
'Bagaimana bisa aku tenang jika itu menyangkut tentang kakak?' tidak habis pikir, Yun Mu hanya bisa menatap malas pada Yun Xuan mengabaikan pandangan keluarga Yun yang masih was was.
'Seburuk itukah keluarga Dong?'
"Jangan membuat masalah" Yun Lizen memperingati dengan nada mengintimidasi, tatapan nya jatuh pada Yun Tian dan Yun Shai, seakan akan mereka akan memporak porandakan dunia.
"Memangnya ada apa? Bukanya keluarga Dong dermawan dan baik hati?" tantangan Yun Shai terlihat sangat tidak terima, sindiran halus terdengar sangat aneh.
Nyonya Cao menggeleng kan kepalanya sebentar, menatap Yun Mu dan Yun Xuan yang terlihat kebingungan "Tidak apa, kalian berdua akan tau nanti"
Kata kata menenangkan yang dilayangkan Nyonya Cao sedikit membuat hati semua nya terlihat tenang, ketenangan yang selalu menyelimuti keluarga Yun setiap saat membuat siapa saja iri akan keluarga Yun.
Keluarga Yun setara dengan keluarga Kekaisaran, karena leluhur keluarga Yun sangat dihormati saat jaman dahulu, menurut sejarah keluarga Yun leluhur keluarga Yun selalu menempati menjadi master abadi, bahkan Yun Xichen masih memegang gelar abadi.
Bukan hanya itu, Yun Xichen saja pernah bertemu dengan master abadi guru Yin.
Tidak semua orang bisa bertemu, bahkan murid sekte TianYin saja masih belum bisa melihat wujud asli master abadi guru Yin, hanya Yun Xichen dan Yue Yin, anak kesayangan Guru Yin.
Keluarga Yun selalu damai, karena kebaikan nya para dewa dan dewi enggan memberi masalah, sebelum keluarga Yun berdamai seperti ini, banyak lika liku leluhur Yun yang menjalani nya, menjadi sumpah untuk generasi berikut nya secara keseluruhan. Walaupun begitu mereka sering mendapatkan masalah untuk mengingat bahwa ketenangan tidak akan selamanya ada, pasti akan ada sebuah badai yang menerjang ketenangan.
Kedatangan Yun Xuan dan Yun Mu seakan berkah bagi keluarga Yun, dan juga malapetaka.
"Yun Lizen, sejak kapan kamu menjadi rajin sekarang?" pertanyaan Yun Xichen mengalihkan perhatian banyak orang yang bekerja di keluarga Yun, bahkan keluarga Yun sendiri.
Keanehan selalu terjadi saat Yun Xuan dan Yun Mu datang di kediaman keluarga Yun, tidak bisa di sangkal.
Mendengar pertanyaan Yun Xichen, Yun Lizen hanya tersenyum lembut "Tidak ada salahnya berubah, seseorang juga akan berubah seiring waktu berjalan bukan?"
Tawa perkerja keluarga Yun belum mereda, sedari awal saat Yun Xichen berbicara mereka tidak bisa berhenti menyembunyikan tawa mereka, tawa tanpa ada unsur paksaan, memang terdengar sepele tapi ini sangat berarti bagi keluarga Yun.
__ADS_1
"Aku baru ingat kalau Tuan Yun serajin ini"
Yun Shai mendengar ini sedikit tertawa "Terakhir kali, ayah bisa serajin ini karena Kakek memberi ancaman kepada ayah?"
Kepanikan melanda Yun Lizen, membuat wajahnya terlihat sangat lucu saat panik.
"Itu buruk, aku baru tau kalau ayah-" candaan yang ingin dikatakan Yun Tian berhenti, ternyata kedua anak keluarga Yun sangat suka membicarakan Yun Lizen di depan umum.
Semakin lama tawa menjadi sangat kencang, menjadikan suasana keluarga Yun sangat nyaman. Rasa kekeluargaan yang tidak dapat di rasakan oleh orang lain, hanya keluarga Yun saja.
"Tidak ada, kalian hanya berbicara asal" Yun Lizen menatap tajam Yun Tian dan Yun Shai yang masih tersenyum senang, kesenangan saat mereka berdua bisa membuat Yun Lizen malu di depan umum.
