
Yue Yin yang tidak lain adalah Jia Yin terbangun karena ingatan masa lalunya yang kembali menghantui nya, ugh ini sangat menyusahkan dirinya saja. Yue Yin termenung kembali mengingat dis harus mengembalikan ingatan kekasih nya itu.
Yue Yin beranjak mengambil arak yang ada di atas meja, kemudian membuka penutup nya dan meminum nya perlahan. Tidak peduli dengan apapun dia harus bisa menenangkan kembali pikiran nya yang tidak sehat ini.
Perlahan minuman yang ia minum habis tersisa tempat nya saja, angin yang menghembus melawati Yue Yin berada menambah kesan dingin. Dengan penampilan yang jauh lebih indah, berbalut hanfu ungu di bagian dalam dan biru di bagian luar. Rambut yang panjang menjuntai berwarna hitam pekat, dengan beberapa kain ungu dan mahkota kecil bertengger indah di kepalanya.
"Hah, aku rindu dengan dia... Aku harus melihat kondisinya, mengingat besok adalah hari pergantian tahun" Yue Yin mengibaskan ngibaskan tangan nya yang sedikit kotor dengan senyuman indah, beranjak keluar dari gubuk tempat tinggal nya.
Yue Yin melesat ke arah kediaman Paviliun Shen, kediaman Pangeran ketiga, kediaman yang selalu sepi namun menenangkan, kediaman yang indah di pandang. Yue Yin tersenyum melihat Pangeran ketiga baik baik saja, dia melihat bawahan nya sedang berkumpul untuk menemani Pangeran ketiga merasakan kesejukan.
"Lihatlah dia masih sama, suka dengan pemandangan alam pada malam hari" terkekeh kecil melihat senyuman tipis Pangeran pertama, dia melihat Pangeran ketiga di antar memasuki kamar nya.
Yue Yin melihat punggung Pangeran Ketiga yang menghilang di gelapan malam, dia lantas turun ke sisi lain tembok Paviliun Shen untuk mengganti baju saat menemuinya "Aku harus menemuinya dan mengajak nya merayakan Tahun baru besok"
...****************...
keheningan malam yang sejuk membuat orang orang tidur dengan tenang, berbeda dengan 5 orang ini yang sedang duduk tenang melihat pemandangan indah di langit gelap. Namun, salah satunya tidak bisa melihat semua keindahan itu.
Terlihat istana yang di tinggali mereka terlalu ramai dengan orang orang yang berlalu lalang untuk menata barang barang yang akan di pergunakan saat malam tahun baru tiba, kediaman nya aja yang sepi. Terlihat sangat tenang, bahkan tidak ada yang berani mengusik mereka.
"Bawa aku masuk, aku lelah ingin beristirahat"
"Baik Pangeran"
Seorang melangkah maju untuk memampah tuan nya yang ingin kembali ke kamar dengan perlahan, berjalan melalui angin yang kian menerjang tubuh mereka. Dingin sekali, tangan yang tidak lain adalah Pangeran menyatu secara perlahan, membuat kesan tangan untuk dirinya sendiri.
Keduanya melangkah mendekati kamar yang terletak tidak jauh dari tempat mereka duduk tadi, secara perlahan satu orang membuka pintu dan menuntut tuan nya untuk tertidur di atas kasur miliknya. Pangeran tersebut mengangguk lemah dan tersenyum tipis "Pergilah, jaga saja dari luar. Aku ingin istirahat"
Bawahan itu menganguk dan membungkuk memberi hormat "Baik, Hamba mengerti" terdengar suara langkah kaki menjauh dari pendengaran nya.
Pangeran ketiga tidak bisa tidur dengan tenang, dia di hantui perasaan rindu dengan seseorang yang pernah menyelamatkan nya di saat terpuruk. Padahal orang itu sudah berjanji kepadanya untuk menemuinya Tahun baru lalu.
"Kemana dia, padahal dia sudah berjanji kepadaku" tersenyum masam mengingat janji yang dibuat oleh orang itu.
__ADS_1
Tidak ada yang menjawab pernyataan dari Pangeran Ketiga itu, hanya ada suara angin yang berhembus kencang memasuki ruangan lewat jendela yang terbuka. Angin masuk tanpa ijin dari pemilik ruangan ini, Pangeran ketiga hanya bisa diam karena tidak mungkin dia menutup jendela itu.
"Jendela nya tidak di tutup"
"Aku yang akan menutup "
Sahutan kecil terdengar di telinga Pangeran Ketiga, dan benar saja jendela yang tadinya terbuka kini tertutup untuk menghalau angin yang lebih banyak masuk. Pangeran ketiga terkejut dengan sahutan ini, dia bergerak gelisah di atas tempat tidur miliknya.
Kekehan kecil terdengar berbarengan dengan derap langkah yang kian lama kian mendekat, seorang wanita mendekat dengan perlahan ke arah Pangeran ketiga "Aku disini, kau tidak mau menyambutku?"
ㅤ"Siapa kamu? Aku tidak mengenalmu" nada ketus itu membuat hati wanita itu sedikit bergetar, melihat seorang yang ia rindui sudah ada di depan mata nya.
Rindu?
Sangat rindu, bahkan seperti itu selamanya akan rindu.
Yue Yin setengah menangis menatap wajah yang sudah lama ia rindukan, ingin sekali mengusap wajah itu dengan telapak tangannya. Tersenyum kecut mengingat takdir yang tidak berpihak kepadanya, jahat sekali.
