
"Aku tau ini bukan hal yang pertama kali, tapi kenapa kakak sampai lupa waktu begini" batu batu kecil terlihat sangat berantakan, tangan Yun Mu membuang batu itu asal, melampiaskan rasa kesal.
Sangat lama dirinya menunggu kedatangan kakak nya tapi orang yang dinanti tidak kunjung menampakkan batang hidung nya, walaupun Yun Mu sangat menyayangi Yun Xuan bukan berarti Yun Xuan berlaku seperti ini pada dirinya!
Aku tidak terima, sangat tidak terima.
Yun Mu bangkit dari duduknya, memantapkan hatinya untuk pulang saja daripada menunggu Yun Xuan di siang hari. Cuacanya sangat panas, bahkan melebihi panas kobaran api.
Teganya dirimu kak!!
"Tunggu adik!!" langkah kaki Yun Mu terhenti, suara ini berhasil menguat Yun Mu kesal.
"Aku pulang, kapan kapan saja, aku tidak ingin melanjutkan nya"
Gawat, Yun Mu marah!!
"Kakak tau kalau kakak salah, hari ini kakak akan mengajarimu beberapa ilmu pedang" mencoba menarik minat Yun Mu itu sangat susah, apalagi saat Yun Mu marah dan tidak lagi menginginkannya.
'Kalau kakak tau, tapi kenapa kakak selalu melakukan hal ini?' hampir saja Yun Mu ingin membuat Yun Xuan di gunung salju, membiarkan nya di sana tanpa ingin mengkhawatirkan nya lagi.
'Hao, bagaimana ini?' dalam pikiran Yun Xuan, ia meminta bantuan pada Hao yang melingkar di pundak nya.
'Seperti itu, ayolah bagaimana mungkin Yun Xuan yang terkenal benggis ini menjadi sangat payah?'
'Kau!!'
"Sudahlah, lebih baik kita pulang kak" langkah nya terhenti, hati Yun Mu sangat tidak nyaman.
Semakin cepat Yun Xuan melangkah, semakin cepat Yun Mu menghindar tapi sejauh jauh langkah kaki itu berbeda tetap Yun Xuan pemenangnya "Tunggu, kali ini aku minta maaf, aku akan mentraktir mu"
''Apa?'' masalah makanan saja Yun Mu pasti mau, bagaimana tidak? Makanan lebih terasa daripada yang lain, apalagi dengan kata kata.
__ADS_1
'Aku tau ini akan berhasil' Hao hanya tersenyum geli memandang dua saudara yang tiada habisnya melakukan kejadian kejadian konyol.
''Mari kita berlatih''
''Baik''
Dua audara kandung saat ini sedang berlatih menggunakan pedang, yang satu sudah terlihat sanat lihai dan yang satu cukup lihai, walau terlihat sangat mudah tpi peaaran ini terbilang susah.
Membutuhkan banyak waktu saat mereka berlatih.
Seharusnya tidak banyak, hanya saja mereka yang terlalu lama saat berlatih, banyak waktu yang termakan sia sia. Karena semangat yang tidak bisa di katakan, mereka selalu ingin menunjukkan keberhasilan dengan cara mereka sendiri.
"Kak, sudah berapa lama kita di sini?" Yun Mi merasa bahagia, terbebas dari penjara yang sialnya adalah rumah nya untuk berpulang.
Yun Mu membenci ini, sangat membencinya, mengingatnya saja sudah membuat Yun Mu merasakan sakit yang teramat.
Gerakan tangan Yun Xuan terhenti, entah kenapa mengatakan nya saja sudah membuat hati Yun Xuan tidak karuan "Tujuh tahun"
Tidak banyak yang tau siapa pemenang hati pemuda dingin ini, banyak orang mengetahui kalau dia adalah pahlawan wanita, tidak akan bisa terganti sampai kapanpun.
"Lama sekali, terakhir kali aku mengingatnya saat kita merayakan tahun baru di gunung Goulin" senyum tawa Yun Mu masih sama, sangat manis dan menyenangkan.
