warna.
"Bagaimana bisa?! Kalian ini tabib terhebat, kenapa kalian tidak bisa melakukan hal sepele ini?!" kemarahan Kaisar Fu tidak dapat dielakkan, melihat kebodohan tabib seperti mereka.
Hal sepele dia bilang?
Tabib Yu mencibir dalam hati 'Kenapa ada raja bodoh seperti dia? Pantas saja Yue Yin menginginkan ku kemarin malam'
Salah satu tabib menjawab dengan ragu "Yang Mulia Kaisar, racun ini hanya bisa didapatkan melalui sihir hitam. Racun anggrek hitam"
Perkataan tabib itu menyatakan Kaisar Fu dan Permaisuri Qin tertegun, bagaimana bisa? Racun anggrek hitam itu memang di ambil dan dibuat untuk membunuh Fu Huishen dan Fu Chenwu, bukan untuk mmebunuh anaknya.
Fu Suiyin berteriak bak kesetanan "Tidak, bagaimana bisa ada orang yang begitu jahat kepadaku. Apa salahku?!!!!"
Teriakan dan tangisan itu terdengar pilu, siapapun yang mendengar nya akan merasa sedih.
"Tenanglah nak, ibu akan memikirkan bagaimana cara mengatasi nya" Permaisuri Qin mengusap lembut tangan anak nya yang tengah berbaring lemas, tubuh nya tidak bisa digerakkan sama sekali.
"Ibu, kenapa ini bisa terjadi kepadaku"
Suara tangisan yang menyayat hati, kejadian ini adalah hasil dari perilaku yang mereka tanam sendiri. Menanam bibit berarti siap memanen apa pun yang hasil dari perberbuatannya, tidak ada salahnya kejadian ini terjadi.
Tangisan yang terdengar pilu, siapapun yang mendengar nya pasti terasa sekali betapa sakitnya.
__ADS_1
Hati Fu Suiyin berteriak kesal, lain di mulut lain di hati 'Kenapa bisa terjadi seperti ini? Seharusnya Fu Huishen saja yang menjadi seperti, bukan aku sialan!!!'
"Ibu, aku tidak ingin seperti ini. Pikirkan caranya ibu!" tangan Fu Suiyin yang dipenuhi bintik bintik menggenggam tangan Permaisuri Qin, walaupun tubuhnya mati rasa. Dia berusaha sebisa mungkin untuk terjaga.
Tangisan putri Fu Suiyin tidak bisa dihindari, dia terus menangis tanpa henti.
Kaisar Fu bergerak gusar, racun ini tidak bisa di dapat oleh orang Sembarangan hanya satu orang yang mempunyainya. Bahkan racun ini masih belum ada penawarnya, Kaisar Fu mengutuk pelan di hatinya.
'Sialan, siapa sebenarnya orang ini' tanpa sadar tanganya mengepal sempurna, hal ini disadari oleh Tabib Yu yang tidak sengaja melihat ke arah Kaisar Fu.
Tabib Yu tersenyum penuh kemenangan 'Apapun yang dilakukan anak itu pasti memiliki alasan dibaliknya, racun ini tidak akan bisa disembuhkan. Hanya saja akan hilang dan muncul seiring waktu sampai orang yang dideritanya meninggal'
Permaisuri Qin diam diam memikirkan cara untuk membunuh anak mantan permaisuri terdahulu, Fu Huishen. Pasti dia ada kaitannya dengan kejadian ini, tapi kenapa dia tidak muncul muncul dari kemarin.
