
Suasana tiba tiba mencengkam, dari arah belakang mereka menyaksikan aura Yue Yin dan ketua kelompok yang tersisa tadi sangat menggerikan. Aura yang di berikan ketua kelompok itu memliki nafsu membunuh, sedangkan Yue Yin memiliki nafsu haus akan darah. Darah darah yang jatuh di tanah mengundang tawa Yue Yin muncul.
"Kakak, kamu dapat kenalan seperti dia darimana?" Fu Chenwu melirik aneh, kakaknya ini bukannya kakak nya ini tidak pernah keluar dari paviliun nya sendiri?
"Dia yang menemuiku, bukan aku yang menemuinya" kebenaran yang membagonggkan, mereka kira ada kesalah pahaman ternyata itu hanya ekspetasi ku saja.
"Bertemu dimana? Kakak kan tidak pernah keluar?"
"Kamu jangan terlalu kepo seperti mereka"
'Kenapa kita jadi yang kena?' batin para pengawal pribadi mereka.
'Pertemuan itu membuat ku malu, tapi kalau tidak ada dia. Mana mungkin aku akan hidup sekarang, kalau tidak dengan Giok ini' Fu Huishen mengelus Giok yang terletak bersembunyi di sabuk nya.
"Dia sungguh menggerikan"
"Kau benar Shi Chao, aku kira dia lugu tapi ternyata jauh lebih kejam daripada Shenyu"
"Kenapa aku dibawa bawa?"
"Diamlah, kalian ini berisik sekali" Fu Chenwu merasa terganggu, percakapan tidak berfaedah ini membuat nya sungguh pusing.
Fu Huishen terdiam, mengapa orang itu berkata kalau Yue Yin sudah menyelamatkan nya beberapa kali. Seingat nya ia hanya bertemu saat kemarin malam 'Apa yang disembunyikan nya?'
'Tidak mungkin kalau keberuntungan yang selalu ia alami akibatnya wanita ini? Tidak, aku harus bertanya langsung kepadanya' menggeleng pelan, Fu Huishen tidak boleh berpikir buruk.
"He, menyerah lah. Aku sungguh malas berurusan dengan iblis seperti kalian"
"Kamu harus mati"
Ketua kelompok menerjang Yue Yin dengan brutal, tapi dengan mudah nya Yue Yin menghindari dengan pedang nya. Gerakan itu membuat Fu Huishen merasakan pernah melihat nya, tapi dia tidak ingat dengan jelas.
Sreett
Goresan pedang orang itu membuat tangan Yue Yin luka, darah menetes di hanfu nya. Bertepatan dengan itu, seringgai Yue Yin muncul. Heh, luka seperti ini hanya urusan kecil.
"Darah yang keluar dari tubuhku, akan ku bayar dengan berkali kali lipat" Suara Yue Yin tergolong rendah, tapi mereka semua dapat mendengarnya.
__ADS_1
Yue Yin menerjang orang itu, hanya beberapa kali sabetan saja sudah membuat keadaan orang itu luka para. Bodoh sekali orang ini, membangunkan singa yang tertidur.
"Kau!! Seharusnya kau mati saat itu. Pangeran yang kamu lindungi saja tidak tau kalau kau sering kali menyelamatkan nya, kenapa kau masih ingin melindunginya?" geraman rendah terdengar, orang ini selain ingin membunuh ternyata ingin mengadu domba toh.
"Kalau urusan itu bukan urusan mu"
"Dia tidak akan mengingat mu, racun di tubuh nya membuat ingatan masa lalu juga perlahan pudar"
"Aku tidak peduli"
"Bodoh"
"Sialan" umpatan mereka ini membuat orang di belakang nya terkejut, ada ya orang yang dengan santainya mengumpat di depan orang istana?
Yue Yin menerjang orang itu dengan santai, ayolah aku sudah lelah berkelahi dengan orang ini. Tidak tau malu, seharusnya dia juga sudah mati hangus. Orang itu mengelak, melihat orang itu terdesak Yue Yin langsung mengeluarkan jarum dari tangan kiri nya. Jarum perak itu melesat cepat ke arah titik aku akupunktur, dan pedang itu juga melesat begitu saja menembus dada orang itu.
"Aku tidak akan mati hanya karena pedang mu ini, Hahahahahaha kamu kira aku bakal mati uhuk" sombong sekali, ah Yue Yin rasanya ingin memukul muka itu.
