Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Mengambil Barang Yang Di Ambil


__ADS_3

Kediaman paviliun Shen terlihat bersih, namun banyak tanaman aneh di sana. Tanaman yang memungkinkan dapat berbahaya, walau tanaman itu terlihat indah namun mematikan.


Salah satunya tanaman bunga sedap malam, kenapa tanaman ini bisa disini? Dan ini anggrek ungu? Anggrek ini bukan seperti anggrek pada biasanya kan? Warna nya terlampau ungu hitam, bukan ungu biasa.


Tangan itu tertulur memegang bunga anggrek ungu, dengan bantuan kipas anggrek itu berubah terhadap rangsangan. Warna yang indah tadi tergantikan dengan warna hitam, tidak salah lagi kalau ini bunga anggrek hitam.


Tatapan tidak suka di layangkan bunga itu gumaman rendah terdengar di sekitaran nya "Kenapa bunga ini bisa disini? Keluarga ini benar benar tidak bermoral"


Seseorang menyahuti dengan tenang "Bunga ini sudah disini saat dia masih kecil, saat itu aku terpaksa mencabut semuanya dan sekarang masih ada lagi"


"Berarti ini sudah direncanakan, kita harus memberi mereka pelajaran"


"Yue Yin, jangan gila. Kau tau itu akan membahayakan mereka juga"


Kipas yang tadinya menutup terbuka secara sempurna, gambar naga disana tercetak jelas dengan berwarna ungu "Kenapa? Keberadaan anak itu saja mereka tidak tau, jangan terlalu khawatir. Menunggu karma nya mereka terlalu lama"


"Terserah padamu saja, cepat kita masuk sebelum pagi tiba"


Langkah itu terdengar pelan, bahkan tidak ada suara sama sekali. Dua orang masuk ke dalam kamar Fu Huishen, mengedarkan pandangan nya. Kamar yang nyaman tapi tidak dengan isinya, Yue Yin menemukan bunga sedap malam lagi.


'Bunga ini lagi? Seberapa banyak bunga ini. Kenapa mereka berperilaku jahat seperti itu'


Yue Yin menggeledah laci dan lemari yang ada di sana, dia menemukan sekotak berwarna putih, Giok hijau mendekati merah itu. Kotak apa ini? Dia harus membawanya dan memberikan in kenapa Fu Huishen, siapa tau kotak ini kebutuhan.


"Mei Lin, bawa barang yang sekiranya penting saja, aku tidak tau betul barang milik Fu Huishen" Yue Yin berkata tanpa menoleh ke arah Mei Lin, dia masih tetap melihat kotak itu dengan rasa penasaran.


Arah pandang Mei Lin beralih ke arah Yue Yin, senyuman kecil muncul "Baik, itu adalah kotak peninggalan ibu Fu Huishen"


Seakan tau kalau Yue Yin meminta penjelasan, Mei Lin berbicara dengan tenang. Anak ini memang peka sekali, tapi tidak dengan perilakunya.


"Begitu, baiklah kita juga harus ke kamar Fu Chenwu" Yue Yin memasukan kotak itu kedalam tas kain.


"Kamar itu bersebelahan dengan kamar Fu Huishen"

__ADS_1


"Ha? Seharusnya paviliun mereka berbeda, kenapa bisa begitu sama?" beo Yue Yin tidak paham, aneh sekali.


Bahu Mei Lin bergerak acuh tak acuh "Pemikiran mereka sulit ditebak, pantas saja matinya juga begitu"


"Bodoh, cepat aku tunggu kamu disini"


"Baik baik, kamu ini selalu menyusahkan ku saja"


"Nanti aku traktir minum arak"


"Kalau begitu ayo saja"


Yue Yin tidak menjawab, dia berjalan ke arah gantungan gantungan Giok namun ada yang aneh dengan Giok ini. Giok yang berwarna biru ini memiliki aura aneh, aura seperti ilmu hitam.


Sial ilmu hitam?


