
Mendengar itu, Yun Xuan maju menghadang beberapa prajurit yang maju untuk melakukan penyergapan, tombak Dewa Salju juga ikut berada di tangan Yun Xuan secara tidak sengaja, aura tidak senang sangat terlihat di sekitaran Yun Xuan.
Beberapa bawahan yang bisa dunia persilatan juga ikut membantu, seketika di daerah kediaman keluarga Yun menjadi ramai akan suara pertarungan.
"Yun Xuan, biar aku saja" melihat Yun Xuan yang maju untuk mengalahkan beberapa bawahan Rong Lian yang ternyata bawahan itu telah mencapai persilatan yang lumayan jauh dari seorang prajurit lainya.
Cukup lama Yun Xuan tidak berbicara, hanya ada suara kibasan tombak Dewa Salju yang terdengar mengerikan, bagian tubuh tombak yang sangat lincip berada di atas, sangat siap untuk membunuh.
"Tidak"
Yun Mu tidak mau kalah, dia membantu Yun Xuan menggunakan kekuatan kultivasi nya, menjaga Yun Xuan agar tidak ada yang bisa menyakitinya, menyingkirkan orang orang yang berniat jahat pada keluarga Yun. Cahaya Yun Mu dilihat oleh Rong Lian, dan Rong Lian ingin sekali melihat apa yang tersembunyi dari dua anak di depan nya.
Kelicikan nya sangat tidak tertandingi.
"Menyerahlah Tuan" lawan Yun Xuan mendesak Yun Xuan untuk mengalah, serangan bertubi tubuh Yun Xuan dapatkan dari pedang lawan.
Ini tidak adil, Yun Xuan melawan dua orang sedangkan Yun Xuan sendirian.
Sekali tebas, tubuh lawan Yun Xuan terlempar jauh melawan gravitasi, mundur sebanyak sepuluh langkah dan kesempatan ini Yun Xuan lakukan untuk melakukan jurus baru. Jurus yang Yun Xuan dapatkan dari sebuah kitab kuno di kuil Shaolin, kuil yang pernah Yun Tian katakan dengan sejarah penuh kelam.
Jurus yang sangat di banggakan sekte Shaolin pada saat itu, dan Yun Xuan dapatkan karena perijinan dari Sang Budha yang berada di sana, entah kebetulan atau memang sudah di rencakan, Yun Xuan melakukan nya dengan taat.
"Aku ajarkan jurus Shaolin kepadamu, karena hanya kamu yang bisa menerimanya"
Tombak Dewa Salju itu membuat gerakan memutar selama beberapa kali, melakukan gerakan maju dan mundur menciptakan beberapa angin yang terkumpul di daerah Yun Xuan, dan bahkan angin itu berbentuk seperti tornado. Gerakan selanjutnya adalah menggabungkan tenaga dalam dan diteruskan ke Tombak.
__ADS_1
'Apa yang dia lakukan?' kedua lawan Yun Xuan menatap bingung, salah satunya menggeleng membuat tanda tidak tau.
Secara tiba tiba, angin yang dibuat Yun Xuan langsung menuju ke arah lawan, dan lawan membuat gerakan yang di ajarkan oleh guru nya, tapi sayang. Mereka berdua malah terpental melawan gravitasi sejauh jauhnya menuju ke arah tembok di belakang, sangat jauh dan sangat keras.
Suara tubuh yang retak terdengar di seluruh penjuru lingkungan, sangat keras dan mengerikan.
"Tidak usah berpikir kalau kalian lebih dari segalanya, kalian hanya sampah di tumpukan permata" Yun Xuan mundur, berjalan mundur dengan tatapan ke arah Rong Lian tanpa kenal takut sekalipun, wajahnya sangat terlihat sangat dingin.
Yun Mu memberikan sedikit energi dalam kepada Yun Xuan, tangan nya memegang lengan Yun Xuan untuk menyalurkan energi tersbeut, melihat Yun Xuan yang terlihat ingin menolak, Yun Mu menggeleng pelan. Yun Xuan dan Yun Mu terlihat sangat melengkapi, saudara yang sesungguhnya.