"Terserah padamu, kalau kau tau pedang ku bukan pedang biasa bodoh. Iblis seperti mu yang terkena dengan pedang ku akan mati lenyap seperti abu" Yue Yin menjawab acu tak acuh, pedang yang tadi digenggam nya berubah kembali menjadi kipas yang indah.
"Kalian?" Yue Yin berbalik melihat orang orang di belakang nya, kenapa wajah nya tegang sekali?
"Tidak kak, kami tidak melihat apa apa" gelengan panik dari Fu Chenwu membuat tawa Yue Yin meledak, pesona yang indah.
Walau ia memakai topeng, senyum indah masih terlihat disana. Sangat manis, bagaimana dengan wajahnya? Pasti cantik sekali.
"Kau ini, aku hanya meminta korek api. Ada yang memiliki nya?"
Dengan tergesa gesa, Chianlu mengangkat tangan nya. Mengambil korek api yang ada di sakunya, lalu melemparkan dengan cepat "Maaf, aku tidak sengaja"
Anggukan yang Yue Yin berikan dapat menghentikan pikiran gelisah Chianlu, melihat lemparan korek berada jauh di samping kirinya. Terpaksa, Yue Yin menerbangkan kipas nya dengan lembut lalu mengambil nya kembali "Tidak apa, aku paham"
Mereka melongo, bagaimana dia bisa dengan lihai menangkap nya hanya dengan sebuah kipas? Yue Yin berbalik dan memandang mayat mayat ini, mayat ini harus di bakar.
Kerutan muncul di kening Fu Chenwu "Apa yang akan kakak lakukan?"
Senyum aneh Yue Yin keluar "Tentu saja membakar mereka, mayat seperti ini bisa hidup kembali kalau ada jasad nya"
__ADS_1
"Ternyata mereka ini bersekutu dengan ibli?"
Anggukan Yue Yin membenarkan "Benar sekali, kau tau darimana?"
"Aku melihat mereka tidak mengeluarkan darah sedikit pun"
Memang benar, fakta ini banyak di ketahui, jadi ya tidak salah. Bahu Yue Yin menggerakkan acuh tak acuh, dia langsung melemparkan korek api itu ke arah mayat dan terlihat api mengepul. Hitam? Bagaiamana bisa?
Kening Fu Chenwu menyerngit 'Kenapa bisa berwarna hitan?'
Pandangan Fu Huishen terus menatap pergerakan Yue Yin 'Bagaimana bisa dia tau? Pakainya ini hampir sama warna nya, ungu namun juga ada biru. Sebenarnya siapa orang ini?'
Api berkobar cepat, membuat kobaran berwarna hitam. Yue Yin mengerahkan seluruh tenaga dalam nya untuk membuang jasad ini ke dalam jurang dengan bantuan kipasnya, kipas yang indah seperti pemiliknya.
"Kenapa kamu membuang nya?" Shi Xiong merasa aneh, seharusnya mereka tidak buang begitu saja.
"Kalau tidak di buang, Ayah kalian pasti tau dan malah berpikir kalau kalian melanggar yang katanya peraturan kerajaan paling adil dan bijaksana"
Fu Huishen maju meraih pundak Yue Yin dan membalikan nya "Apa maksudmu? Jangan bilang kalau mereka semua adalah utusan ayah ku?"
"Kau pikir mereka siapa? Bukan utusan lebih ke arah tangan kanan Ayah kalian untuk memberantas semua orang yang tidak bersalah tanpa jejak"
Fakta yang mengejutkan.
"Kenapa Ayah melakukan ini kepada kita" Fu Chenwu meringis, ayah nya ini benar benar kejam.
Yue Yin menjitak kening Fu Huishen dengan pelan, jangan menangis "Karena kalau kalian masih hidup, kerajaan itu seharusnya menjadi milik kalian. Bukan anak haram itu"
"Hei kau tidak takut dengan ucapan mu?" Chianlu merasa ngeri, jangan kan berkata tidak sopan mengatakan anak permaisuri dengan sebutan tidak benar saja sudah di hukum mati!.
Alis Yue Yin terangkat "Aku takut? Yang benar saja, tua bangka dan nenek lampir bukan tandingan ku"
Fu Huishen meringis, Yue Yin menyentil dengan tenaga dalam apa? Sakit sekali "Kau ini"
"Ha? Kau mau apa?"
"Sudahlah, beri tau aku cara keluar dari sini"
__ADS_1