
Fu Chenwu dan Chianlu tengah berada di kamar milik Fu Chenwu, mereka menunggu panggilan yang di maksud Shen Yu tapi entah kenapa keberadaan Shen Yu masih belum terlihat.
''Kemana Shen Yu berada, kenapa aku tidak melihatnya lagi'' gerutu chianlu.
''Aku sedikit mencurigai mereka berdua''
Chianlu tau arah pembicaraan nya, tapi Chianlu ingin melihat siapa yang di maksud Fu CChenwu ''Siapa pangeran''
''Shen Yu dan Shen Ying, dari awal asal usul mereka berdua tidak pernah diketahui kan'' keberadaan dua kembar Shen memang masih belum diketahui, tapi Fu Huishen langsung menerima mereka berdua tanpa bertanya lebih lanjut.
Dua kembar Shen selalu datang dan pergi sesuka hati mereka, menjaga hanya saat mereka berdua dalam keadaaan diantar hidup dan mati. Tidak biasanya penjaga bayangan setertutup seperti ini bukan.
Terlalu tertutup, bahkan mereka berdua tidak bisa menunjukan ketertarikan emosi saat mereka berdua.
Menyeramkan, dingin dan kejam.
''Aku sudah mencari identitas mereka berdua tapi aku masih bisa menemukan nya , pangeran'' rasa kesal selalu ada di dalam lubuk hati Chianlu, tidak menemukan identitas orang selama itu adalah sebuah kegagalan yang berulang kali.
Chianlu paling tidak suka dengan kegagalan.
''Kenapa mereka berdua selalu memakai penutup wajah saat bersama kita'' mengingat ingat kembali pertemuan mereka yang terbilang selalu singkat.
''Aku juga kurang tau itu, pangeran''
Hari sudah mulai malam, tapi keberadaan Shen Yu masih belum terlihat dan keberadaan Fu Huishen juga masih belum ada kabar, padahal Shi Chao dan Shi Xiong mencari mereka di tempat yang sama.
Dimana mereka
'Aku tau kakak mungkin menjelajah dengan seseorang, tapi kenapa sampai sekarang kakak belum kembali' Fu Chenwu hanya bisa memikirkan keberadaan Fu Huishen dalam diam.
Ketakutan Fu Chenwu meghantuinya lagi dan lagi, mimpi yang diterimanya dalam beberapa waktu itu seakan memberi peringatan baginya. Tapi setiap mengingat mimpi itu, dalam lubuk hati Fu Chenwu hanya ada rasa kebahagian.
'Kenapa aku merasa aku seolah sudah di nanti nanti'
'Aku merasa ada rasa sayang dari keluarga yang sedang menantiku'
ON FLASHBACK MIIMPI FU CHENWU
__ADS_1
Fu Chenwu berada dalam lingkungan yang sangat indah, kanan dan kiri Fu Chenwu hanya ada bangungan yang sangat megah, bahkan kemegahan ini lebih indah daripada kemegahan kekaisaran Fu.
Depan dan belakang hanya ada langit dan awan, dari sinilah Fu Chenwu paham kalau dirinya sedang berada di ats awan.
Tapi kenapa dia bisa ada disini
Kenapa aku sangat familiar dengan tempat ini, tapi aku masih belum tau apa tempat ini.
Bola mata emas itu menatap sekeliling, yang hanya ia temukan adalah sekumpulan orang orang yang buram.
Hanya memakai hanfu putih emas yang indah sedang menatap ke arah Fu Chenwu berdiri. Kenapa mereka menatap ku seperti itu, apa mereka semua mengenalku.
''Yang Lu Shou, kamu telah hadir''
''Kita menunggumu selama ribuan tahun''
''Ibu merindukan mu'' susara ini terdengar sangat sedih, bahkan terdengar sangat pasrah.
Hati Fu Chenwu tergerak, rasa sayang dan rasa rindu langsung memenuhi isi hati Fu Chenwu, bisa dilihat bahwa mereka pasti mengenal dirinya selama ini, tapi siapa orang orang ini.
Wanita yang tengah menatap laki laki di hadapannya hanya bisa tersenyum ''Aku tau kamu tidak bisa mengingat kita, tapi ibu mohon kepadamu. Tolong jaga kakak mu Yang Yuan di sana''
Yang Yuan, aku hanya mempunyai kakak yang bernama Fu Huishen bukan Yang Yuan, dan siapa Yang Yuan itu.