Mengetahui fakta ini, permaisuri Qin memainkan dramanya kembali "Kaisar Fu, hari ini aku tidak melihat ananda Fu Huishen"
Tatapan Kaisar Fu yang semula menatap anaknya yang kesakitan kini melihat ke arah istrinya yang memberikan kabar tidak gembira, melalui kontak mata ia sangat paham apa yang dimaksud kan nya "Kasim Bai, periksa paviliun Shen"
Menunduk hormat lalu melangkah keluar bersama pengawal lainya "Hormat, hamba laksanakan Kaisar"
Nafas Kaisar Fu terdengar berat "Jangan sampai berita ini tersebar, jika tersebar orang itu akan mendapatkan hukuman yang berat"
Salah satu pelayan yang tidak sengaja lewat di depan paviliun bunga tersenyum penuh makna, pelayan ini di tugas kan Yue Yin untuk mengatur pola makan Fu Suiyin agar semakin parah kedepannya. Pelayan ini bergegas keluar dari kediaman istana untuk menyebarkan berita dengan pelayan lain!
Total ada tiga pelayan yang menyelinap keluar dari area istana, mereka bertiga berjalan menuju pasar. Mereka membuat skenario seakan akan mereka membeli penjual bakpao dan menyebarkan gosip!
Betapa malayangnya putri Keluarga Fu.
"Boss, aku ingin bakpao nya"
__ADS_1
"Baik baik-" pedagang pria tersebut dengan semangat mengambil bakpao dan membungkus nya dalam kertas berwarna coklat "Satu, dua, tiga, empat, lima dan enam. Totalnya 30 sen nona"
Pelayanan itu tersenyum, mengambil 30 sen dari kantong baju nya dan memberikan kepada pedagang laki laki tersebut, kemudian mengambil bakpao dan memasukkan ke dalam keranjang bulat yang dibawanya "Ini, terimakasih"
Bertepatan dengan itu, dari arah belakang terdengar riuk piuh seseorang yang tengah bergosip tentang keadaan putri semata wayang dari keluarga Fu. Gosip ini langsung beredar cepat memenuhi pasar, pelayanan yang membeli bakpao pun tersenyum jahat.
"Aku mendengar dari seseorang, bahwa putri dari keluarga Fu mengidap penyakit aneh"
"Yang benar saja? Bukannya putri keluarga Fu memiliki hati yang baik, siapa yang tega terhadap putri"
"Aku juga mendengar bahwa dia putra keluarga Fu menghilang kemarin malam, apa jangan jangan ini ada hubungan nya?"
"Mana mungkin, kamu tau sendiri silsilah keluarga kerajaan sangat rumit, siapa tau itu rekayasa kaisar dan permaisuri untuk membuat dua putra itu dibenci agar anaknya menjadi putra mahkota"
"Kau benar, kita harus berhati hati"
"Menggerikan sekali, ternyata selama ini kita bisa saja ditipu dengan tipu muslihat mereka semua"
Dan masih banyak perkataan yang memang benar adanya, pelayanan itu tersenyum penuh kemenangan, satu persatu akan terungkap sesuai dengan kebenaran. Tidak akan mereka biarkan tersisa begitu saja, kejahatan dibalas kejahatan.
Guru dari ketiga pelayan inj tidak lain adalah Yue Yin, mengajarkan kepada mereka untuk membalas semua tindakan orang lain terhadap diri kita, termasuk kejahatan dan kebaikan.
"Kalian harus tau, kejahatan dibalas kejahatan, tidak adil bila kita hanya membalas dengan memaafkan nya apalagi dengan terpaksa"
Perkataan itu menjadi pedoman bagi murid murid Yue Yin, tidak peduli dimana gurunya berada sekarang, murid murid ini akan pasti selalaku setia pada kehidupan sekarang ataupun kehidupan dulu.
Seseorang perempuan melangkah ke arah perempuan yang memegang bakpao di tangan kirinya, tersenyum penuh arti "Kita sudah mengerjakan tugas kita, sekarang kita harus kembali sebelum orang orang istana mencurigai kita"
"Benar, aku juga berpikir seperti itu. Mari" hanya anggukan, tidak lebih, mereka bertiga berjalan melewati jalan alternatif untuk mencapai lingkungan istana.
__ADS_1