Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Berkeliling Bersama Naga Hao


__ADS_3

"Bagaimana bisa?" Nyonya Cao bertanya, tidak ada yang tau dimana letak gunung itu.


Terkekeh pelan, Mei Lin sedikit tertawa "Bisa, jangan lupakan Naga Hao yang sekarang berada di sisi Fu Huishen. Biarkan mereka mengalami kejadian ini, karena kejadian ini telah di rancang okeh Yin Jia"


Kejadian yang memungkinkan Fu Huishen mendapatkan ingatnya nya kembali, separuh ingatan tentang kultivasi dan ilmu bela diri tombak. Yang Yuan adalah dewa perang, Dewa perang yang selalu menolong dan membunuh bangsa iblis yang melanggar.


Biarlah Fu Huishen menjadi Dewa Perang, dengan menguasi tombak dewa salju, Fu Huishen akan mendapatkan kembali ingatan nya dan aku akan menjemputnya.


Kata kata Yue Yin selalu terngiang ngiang di kepala Mei Lin.


"Kembali lagi pada intinya, jangan menikahkan mereka karena aku tidak yakin hukuman apa yang akan kalian terima jika itu terjadi" di pertegaskan sekali lagi, larangan yang amat sangat penting.


Larangan yang tidak boleh di lupakan "Yue Yin akan selalu mengingatkan kalian di setiap malam, hati hati"


...****************...


Naga Hao dan Fu Huishen berjalan jalan, melewati beberapa rumah rumah dan ruangan ruangan yang entah apa itu, sedari tadi mereka berdua hanya diam.


Jika di liat liat, halaman rumah keluarga Yun sangat bersih dan rapih, banyak tanaman yang ada di sana.


"Tuan, apa yang Tuan lihat saat Tuan tertidur" Hao ingin sekali tau, apakah Tuan nya yang baru ini memikirkan Tuan nya yang asli? Atau, Fu Huishen malah memikirkan orang lain?


Kalau memang benar memikirkan orang lain selain Yin Jia, Hao akan meninggalkan Fu Huishen saja.


'Bagaimana jadinya kalau Nona Yin tau? Pasti Nona patih hati, aku tidak ingin'


Sangat perhatian.


Langkah Fu Huishen terhenti, berbalik menatap Naga Hao yang tengah berada di udara, tubuh kecil itu sangat menggemaskan "Aku melihat ingatan Dewa Perang Yang Yuan, di dalam nya hanya ada wanita yang bernama Yin Jia. Singkatnya Yin Jia dan Yue Yin itu sama, hanya sifat yang membedakan"


Dari sinilah Naga Hao yakin, kalau dewa Yang Yuan memang sangat mencintai Yin Jia, cinta sejati. Dewa dan Dewi sejati.


Rasa kebahagian langsung memenuhi hati Naga Hao, tersentak karena terkejut '*Nona, aku tau kau bahagia tapi tenang lah sedikit'


'Aku tidak bisa, ini adalah hal yang ku nanti nanti'

__ADS_1


'Aku tau, aku akan mempercepat dewa Yang Yuan agar mendapatkan kembali ingatan nya*' Naga Hao dan Yue Yin mengobrol lewat pikiran, telepati.


Sejujurnya hanya Yin Jia pemiliknya, tapi Naga Hao ingin sekali membantu Yin Jia agar Yin Jia tidak kesusahan.


"Lalu, aku mendengar Yang Yuan berbicara " Aku disini, aku akan selalu menunggu Yin Jia kembali" hanya itu, menurutmu itu memang Yang Yuan?" Fu Huishen menatap Naga Hao, berharap mencari kebenaran.


Mata hitam itu menatap sendu, tatapan matanya berubah sesuai suasana Yue Yin, kali ini suasana hati Yue Yin sedih 'Hao, kau dengar itu. Aku ingin ke tempat mu untuk memeluknya'


'*Tidak Nona, tenangkan dirimu. Aku akan mempercepat nya, Nona kumpulkan saja tubuh Naga Nona yang hilang, jangan pikirkan yang lain'


'Tidak bisa Hao, aku merindukan nya*' Hao bisa merasakan nya, keinginan untuk bertemu.


