
'Apa ini, kabar kalau Suiyin mempunyai penyakit aneh? Ini pasti perbuatan si gila ini!"
Mei Lin mendapatkan bisikan dari mata mata nya yang menjadi pelayan di kediaman paviliun bunga, bisikan yang membuat nya naik pitam. Bukan bisikan lebih ke arah burung yang lewat disana, burung itu burung pengintai!
"Yue Yin kau gila?!"
Atensi mereka semua langsung menuju ke arah Mei Lin yang berteriak terkejut, Mei Lin baru saja mendapat kabar kalau putri Fu Suiyin memiliki penyakit aneh.
Wajah yang semula cantik kini memiliki bintik bintik merah ke unguan, anehnya dia sama sekali tidak bisa merasakan apa apa. Bisa dikatakan dia mati rasa, hal ini menggemparkan seluruh wilayah Fu.
Kabar ini tersebar luas dengan cepat, bahkan tabib Yu saja tidak bisa mengatasi masalah ini.
Fu Chenwu meminum teh dengan tenang lalu menatap Mei Lin yang sedang menunjuk Yue Yin "Ada apa kak? Kenapa kakak seperti terkejut?"
Tangan itu masih terus menunjukkan dengan tatapan melotot, Mei Lin bergegas berdiri dan menuju ke samping Yue Yin "Kau tau, aku mendengar kabar dari mata mata ku kalau... Kalau Suiyin ini memiliki penyakit aneh. Wajah nya dipenuhi bintik bintik merah ke unguan dan, dia mati rasa. Apa yang kau lakukan ha?!"
Tidak ada jawaban, Yue Yin hanya menatap malas ke arah Mei Lin. Apa salah nya membalas sedikit, kenapa dia berseru marah he?
"Kau tau darimana? Cepat sekali"
"Kau lupa kalau aku.. "
Tangan Mei Lin di tampar pelan okeh Yue Yin "Apa salah ku? Aku hanya membalikkan tusuk konde itu, kenapa kau marah?"
Tidak Terima dengan perlakuan Yue Yin, Mei Lin berseru melotot "He, aku tidak bodoh seperti mereka yang ada disini. Aku tau jelas kalau itu efek dari racun anggrek hitam! Sejak kapan kau memberinya?"
"Sejak aku melihat seteko teh disana, lagian itu juga diakibatkan oleh ilmu sihir dia sendiri. Kau tau pantangan bagi pengguna ilmu sihir?" Yue Yin menjeda perkataan nya, gelengan Mei Lin membuat tawa kecil Yue Yin terlihat "Seseorang tidak boleh menyentuh barang itu atau memakainya, apabila disentuh efek itu akan berkali kali lihat terhadap dirinya"
Ruangan yang hangat itu menjadi sunyi akibatnya perkataan Mei Lin, kenapa dia begitu tenang sedangkan nyawa baru saja hampir melayang dibuatnya? Fu Huishen tidak habis pikir, ia mengira kalau ayahnya saja yang jahat ternyata ada yang lebih jahat.
Pikiran Fu Huishen melayang saat dirinya mengingat kenangan pahit semasa di kediaman paviliun Shen, walau dirinya mempunyai pengawal bayangan dan asisten yang lihai bela diri namun nyawanya masih terasa terancam.
__ADS_1
Kenangan pahit itu terus menghantui nya, tidak bisa dilupakan.
Lamunan itu terbuyar saat mangkok kecil di berikan di hadapan nya, ia mendongak melihat Yue Yin yang tengah memegang secangkir ramuan. Fu Huishen berpikir kalau ramuan itu racun, dia tidak menerima nya sama sekali dan hanya menatap sekilas.
Dengan santainya, Yue Yin menatap mata yang enggan itu "Kau tidak ingin minum jangan harap kau bisa hidup lebih dari waktu seminggu"
Shi Chao yang tengah makan pun tersedak, sepasang mata biru ungu itu menatap nya selidik.
Fu Huishen tidak menerima nya sama sekali, melirikpun enggan "Biarkan saja, apa urusan nya denganmu?"
"Kalau kau ingin mati, seharusnya kau mati di gunung Goulin saja. Aku tidak ingin paviliun ku yang indah ini terkotori oleh mayatmu" cangkir yang tengah di pegang itu di letakkan di depan Fu Huishen kasar, berani berani nya membuat dirinya emosi.
Interaksi yang terlalu tegang membuat mereka semua tidak berkutik sama sekali, mereka merasa takut jika salah berbicara mungkin mereka sudah menjadi mayat.
