
"Kenapa kamu tidak mau menerimanya?" suara lembut Dong Qui mampu membuat beberapa orang merasa sangat tertarik, tidak dengan Yun Xuan dan Yun Mu, mendengarnya adalah hak yang sangat tidak di inginkan.
Melihat sedikit harapan dalam mata Dong Qui.
Yun Lizen sangat berharap Yun Xuan tidak terpengaruh akan Dong Qui, ia lebih baik mati daripada melihat dua Dewa dan Dewi ini berpisah akibat perbuatan mereka sendiri.
Melihat respon Yun Xuan yang menunjukkan tidak suka kepada Dong Qui, Dong Qui teriris merasakan nya, memangnya apa yang ia kurangkan?
"Memangnya kenapa?" masih mempertahankan citra lemah lembut, Dong Qui dengan sabar mempertanyakan kepada Yun Xuan.
Muak, Yun Mu sangat muak melihat Dong Qui, ia mewakilkan Yun Xuan menjawab pertanyaan tidak bermutu yang dikeluarkan oleh Dong Qui "Karena kamu bukan Yue Yin"
Yue Yin.
Kenapa harus nama ini lagi? Dong Qui merasa sangat muak mendengarkan nya, memangnya seberapa indah wajah Yue Yin dibandingkan wajahnya? Apa yang dia pakai Yue Yin hingga Yun Xuan tergila gila kepadanya.
Senyum kecut Dong Qui tunjukan, seolah olah ia merasa paling tersakiti di sini.
"Apa hebatnya Yue Yin?" Nyonya Tua Rong bertanya, nadanya sedikit sangat diremehkan.
Tawa Rong Lian terdengar begitu saja, tetap anggun dan berjalan menuju Dong Qui yang terlihat sangat menyedihkan "Dia tidak lebih dari orang yang tidak mempunyai keluarga, hanya anak dari sekte kecil seperti itu bisa membuatmu menolak Dong Qui yang lebih baik darinya? Yang benar saja"
"Dibandingkan dengan dia, Yue Yin jauh lebih baik" Yun Xichen membela Yue Yin, karena ia lebih tau siapa Yue Yin sebenarnya, mereka hanyalah orang awam yang tidak lebih dari seorang penjilat.
"Tunjukan!" Dong Lu Xing merasa tertantang, ia ingin sekali melihat rupa Yue Yin yang katanya tidak ada yang pernah tau.
__ADS_1
Yun Lizen menggeleng pelan, menggangap lucu orang orang tidak berakal di depan nya "Jauh lebih baik, kalian tidak ada hak untuk melihatnya"
"Dia bukan Dewi, dia hanya seorang manusia rendahan" Dong Zhao lagi lagi merendahkan seseorang yang belum tau asal usul aslinya, kali ini kalimat nya sangat tidak tau sopan santun.
"Kamu!!" Yun Mu tidak terima, bagaimana pun Yue Yin adalah penyelamat hidupnya.
"Kenapa?" sangat menantang kesabaran, Dong Zhao tipikal orang yang suka keributan dan selalu membuat keributan menjadi sangat panas.
"Lancang, tidak tau adab!" Nyonya Tua Yun sangat marah, kemarahan nya sudah tidak bisa ia pendam. Yun Xichen tau kalau Nyonya Tua Yun marah, ia memegang lembut lengan Nyonya Tua Yun dengan lembut, mencoba cara agar Nyonya Tua Yun tidak di liputi oleh api kemarahan.
"Kalian tidak tau malu!" Nyonya Rong semakin membuat keadaan memanas, ia ingin melihat seberapa kuat keluarga Yun.
Nyonya Cao muak melihat wajah para penjilat di hadapan nya, mereka tidak lebih dari seorang bajingan yang berstatus lebih tinggi daripada bajingan yang lain "Seharusnya kamu yang tidak tau malu, ini adalah daerah kekuasaan ku, tidak usah berlagak"
"Kalian tidak lebih dari seorang penjilat" ketenangan Nyonya Cao harus di apresiasi, menghadapi keluarga Dong yang selalu menunjukkan kekuasan memang tidak akan bisa kalah kalau dari hati tidak ada keyakinan.