'*Tenangkan diri Nona, hati hati minta bantuan kepada Haku. Jangan berbuat nekat'


'Tunggu, Hao dengar*-' telepati antara Hao dan Yue Yin terputus, Hao yang memutusnya karena takut kalau Yue Yin melakukan hal yang tidak benar.


Fu Huishen mengerutkan kening, sedari tadi Hao seakan berbicara pada orang lewat gerakan tubuhnya, tapi Fu Huishen tidak menemukan siapapun kecuali dirinya.


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku Hao?" tidak senang, tapi Fu Huishen tidak mempermasalahkan.


Gelapan mendengar nada dingin Fu Huishen, Hao menoleh laku melingkar ke arah pundak Fu Huishen "Maaf, aku tidak bisa fokus, kalo kataku itu memang Yang Yuan dia merindukan Yin Jia"


'Fu Huishen ingin membantu mempertemukan Yang Yuan dengan Yin Jia? Itu bagus, tapi apakah dirinya tau kalau Yang Yuan adalah dirinya?' menggelengkan pelan.


Fu Huishen kembali melangkahkan kakinya, menyusuri lingkungan sekitar milik keluarga Yun, bisa di bilang Fu Huishen berjalan pada siang hari. Panas memang, tapi banyak pohon pohon yang menghalangi sinar matahari, bahkan sedari tadi angin sering datang.


Apa jangan jangan, alam sekitar ini tau kalau Fu Huishen adalah Dewa Perang?


Mungkin saja tau.


Hao tersenyum licik "Tuan harus melatih tubuh Tuan, seperti yang aku katakan pada Tuan"


'Benar, ilmu kultivasi dan ilmu bela diri. Aku harus bisa menguasai nya, agar aku bisa bertemu dengan Yin Jia' setuju akan pernyataan Hao, Fu Huishen tersenyum manis.


Semanis gula.

__ADS_1


'Jika Nona Yin tau, Nona Yin pasti melarang Fu Huishen tersenyum' Hao tau kalau Nona nya ini sangat posesif terhadap Yang Yuan, dan itu malah membahagiakan Yang Yuan!!


Sepasang kekasih bodoh yang selalu di hormati orang orang.


'Sialan, berani beraninya kau mengatakan aku bodoh?!' Yin Jia menggeram tidak suka.


Hao hampir ingin jatuh, tiba tiba Hao mendengar suara Yin Jia yang sedang menggeram tidak senang, pikiran nya bertanya tanya, sejak kapan?


"Hao, jika kita berjalan jalan lebih lama lagi dan lebih jauh, apakah tidak apa?" Fu Huishen tidak melihat ke arah Hao, melainkan ke arah Gunung.


Orang bilang di belakang gunung salju itu, ada danau yang indah. Tapi tidak sedikit orang yang kesana, katanya gunung itu berhantu.


'Kau lupa atau apa? Naga bodoh' Yin Jia terkekeh.


Sungai dan Gunung memang menjadi kesamaan bukan? Fu Huishen selalu ingin melihat gunung gunung.


"Oh, ah boleh boleh. Aku menemanimu" Hao sedikit gelapan, bingung ingin merespon siapa. Yin Jia atau Fu Huishen.


"Kamu kenapa?"


"Tidak, tidak"


Fu Huishen hanya berdiam diri, menganggap bahwa Hao ini agak aneh dari Naga yang lain. Naga Hao itu lucu, bukan menyeramkan, kecil seperti cacing dan tidak besar. Apakah Naga Hao ini tidak pernah makan, atau apa?


"Hao, kau lihat gunung itu?" berhadapan dengan gunung, suasana hati Fu Huishen membaik.


Hai menoleh, dan Hao melihat Yue Yin di sana!!


'Nona, kau kah itu?' takut kalau itu hanya angan angan nya saja.


'Ini aku'


'Untuk apa Nona berada di sana?' tidak habis pikir, Nona nya ini benar benar di luar kendali.


'Merancang kejadian, kau pikir apa?'

__ADS_1


"Ayo Hao, aku ingin ke sana. Aku belum pernah melihat Gunung Salju selain Gunung Goulin" langkah kaki Fu Huishen semakin cepat, nada gembira tercetak di sana.


'Gunung Goulin? Kenapa namanya mirip Houling? Atau jangan jangan itu gunung yang pernah Nona Yin katakan?'


__ADS_2