Yun Mu tidak ada bedanya dengan dulu, dia masih sama, sama sama suka tersenyum dan senyuman nya selalu membuat orang lain tersenyum. Tubuh Yun Mu lumayan terisi daripada dulu, terlihat sehat dan dapat menampung energi Qin.
Dulu mereka berdua tidak bisa menerima energi Qin, karena pihak ayah dan ibu Yun Mu dan Yun Xuan memberi beberapa jimat dan racun terhadap nya, hasilnya Yun Mu dan Yun Xuan memiliki penyakit aneh dan buta.
"Pertama kali aku melihat dunia yang indah ini, kadang aku juga tidak ingin melihat dunia yang keji ini" ada sedikit rasa penyesalan terhadap perkataan nya, tidak banyak hanya saat kata 'kadang dan keji'.
'Seandainya kalo aku tidak mengenal Yue Yin, mungkin aku tidak akan pernah melihat dunia' sedikit kelegaan dalam hati Yun Xuan, walaupun yang lain hanya ada kekecewaan yang berat.
Semakin hari waktu kian berjalan dengan cepat, tidak terasa kini mereka telah selesai pada waktu sore hari, langit senja terlihat sangat indah dibanding yang lain, hawa yang dingin menambah kesan tersendiri. Yun Xuan paling suka dengan senja, setidaknya jika dia menghilang dia pasti akan kembali lagi pada keesokan harinya.
__ADS_1
Ibaratkan Yue Yin yang ia tunggu untuk kembali pada nya.
Sayang sekali.
"Kakak, latihan hari ini cukup hampa. Apa yang kakak pikirkan?"
Yun Xuan tidak menjawab pertanyaan Yun Mu, hanya terdiam tanpa kata memandangi senja. Sangat tidak bersemangat dan tidak bertenaga.
"Aku hanya tidak ingin"
'Aku tau kakak pasti merindukan Yue Yin, tapi apa yang harus ku perbuat, kalau Yue Yin saja tidak tau dimana dia berada' Yun Mu pernah mencari dimana tempat tinggal Yue Yin selain paviliun Anyun, tapi tidak ada hanya itu satu satunya yang pernah ia tinggali.
Kemudian saat Yun Xuan dan Yun Mu mencari sekte Yue Yin di bagian selatan, tidak ada yang tau letak pastinya sekte Tianyin hanya saja ada yang pernah berkata kalau sekte Tianyin sangat rahasia. Letak nya ada di gunung, entah gunung yang mana karena daerah selatan lumayan banyak gunung yang sering digunakan sekte sekte lainya.
Dari situlah Yun Mu dan Yun Xuan berhenti mencari Yue Yin, tapi berharap masih bisa menemukan Yue Yin walaupun dengan keadaan yang tidak bernyawa sekalipun.
"Tuanku, lebih baik Tuanku pulang dan beristirahat terlebih dahulu" Hao duduk santai di bebatuan, tubuhnya terlihat lebih mirip Naga daripada tubuh nya yanga dulu seperti cacing.
"Antar aku" Yun Xuan sangat tidak bertenaga, memikirkan Yue Yin dan berlatih sepanjang hari membuat tubuh nya letih, namun itu bukan tentang tubuh.
Hao melihat miris, segera merapalkan mantra untuk tiba di kamar Yun Xuan dengan Yun Mu.
"Kakak, aku akan pergi sendiri, Hao terimakasih" ingin melangkah tapi tubuh nya tertahan, sebuah ti berwarna biru mengikat tubuh Yun Mu, rupanya tali itu dari Yun Xuan.
'Aku lupa kalau kakak melebihi ku' masam sudah wajah Yun Mu, mau tidak mau tubuhnya langsung melangkah mundur ke arah Yun Xuan dan langsung berpindah tempat.
"TUNGGU, SABARLAH SEDIKIT HAO!!"
"Diam" Yun Xuan semakin mengeratkan tali nya, mengabaikan rasa sakit yang diderita adiknya.
Latihan kali ini sukses, Hak sangat senang melihat perkembangan dua mantan pangeran ini, walau ada sedikit rasa tidak enak yang bersarang di hatinya tapi Hao selalu menuruti perintah Yue Yin.
__ADS_1