Tangan Yun Lizen bergerak ke atas, membuka lebar pertanda berhenti kepada suruhan Yun Lizen tanpa mengucapkan kata sepatah pun.
Rong Lian melihat kekacauan yang di buat keluarga Yun sangat marah, seharusnya mereka yang merasa tertindas tetapi kenapa dirinya yang merasa tertindas? Apa apaan ini?
"Jadilah tamu yang seharusnya." Yun Xichen menatap jijik dan merendahkan Rong Lian, memikirkan satu udara dengan keluarga Rong dan Dong saja membuat Yun Xichen sangat ingin membunuh mereka.
Tangan Rong Lian mengepal sempurna, darah Rong Lian menaik tiba tiba, mendidih dalam tubuh Rong Lian tidak terima karena diperlakukan seperti ini "Kalian, kenapa kalian tidak bisa bersikap baik. Memangnya kalian tidak tau aku siapa?"
Kata kata memuakkan, keluarga Yun sangat membenci ini.
"Tch, terlalu semena mena" Yun Shai sangat malas, kalau bukan karena keluarga Dong adalah kerabat kerajaan dan dia masih berada dalam wilayah Dinasti Shen, ia pasti akan sangat malas.
Nyonya Tua Rong melihat Yun Shai dengan tatapan tajam, tidak terima kalau Rong Lian diperlakukan tidak hormat seperti itu.
Perang dingin antara keluarga Yun dan keluarga Dong terjadi.
__ADS_1
"Lebih baik kalian terima saja, tidak usah berlagak sangat mahal" seseorang masuk secara tiba tiba, ditemani oleh dua orang berbaju hitam di belakang nya, dia adalah Dong Lu Xing.
Tuan dari segala Tuan keluarga Dong, dia adalah dalang dari balik peristiwa mengenaskan yang terjadi di negara Shen.
Pandangan Yun Xuan berpindah ke arah Dong Lu Xing, menatap tidak suka, melihat kalau aura Dong Lu Xing sangat kelam, bahkan kelilingnya adalah warna hitam, menyeramkan. Secara singkat Yun Xuan tau ada yang tidak beres dari ketiga orang tersebut, rasa penasaran yang Yun Xuan keluarkan sangat menarik di mata Dong Lu Xing.
"Tidak usah menambah masalah" Yun Xichen enggan menatap keluarga Dong.
"Kenapa? Kamu takut kalau dia menjadi orang yang sama seperti ku?" nada remeh sangat tidak mengenakkan di telinga keluarga Yun.
"Aku bilang tidak, kehendak tidak ada di tangan mu" Yun Lizen sekali lagi menolak sangat tegas, tidak peduli reputasi keluarga Yun yang akan jatuh, jika ia bisa membantu Yue Yin saja sudah menjadi sangat terhormat.
Karena ia tau, Yue Yin akan datang membantu.
Dong Qui sedari tadi menunggu namun tidak ada kepastian, ia langsung turun ditemani Li Ran menuju kehalaman keluarga Yun, menunggu di sana bukan lah Dong Qui, ia ingin langsung menikmati hasil dan rencana yang ia susun.
Selama perjalanan menuju kediaman keluarga Yun, Dong Qui di sambut sangat baik, bahkan di perlakukan seperti ratu di sana.
"Biarkan Tuan Putri lewat" Li Ran memberi intruksi kepada mereka, melihat mereka yang seperti ini, Li Ran menyerngit tidak suka.
Menjijikkan.
"Terimakasih" wajah dan tutur kata lemah lembut Dong Qui selalu hadir di depan banyak orang, melihat itu Dong Qui harus berpenampilan sangat baik.
Jangan mengecewakan keluarga Dong.
__ADS_1
Ingat, kamu harus sempurna seperti yang mereka harapkan.
Kedatangan Dong Qui dan Li Ran menarik perhatian banyak orang, banyak yang memuji hanya sedikit yang mencemonoh tidak suka, tapi hanya bisa di katakan di dalam hati selebihnya mereka tidak berani. Memikirkan apa yang akan terjadi saat mereka mengatakan seperti itu, dan hukuman pa ayang akan mereka terima? Sangat mengerikan, mereka tidak ingin mendapatkan masalah lagi, cukup masalah yang ini, jangan menambah lagi.