Dari sinilah Fu Chenwu tau kalau mereka mungkin sedang bercanda, membohongi dirinya untuk kesenangan mereka kan.
''Kamu akan tau semua jawabannya nanti, ayah hanya ingin melihat mu bersenang senang sebelum kamu tidak bisa merasakan kebahagian seperti ini''
Ayah, siapa ayah yang dimaksud orang ini.
''Adik, kakak leboh menyukai kalian saat kalian berdua bersama sama, tunggu kakak. Kakak akan menjemputmu bersama Dewi Yin''
Dewi, siapa yang dimaksud mereka. Kenapa marga nya sama dengan nona Yue Yin.
''Tunggu aku menyelesaikan urusan ku, aku akan menjemputmu bersama kakak mu. Hanya beberapa tahun lagi'' suara ini sama seperti milik nona Yue Yin, tapi kenapa suara ini lebih berwibawa dan sangat lembut.
''Kamu siapa, kenapa aku seperti familiar terhadapmu''
__ADS_1
Fu Chenwu hanya ingin pulang sekarang, tida peduli bagaimana reaksi mereka atau siapa mereka yng sebenarnya.
''Kamu mengenal kita semua seperti kita mengenalku, hanya perlu beberapa waktu lagi''
''Jangan berbelit belit, tolong katakan yang sejujurnya'' Fu Chenwu paling tidak suka jika ada seseorang yang sedang menjelaskan tapi di ulang ulang, ia hanya ingin mengetahui masa lalunya memangnya salah.
''Maaf, belum waktunya''
''Adik, hati hati pada orang orang yang baik. Mungkin orang baik hanya terlihat dari topeng nya, tapi aslinya mereka adalah penjahat yang bertopeng jahat'' kalimat ini sangat bermakna lebih dari apapun, dan entah kenapa Fu Chenwu sangat menyukai kalimat ini.
''Waktu kita tidak banyak, ingat kata kata ku. Kuasai semua ilmu kultivasi dsn ilmu bela diri pedang, aku akan menjemputmu bersama kakak mu''
Hanya kalimat ini yang bisa Fu Chenwu dengar sebeulum semuanya berubah menjadi hitam.
OFF FLASHBACK MIMPI FU CHENWU
Nyatanya saat Fu Chenu terbangun dirinya sudah berada di sebuah kamar, kamar yang megah dan bersih dari kamarnya saat di kekaisaran Fu.
Semua yang di alami kakak beradik ini bukan hanya sekedar mimpi biasanya, Yue Yin menggunakan kekuatan nya untuk menemukan mereka berdua bersama ingatan masa lalunya. Walaupun membutuhkan banyak waktu, tapi Yue Yin ingin sekali memberikan kabar bahwa mereka berdua sangat sehat.
Mereka tidak tau kalau ini nyata, yang mereka yakini hanya mimpi semata.
'Aku ingat perkataan terakhir dari wanita itu kalau aku harus menguasai ilmu bela diri pedang' sejujurnya ini adalah hal yang selalu dinanti nanti oleh Fu Chenwu.
Mendapatkan kebebasan.
''Pangeran apa yang sedang pangeran pikirkan'' Chianlu sedikit takut dari perilaku Fu Chenwu beberapa waktu ini, lebih pendiam dan suka melamun.
''Tidak ada, aku hanya memikirkan keadaan kakak ku saja'' ini fakta, dari lubuk hati yang terdalam Fu Chenwu ingin sekali menanyakan kabar fu Huishen.
''Mungkin pangeran ketiga akan kembali, tunggulah sebentar'' mungkin yang akan kejadian atau mungkin yang hanya meninggalkan kata kata.
Semuanya berbeda dari yang dibayangkan, hanya ada dua, bisa dan tidak bisa, nyata dan tidak nyata, terwujud atau gagal.
Kadang orang selalu menyalahkan kedua kata yabg saling bertolak belaka padahal kata itu selalu merujuk pada keberhasilan yang tertunda.
''Aku harap begitu'' Fu Chenwu selalu memandang langit malam, langit yang indah dan membuat Fu Chenwu tertarik untuk selalu memandangnya.
__ADS_1