
Sudah tujuh tahun Yun Xuan menanti keberadaan Yue Yin, tapi yang di nanti hingga sekarang tidak ada kabarnya. Bahkan keberadaan nya saja Yun Xuan tidak tau.
pagi ini Yun Xuan tengah belajar bersama Yun Shai, tema yang diambil adalah kultivasi, masih ada beberapa yang belum bisa di pahami oleh Yun Xuan.
''Kakak perhatian baik baik'' Yun Shai mengarahkan kedua tangan nya ke depan, membentuk sebuah bola kristal, lalu menampakkan tentang lingkungan luar kediaman Yun.
Ilmu penerawang ini masih belum bisa Yun Xuan lakukan, entah karena apa tapi Yun Xuan tidak bisa fokus.
Sering kali percobaan dilakukan tapi hasilnya gagal, dan gagal.
''Fokuskan pikiran kakak, coba pikirkan tempat yang ingin kakak lihat'' kegagalan bukan berati tidak ada keberhasilan, hanya saja kegagalan terlalu cepat untuk Yun Xuan.
Sekitar dua puluh menit Yun Xuan coba, tapi Yun Xuan tidak bisa menemuka apa apa, dan hanya terlihat nola berwarna biru dengan gambaran hitam.
''Kenapa susah sekali'' Yun Xuan bergumam lelah, hatinya seakan tergerak untuk memanggil seseorang tapi siapa?
''Aku akan belajar sendiri, adik boleh pergi'' pemandangan bola kristal itu ternyata sangat berati bagi Yun Xuan, tanpa mengalihkan pandangan nya, Yun Xuan berkata dingin.
Tidak heran bagi keluarga Yun untuk menanggapi perilaku Yun Xuan, sejak Yun Xuan kembali dari gunung salju, perilaku Yun Xuan sangat dingin, bahkan sangat berbeda dari perilaku Yun Xuan awalnya.
''Ingat, fokuskan pikiran kakak'' sebelum Yun Zhai melangkah, kata kata pengingat di berikan oleh Yun Shai kepada Yun Xuan.
''Aku ingat, terimakasih''
Terdiam hanya untuk mengingat kata kata yang diberikan Yun Shai kepadanya, Yun Xuan memikirkan banyak cara untuk mencapai tujuannya.
Apa yang salah?
Yun Xuan tidak merasa ada yang salah pada dirinya.
''Tuan, kata Yun Shai fokuskan pikiran, jangan berkelana kemana mana'' masih ingat dengan Hao? Naga yang kecil itu berubah, ukuran nya lumayan besar dan panjang.
''Aku tidak bisa''
berpindah tempat ke samping Yun Xuan, Hao lalu menatap sangat malas ''Aku tau apa yang kau pikiran''
__ADS_1
Lalu jika kau tau, kenapa kau bertanya?
''Sudahlah, aku yakin dia akan kembali''
Sentilan diberikan kepada Hao ''Bagaimana kau bisa tau?''
'Karena aku tau, kan Yue Yin adalah tuan ku' walaupun ada rasa sakit, hao hanya bisa meringis dan berujar dengan bangga.
''Ayo kita belajar lagi!''
''Hao, aku terlalu malas''
''Tuan, kau berubah. Dulu kau sangat menyukai tentang kultivasi tapi sekarang kau malah seakan membencinya?''
Dulu, aku memang menyukainya tapi sekarang aku tidak menyukai lagi.
Dulu aku menyukai karena Yue Yin pernah mengatakan kalau saat aku telah memasuki tingkat abadi, ia akan menjeputku, tapi sekarang ia bahkan belum terlihat dimana.
Mencapai tingkat abadi bukanlah hal yang mudah, terlalu banyak tantangan nya, sebagian orang pasti tidak akan sanggup untuk melakukan nya dan berhenti di tengah jalan.
Bukan rahasia umum lagi kalau banyak orang yang lebih memilih tingkat ranah tengah daripada tingkat abadi, taruhan yang harus ia bayar adalah nyawa. Bukan hanya itu saja, jika orang mempunyai hewan spritual sebagai bawahan di dunia ini sangat jarang, bahkan hanya ada satu atau dua orang saja, bisa menguasai kultivasi saja seperti berkah apalagi orang itu bisa mempunyai kontrak dengan hewan.