Mei Lin beranjak dari tempat duduknya "Kamu jangan marah marah tidak baik untuk kesehatan mental, lebih baik kalian berdua minun. Kau tau Yue Yin mencari ramuan ini saat dirinya tau kalau kalian terkena sihir hitam, dia juga mencari di malah hari, hargai saja"
Yue Yin yang hampir mengambil pedang nya pun mengurungkan niatnya, tangan itu di cekal Mei Lin dan menariknya keluar "Kalau ada racun, aku yang membunuh Yue Yin untuk kalian"
"Mana mungkin aku ingin mati ditangan mu, lebih baik akun mati di tangan Sekte iblis itu" nada mengejek ini membuat Yue Yin naik pitam.
"Baik, kalau kau dikejar sekte itu jangan harap aku membantumu"
"Baik, lihat saja aku akan meratakan sekte itu"
Fu Huishen melihat aneh ke arah mangkok, warna yang lumayan pekat dengan bau yang tidak begitu kuat. Tangan nya seperti bergerak sendiri untuk mengambil cangkir itu, mengangkat nya perlahan.
Rasa pait menjalar di indra perasan Fu Huishen, ini jauh lebih baik dari yang biasanya. Fu Huishen hendak memuntahkan namun mulut itu di tutup dengan tangan, tangan lentik ini?
Yue Yin?!
Sepasang mata yang menatap khawatir Fu Huishen "Jangan dimuntahkan, itu rekasi yang baik saat dirimu terkena sihir hitam"
__ADS_1
Aneh, tadi Fu Huishen melihat dengan jelas kalau Yue Yin di tarik keluar, kenapa bisa ada disini?
Mau tidak mau Fu Huishen harus menelan nya dengan ekpresi aneh, ekspresi lucu yang diliat Yue Yin. Pangeran ini jauh lebih takut ramuan obat daripada kematian, betapa konyol nya.
Wajah asam Fu Huishen layangkan "Pahitnya, ini obat atau apa?"
"Kau pikir saja sendiri, nah sekarang Fu Chenwu kau juga" Yue Yin mengangkat bahu nya acuh tidak acuh, lalu menyerahkan secangkir obat yang sama.
Ekspresi Fu Chenwu berubah suram, obat ini sana seperti yang dikasih kak Yue Yin ke kak Fu Huishen. Pasti obat nya pahit sekali, dia menggeleng ribut pertanda tidak mau.
Tangan untuk menutup mulut nya "Aku tidak mau, itu pasti pahit sekali"
"Tidak sepahit masa lalu kehidupan" dengan santai, Yue Yin menyodorkan cangkir itu tanpa memikirkan perasaan Fu Chenwu.
Mata itu terkejut, masa lalu? Pahit, suram, jijik, benci muncul di benak nya. Yue Yin terdiam, ah sudahlah ia sudah salah lagi.
"Sudahlah, masa lalu biarlah berlalu. Hidupmu sekarang ditentukan oleh mu sendiri" tangan Yue Yin mengusap lembut wajah Fu Chenwu, dia tau kalau Fu Chenwu sedikit tidak fokus.
Tatapan mata kehangatan terlihat jelas, entah apa yang dipikirkan Fu Chenwu terhadap Yue Yin. Pemikiran itu terlampau baik, bagaimana ada orang yang sebaik ini?
"Tidak usah dipikirkan, sekarang minumlah ramuan ini" senyum hangat Yue Yin muncul, melihat tatapan lembut itu tidak kuasa menahan nya.
Tangan itu memegang cangkir yang terletak di depan nya, meminum nya dengan pelan. Rasa pait menjalar di tenggorokan nya, namun ia masih bisa menahan nya.
Tawa kecil Fu Huishen muncul melihat adiknya yang tekejut dengan rasa pahit obat "Kondisikan wajahmu"
Menyerngit tidak suka "Ini jauh lebih pait daripada obat tabib Yu"
"Kalian harus menjaga satu sama lain, kalian juga harus bisa menguasai seni bela diri, bela diri pedang beserta kultivasi. Aku akan mengunjungi kalian saat kalian siap"
Perkataan Yue Yin ini membuat ruangan disana hening kembali, Yue Yin melangkah menjauh lalu mendekati Mei Lin Dan menepuk pundak nya. Langkah itu menuntun Yue Yin keluar dari paviliun Anyun.
__ADS_1
'Berjuang lah sebisa kalian, aku akan mendukung kalian dengan semangat'