Tangan kanan Yue Yin memegang Giok itu dengan lembut, namun belum nada semenit Giok itu langsung hancur. Hancur nya Giok ini jelas mempengaruhi pemiliknya, jika Giok ini hancur pemilik nya akan kesakitan dan mendapatkan luka bakar.


Senyum jahat Yue Yin muncul "Baik, aku akan bermain dengan kalian. Siapa suruh membuat ku sakit hati ha?"


"Aku tidak akan mengambil banyak banyak, nanti mereka dikira sudah memiliki rencana sebelumnya.


'Tusuk konde ini kenapa berbeda?'


Mei Lin bergegas menghampiri Yue Yin yang tengah duduk santai di atas tempat duduk kayu. Melihat Mei Lin yang selesai, Yue Yin bangkit ingin keluar, tapi langkah nya terhenti.


"Yue Yin, tusuk konde yang kamu berikan kenapa berbeda? Kamu lihat ini" Mei Lin memberikan tusuk konde yang memiliki warna emas namun tidak berkilau sama sekali.


Yue Yin menerima nya dengan tenang, benar benar berbeda. Waktu itu tusuk konde ini memiliki cahaya indah dan memiliki energi yang kuat, namun ia malah tidak merasakan apa apa, yang ada malah energi ilmu Hitam lagi.


"Kenapa bisa seperti ini, dimana tusuk konde itu?"


"Aku tidak tau, tapi dulu tusuk konde ini pernah di perebutan oleh anak Selir Qin" terdapat cibiran kecil dari perkataan Mei Lin.

__ADS_1


"Yang perempuan?"


Anggukan kecil terlihat "Benar"


Yue Yih menarik tangan Mei Lin "Cepat tunjukan jalan ke tempat Fu Suiyin"


Dengan tertatih tatih, Mei Lin mengikuti langkah besar Yue Yih yang tengah kesal. Master nya ini memang memiliki pendendam.


Mereka berdua mengendap ngendap saat melewati jalan menuju paviliun bunga, paviliun yang benar benar dipenuhi dengan bunga yang bermekaran.


Mei Lin berbisik ke arah Yue Yin yang tengah melihat pintu kamar tertutup "Disana tempat nya, kau mau apa?"


Tangan kiri Yue Yin memunculkan barang yang sama seperti tusuk konde ungu itu, senyum kecil juga muncul "Aku akan menukarkan kembali barang mereka, yang benar saja itu barnah berharga punya ku"


Mei Lin melihat Yue Yin yang menghilang hanya bisa pasrah, pasti selain ingin menukarkan dia memiliki rencana lain 'Apapun itu aku pasti semangat melihat nya, melihat Yue Yin yang turun tangan langsung'


Sosok hitam itu masuk ke kamar Fu Suiyin, dia mengendap ngendap mencari barang yang ia cari. Menggunakan kekuatan nya untuk mencari keberadaan nya, cahaya yang muncul berwarna biru yang ada di tangan nya juga muncul juga di bagian meja rias.


Yue Yin tau jelas benda kesayangan nya itu, dia langsung meraih benda itu dan menukarkan nya dengan benda yang ada di tangan kirinya. Saat Yue Yin ingin kembali, Yue Yin tidak puas.


Yue Yin melihat Fu Suiyin dengan mencibir, wajahnya cantik namun tidak secantik hatinya. Yue Yin menaruh racun di minuman Fu Suiyin dan di sekitaran bunga yang tumbuh di sana.


'Perbuatan kalian memang harus di balas, tidak ada yang boleh di lewatkan. Wajah yang kalian bangga banggakan itu membuat kesombongan mu meningkatkan, aku akan mengambil kelebihan yang kamu miliki ini'


Senyuman indah Yue Yin terukir, bisikan bisikan yang membuat Fu Suiyin tidak tenang dan membuat dia terbangun seketika.


"Kamu akan mati dengan mengenaskan"


"Keturunan Qin akan binasa di tangan dia, dan kamu akan mengalaminya"


"Orang yang memiliki ilmu Hitam akan binasa dengan jiwa yang hancur menjadi debu"


"Matilah, matilah, matilah"

__ADS_1


"TIDAKKK!!"


__ADS_2