''Siapa?'' jika yang memulai gosip adalah Hao, Yun Xuan sedikit was was.
''Dong Qui''
Kerutan samar muncul di wajah Yun Xuan, saat telinga nya menangkap nama orang itu, entah di hati Yun Xuan sangat tidak suka. Ada rasa yang sangat membenci jika Hao berbicara tentang wanita lain selain Yue Yin, mungkin ini rasa milik Yang Yuan?
''Aku dengar dia sangat baik hati, dan aku pernah mendengar kalau Tuan akan di jodohkan dengan nya''
'Tidak bisa' spontan saja Yun Xuan langsung bangkit dari duduknya, menghadap Hao yang sedang melayang dengan tenang.
Ada apa ini? Kenapa aku sangat tidak suka?
''Aku tidak memikirkan tentang pernikahan, aku hanay ingin mengetahui dimana Yue Yin berada''
__ADS_1
''Jangan pernah mengecewakan Yue Yin' lagi lagi suara yang di dengar dari kepala Yun Xuan terdengar, suaranya hampir mirip dengan nya.
Ini suara milik Yang Yuan.
'Tuan, reflek yang sangat bagus' sengaja memancing omongan agar Yun Xuan ingat apa perkataan Yang Yuan yang selalu menghantuinya.
''Aku hanya ingin Tuan berhati hati, dia adalah rubah yang licik'' Hao sendiri sangat tidak menyukai Dong Qui, hanya karena wajahnya yang cantik dan kebaikan nya bukan berarti orang itu tidak memiliki sisi yang jahat bukan?
''Aku tidak peduli, kita harus mencari Yue Yin lagi'' tubuh itu berputar menghadap langit, sejak kepergian Yue Yin, Yun Xuan sangat menyukai langit.
Rasa bahagia selalu memenuhi hati Yun Xuan.
''Lebih baik tuan mempelajari jurus yang lain, aku yakin Yue Yin akan datang dengan sendirinya'' karena Yue Yin datang dan pergi sesuka hatinya, walaupun kamu mencarinya di seluruh dunia, bahkan alam semesta pun kamu tidak akan menemukan nya.
''Kenapa kmu sering membicarakan hal konyol, seakan akan kamu adalah peramal'' tawa kecil Yun Xuan tampilkan, jika Yue Yin melihat ini, Yue Yin pasti akan mengurung Yun Xuan.
''Tidak ada yang tidak mungkin bukan?'' Hao mendekat ke arah Yun Xuan ,bersadar pada pundak Yun Xuan adalah kesenangan nya.
''Apa yang ingin kamu katakan lagi?'' sejak saat itulah YUn Xuan tau kalau Hao ini tipikal hewan yang cerewet.
Membicarakan apa saja saat Yun Xuan dalam keadaan sedih, bahkan Hao menceritakan Yue Yin yang aslinya mirip dengan nya, perlu di ingat Yun Xuan tau kalau Hao ini adalah naga milik Yue Yin.
''Tidak ada yang tidak mungkin di kehidupan ini, Tuan tau? Bagaimana Tuan melewati semua ini? Sekarang Tuan bebas melakukan apa saja atas kerja keras Tuan''
Termenung mendengar perkataan Hao, Yun Xuan akhirnya menyetujui perkataan Hao ''Aku tau, ini berkat kamu, Yue Yin dan kalian semua''
Hao sangat menyukai Yun Xuan saat nama Yue Yin keluar, lucu.
''Hanya itu? Apa Tuan lupa hari ini ada janji pada Yun Mu?''
Janji? Sejak kapan dirinya mempunyai janji?
''Sejak tuan ingin mengajarkan ilmu pedang pada Yun Mu'' bagaikan dewa, Hao langsung menjawab pertanyaan bingung milik Yun Xuan.
Ada yang salah, kenapa Yun Xuan tidak bisa mengingat nya, padahal perkataan itu terucap kemarin malam.
__ADS_1
'Karena Tuan hanya mengingat Yue Yin saja, bukan kah itu hal yang bagus?'
Tangan Yun Xuan meraih tombak nya lalu melangkah secara tergesa gesa, berlari ke arah haam pelatihan Yun Mu, adiknya. Dalam hati Yun Xuan sudah merapalkan banyak kata maaf dan alasan yang akan ia buat.