Yun Mu tersenyum melihat keluarga Yun, rasa yang sedari dulu selalu ingin ia rasakan dan sekarang rasa itu bisa terwujud, walaupun terlambat.
Berbeda dengan Yun Xuan yang adanya menatap kosong, seakan buta akan kehadiran mereka Yun Xuan melihat adegan manis di matanya, adegan dimana Yun Xuan melihat dirinya yang sedang menggunakan pakaian yang sangat mewah.
"Kita harus mengingat momen ini, jarang jarang Yang Yuan bisa menjadi sangat pemalu seperti ini" suara yang di dengar Yun Xuan sangat jelas, itu adalah suara yang sama persis seperti apa yang pernah seseorang ucap.
Rasa yang sangat ia rindukan selama ini.
"Kakak Yin, jangan seperti itu, kakak lihat. Dewa Yang Yuan menjadi sangat merah" lagi dan lagi syara tawa terdengar di telinga Yun Xuan, suara tawa bahagia dan lepas.
"Yin Jia, sudahlah" kali ini suaranya yang terdengar, ada rasa malu yang teramat dalam suara tersebut.
Bayangan bayangan yang sangat bahagia terlihat sangat jelas di depan mata Yun Xuan, seakan Yun Xuan bertindak tempat begitu cepat dalam waktu singkat, entah dimana Yun Xuan berasal tapi Yun Xuan bisa merasakan emosional yang sangat terasa.
'Aku merindukan nya, sangat merindukan'
'Sangat menyakitkan melihat nya'
__ADS_1
'Dimana kamu sekarang?'
'Bisakah aku kembali bertemu dengan mu?'
Banyak pertanyaan yang berada di kepala Yun Xuan, hati Yun Xuan berkata sangat tegas "Kembalilah, aku merindukan mu"
Kerinduan yang sama, kerinduan yang terpendam selama beberapa ratus ribu tahun yang lalu, kerinduan yang selalu Yun Xuan rasakan, hanya karena Yun Xuan tidak mengatakan nya bukan berarti Yun Xuan tidak merindukan.
Shenyu berlari masuk dari arah gerbang, membuat keluarga Yun melihat nya khawatir karena Shenyu berlari bukan berpindah tempat.
Yun Lizen mewakili semua yang ada di sana berkata was was, takut jika ada berita buruk yang terdengar "Ada apa?"
Nafas Shenyu terlihat sangat tidak beraturan, naik dan turun berulang kali dalam waktu singkat, wajahnya dipenuhi dengan keringat dan soalnya Shenyu masih terlihat sangat tampan "Keluarga Dong telah datang, mereka membawa Dikrit kaisar"
Perkataan Shenyu terhenti, mencoba memandang satu persatu keluarga Yun "Dikrit pernikahan antara Tuan Putri Dong Qui dan Tuan Muda Yun Xuan"
...****************...
Di satu sisi, Yue Yin tengah duduk tenang ditemani Yang Jie dan Yang Rongfu di samping kanan dan kiri Yue Yin, melihat ke depan mereka yang sudah terlihat semua kejadian keluarga Yun. Yue Yun melihat nya sangat tenang, bahkan tidak ada pergerakan dari gestur tubuh Yue Yin.
'Kenapa kakak Yin tidak panik?' Yang Jie terus melihat Yue Yin dan Yang Rongfu bergantian, seakan akan telah melihat pemandangan yang sangat aneh.
'Aku tidak tau, kita harus membuat cara agar kak Yin datang dan mengacaukan segalanya' Yang Rongfu menatap sedih ke arah Yang Jie.
'Akan aku bantu'
"Diam, tunggu waktu yang tepat, sesuai rencana jangan gegabah" Yue Yin tau apa yang di pikirkan kedua anak keluarga Yang tersebut.
"Rencana apa?" tidak mengerti jalan pikiran Yue Yin, Yang Jie memandang aneh pada Yue Yin, ayolah jangan bermain tebak tebakan di saat genting seperti ini.
__ADS_1
Butuh waktu lama saat Yue Yin ingin menjawab, sedikit rasa bangga terlihat dari aura Yue Yin, bahkan sangat bangga "Akan aku ceritakan lebih baik kalian tonton saja adegan ini"