"Tidak usah berlagak kalian bukan penjilat, manusia kebanyakan munafik seperti kalian!" telunjuk Rong Lian menghadap Nyonya Cao, menunjuk dengan ekpresi jijik.
Serangan mendadak Yun Mu layangkan, menuju ke arah Rong Lian yang sedari tadi tidak bisa berdiam diri, kenapa orang ini tidak bisa diam?
"KAU!!" Rong Lian jelas tidak terima, ingin berbalik menyerang tapi Rong Lian tau kalau dia bukan tandingan Yun Mu, dia bukan abadi seperti Yun Mu.
Alis Yun Mu terangkat, menandakan perilakunya sangat baik dan tidak memperdulikan apa yang seharusnya ia tidak lakukan, ia hanya ingin membalas perlakuan mereka itu saja. Yun Mu menatap benci, bahkan sangat benci.
Yun Lizen merasa bangga, Yun Mu bisa membalas tanpa kenal takut sedikitpun, dan Yun Mu bisa melukai Rong Lian dalam sekali pertemuan ini.
__ADS_1
"Jangan bertindak gegabah" peringatan Yun Xuan kepada Yun Mu, ia tidak ingin adiknya kena masalah.
"Mereka yang memulai" jawaban singkat membuat Dong Lu Xing sangat marah, anak ini benar benar.
"Ringkus orang yang bersangkutan" tidak ingin menunggu lagi, Dong Lu Xing menyuruh orang yang berada di belakang nya untuk meringkus Yun Xuan tanpa seijin keluarga Yun.
Ingin sekali Yun Xuan melawan dua orang itu, tetapi Yun Tian memegang lengan Yun Xuan dan menggeleng pelan "Jangan, mereka bukan tandingan mu"
Tidak mengerti darimana bukan tandingan nya, tapi Yun Xuan paham apa yang tidak seharusnya tidak boleh di lakukan olehnya, kali ini mereka hanya bisa pasrah melihat keluarga Dong yang semena mena.
Dong Qui tersenyum puas, Yun Xuan akan menjadi miliknya selamanya.
Dua orang yang di perintahkan maju, menggunakan kekuatan nya untuk menarik Yun Xuan mendekat secara paksa kepada mereka, namun sesuatu insiden tidak mengenakan terjadi di depan mata.
Sebuah pedang melesat menuju ke arah bawahan Dong Lu Xing, melukai lengan salah satunya yang diyakini adalah Chang Pu, membuat luka sedikit memanjang dari arah kanan ke kiri, terlihat sangat mengerikan. Chang Pu meringis pelan, ingin meraih pedang itu namun pedang itu kembali melesat ke arah awal saat pedang itu datang.
"Shh, Sialan" Chang Pu sangat marah.
"Pedang siapa itu? Kenapa sangat indah" Dong Zhao sangat menginginkan pedang itu.
"Berani melangkah, jangan harap kalian bisa keluar dengan tubuh yang kalian bawa sebelum datang kemari" suara yang mengesankan, sangat menawan dan sangat terlihat lembut dan mengerikan dalam satu waktu sekaligus.
'Yue Yin?' Yun Xuan tau sekali suara ini, suara yang selalu ia rindukan, dan sangat ia sayangi selama ini. Dia kembali? Atau jangan jangan ini hanya ilusi nya saja?
"Siapa? Berani beraninya!!" Dong Ku Xing tidak terima, Chang Pu terluka hanya karena orang yang tidak tau siapa.
__ADS_1
"Aku, orang yang kamu katakan sedari tadi" sesosok wanita terlihat begitu saja, sayangnya wanita itu tidak menghadap langsung ke arah Dong Lu Xing, melainkan ke arah keluarga Yun, memunggungi keluarga Dong.
Ada secerah harapan dari mata Yun Xuan, melihat Yue Yin yang kini sudah berada di hadapan nya, Yun Xuan sangat merindukan Yue Yin bagaimana pun. Tidak terasa sudah tujuh tahun Yue Yin meninggalkan Yun Xuan, selama tujuh tahun Yun Xuan selalu menunggu Yue Yin di malam tahun baru setiap tahun, tapi tidak ada tanda tanda kemunculan Yue Yin.