Pergerakan yang tiba tiba ini membuat Pangeran Ketiga langsung menangkap, situasi apa yang sedang terjadi. Dia hanya bisa pasrah dengan keadaannya, karena sering kali ia di hadapi dengan para pembunuh yang menginginkan nyawanya tiada.
Tetapi, dia tidak merasakan pergerakan lagi dari seseorang di sampingnya itu membuat tanda tanya yang besar bagi dirinya. Pangeran Ketiga masih berdiam diri tanpa melakukan gerakan apapun untuk keselamatannya.
Hangat, dia merasa kehangatan menjalar dari tangan yang berada di atas kepalanya, dia juga merasa seseorang di samping nya ini sedang mengelus kepalanya dengan lembut.
"Aku tau kamu belum tertidur, aku akan menemanimu hingga tertidur disini" Seseorang yang tak lain adalah wanita itu berucap dengan lembut untuk menghentikan kesunyian di anatar dirinya dan orang di depannya.
Pangeran Ketiga yang di perlakukan dengan lembut seperti ini merasa sangat terharu, tak ayal ia merasa senang dengan perlakuan ini hingga gerakan usapan tersebut terhenti saat dirinya bertanya "Siapa yang mengutusmu ke sini?"
"Tidak ada yang bisa memperintahkan ku disini, aku datang untuk menemuimu tanpa niat buruk" Dia melanjutkan gerakannya yang sempat tertunda tadi, pergerakan yang menenangkan sekali bagi Fu Huishen.
"Lalu? Untuk apa kamu kemari"
"Aku menemuimu untuk menjagamu dari niat jahat orang di sekitarmu"
__ADS_1
"Jika kamu memang ingin melindungi ku, kenapa kamu baru menemuiku sekarang?" terdengar rasa kecewa yang dalam di perkataannya.
"Maaf" hanya perkataan ini yang bisa di ucapkan oleh wanita di sampingnya.
"Jawab aku, untuk apa kamu baru menemuiku?" pertanyaan mendesak yang di keluarkan mampu membuat gerakan lembut tadi terhenti.
Pangeran Ketiga perlahan bangkit dari tidurnya, dia menundukkan dirinya di tepian kasur menghadap seseorang wanita dihadapannya dengan rasa kecewa.
Seorang wanita tersebut lantas dengan cepat bangkit untuk membantu laki laki di hadapanya duduk, dia juga ikut duduk di samping laki laki itu. Dengan perlahan wanita tadi memegang kedua pundak pangeran laku menghadapkannya di depan dan memeluknya dengan hangat.
Pangeran ketiga sontak terkejut dengan apa yang di lakukan wanita di hadapanya, bagaimanapun dia baru pertama kali bertemu tetapi dia dengan lancang memeluknya. Pangeran Ketiga ingin melepaskan pelukan nya, tetapi dia mengurungkan niat nya saat merasa hangat dan familiar dengan pelukan yang dia rasakan.
"Maaf, aku tau ini pertemuan pertama kali kita di kehidupan ini. Aku akan menjaga mu, dan kamu tidak perlu khawatir tentang hal itu" wanita ini berucap dengan menenangkan laki laki di hadapannya dengan berujar lembut sambil mengusap punggung laki laki di hadapannya.
"Izinkan aku untuk menjaga mu, Fu Huishen" wanita itu berucap dengan tulus diiringi elusan di pada rambut laki laki di hadapannya.
Fu Huishen terkejut akan perkataan yang dilontarkan wanita di hadapannya, dia jelas tau kalau nama panjang nya itu hanya di ketahui oleh beberapa orang di dunia ini. Dia lebih sering menggunakan nama Pangeran Ketiga Fu di masa sekarang.
"Tidak usah terkejut" wanita tersebut mencoba untuk meyakinkan Fu Huishen.
"Siapa dirimu sebenarnya?" Fu Huishen melonggarkan pelukan nya dan menatap seorang wanita di hadapannya.
Dia semakin yakin bahwa ada yang tidak beres dengan wanita ini.
"Aku Yue Yin, kelak aku akan kembali dan menjagamu. Tetapi untuk sekarang aku harus menyelesaikan masalahku dulu" wanita yang di panggil Yue Yin ini menenangkan Fu Huishen agar tidak berburuk sangka "Ambil ini, jika kamu membutuhkan ku panggil saja namaku, aku akan datang di sisimu"
Yue Yin mengambil gantungan Giok yang indah berwarna ungu kebiruan dengan dihiasi warna merah di beberapa sudut Giok tersebut, tidak hanya itu Giok tersebut juga di hiasi gantungan mutiara kecil di bawahnya.
Perlahan mengambil tangan Fu Huishen dengan lembut, lalu memberikan Giok di tangan atas tanganya. Fu Huishen menerimanya dengan perasaan bingung, tapi tak ayal dia terima.
Setelah memberikannya, Yue Yin mengecup kening Fu Huishen dengan lembut laku beranjak berdiri untuk pergi, sebelum itu ia mengucapkan sesuatu "Aku selalu ada di sampingmu, ingat jaga baik baik Giok Biuu ini dengan baik, maaf mengecewakanmu"
Setelah itu sosok Yue Yin menghilang bak angin yang datang dan pergi sesuka hati, sepeninggalan Yue Yin, Fu Huishen langsung merasakan sakit yang teramat dan Fu Huishen kehilangan kesadarannya.
__ADS_1