Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Makan Bersama


__ADS_3

Langkah kaki mereka berdua terhenti setibanya di paviliun anyun, hari sudah mulai menjelang pagi. Kali ini mereka pulang sedikit terlambat karena perkara berendam di sungai, konyol sekali. Hanya karena permintaan Yue Yin.


Yue Yin membuka segel Yintai itu dengan mudah, mereka berdua masuk dan langsung menuju ke arah dapur dengan cibiran kesal Mei Lin yang menghiasi langkah kaki mereka.


"Aku lelah, hanya karena mandi disana aku jadi tidak bisa tidur dengan tenang"


"Biasanya aku tidur dan bangun pada siang hari, tapi karena master aku tidak bisa tidur lagi. Master kejam sekali"


"Ditambah lagi, aku harus mengurus anak bodoh itu!"


Dengan malas Yue Yin menoleh ke arah Mei Lin "Aku tidak menyuruhmu untuk ikut berendam, kau saja yang tiba tiba masuk kesana"


Yue Yin meninggalkan Mei Lin yang tengah cemberut kesal 'Jadi ini salah nya? Sialan'


Yue Yin masuk ke arah dapur dan memasaknya berbgai macam hidangan untuk mereka semua, dengan gerakan gesit. Yue Yin dapat membuat banyak sekali hidangan dengan perundingan Mie Lin, mana mungkin Yue Yin tau.


Mei Lin Dan Yue Yin tengah menata semua makanan di meja makan, tempat makan ini sedikit jauh dari kamar mereka.


Tangan ramping milik Yue Yin meletakkan sebotol arak "Kamu bangunkan pengawal mereka, hari sudah pagi. Suruh pangeran untuk mandi dengan air hangat dan langsung menuju ke arah tempat makan"


"Baik" Mei Lin melangkah menjauhi Yue Yin dan meninggalkan Yue Yin yang tengah berdiam diri.


Tempat dapur ini lumayan strategis, didepan nya terlihat jelas halaman kosong yang indahnya. Halaman yang pernah ia buat untuk melatih bela diri, banyak kenangan yang lewat di pikiran Yue Yin.


Tidak terasa dia sudah lama menginjak tanah alan manusia, alam yang berbeda jauh dari alam dewa. Tangan cantik itu tertulur memegang sebuah gantungan hiasan bergambar burung merpati.


"Kapan aku bisa bertahan seperti ini?"


"Aku tidak menyangka, kalau aku berinkernasi dengan masa lalu yang hampir sama. Tidak adil, tapi apa yang boleh aku perbuat?"


Gumaman keputusan Yue Yin terdengar pilu, dia teringat dengan nasib Fu Huishen dan Fu Chenwu. Melangkah memasuki dapur untuk membuat ramuan obat untuk mereka, mereka harus bisa sembuh.


"Setelah ini, mereka harus bisa menguasai bela diri lagi. Dengan pedang yang sudah aku siapkan"


Mei Lin mengambil beberapa barang yang dibawa nya untuk dimasukkan ke dalam gerha tamu, dia sudah melihat Chianlu yang tengah duduk melamun.

__ADS_1


Meletakkan barang di atas meja dan menepuk pundak Chianlu dengan pelan "Kau sudah bangun? Ada apa denganmu?"


Chianlu terkejut dan langsung menoleh, buru buru berdiri dan memberi hormat "Aku tidak apa apa, ada apa kak Mei Lin disini?"


"Aku diperintahkan Yue Yin untuk membangunkan kalian setelah itu makan bersama"


"Baik, untung saja mereka semua sudah bangun, ada apa lagi kak?"


Mei Lin mengingat ingat pesan yang disampaikan Yue Yin "Oh ya, suruh kedua pangeran itu mandi dengan air hangat, dan itu barang barang nya"


"Aku pergi dulu" Mei Lin melangkah kedepan untuk menyapu halaman paviliun anyun, meninggalkan Chianlu yang sedang tersenyum.


Chianlu bergegas untuk masuk ke arah kamar pengawal lainnya dan membangunkan mereka semua, sambil membawa tas kain yang diberikan Mei Lin tadi.


"Bangunlah, hari sudah pagi. Cepat bersiap kita sudah di tunggu kak Mei Lin Dan nona Yue Yin" Chianlu sedikit memberi pukulan saat membangun kan mereka semua, alhasil mereka semua bangun dengan terkejut.


Shi Chao yang bangun lebih dulu langsung bergegas membangunkan pangeran nya, memasuki kamar pangeran ketiga.


Melihat pangeran nya yang sudah rapih pun bingung, dia dengan tergesa gesa memberi hormat "Hormat hamba, pangeran anda sudah di tunggu di tempat makan untuk makan bersama"


ㅤㅤㅤ*********


Mei Lin yang tengah menyapu dengan gembira itu terlampau santai, menyapu dengan senyuman yang berseri.


'Masterku sudah menemukan pasangan nya, aku harus membantu nya'


Banyak dedaunan dan bunga yang berserakan di jalan yang lumayan luas itu, halaman yang sering di jadikan tempat latihan bela diri, halaman yang banyak menyimpan kenangan indah.


"Huh, sedikit lagi musim dingin. Musim yang sangat merepotkan, kenapa tidak musim gugur saja?"


"Paviliun ini dulu ramai, tapi sekarang sepi tidak berpenghuni. Hanya ada burung, serangga, bunga bahkan tanah"


"Bagaimana indahnya paviliun ini dulu, tapi sekarang bahkan tidak terawat sekali. Apa jangan jangan Yue Yin juga tidak pernah datang kesini lagi? Lalu dia tinggal dimana?"


Oceh Ocehan Mei Lin yang tidak bermanfaat itu di dengar oleh Fu Huishen, Fu Chenwu dan pengawal mereka. Ocehan ini terdengar sedikit sedih, tanpa sengaja Mei Lin berbalik melihat mereka yanng menatap nya aneh.

__ADS_1


Rasa malu dan terkejut itu langsung muncul 'Sial, sejak kapan mereka ada disini? Malunya'


Mei Lin berdehem untuk menetralkan keterkejutan "Ekhem, ayo ikut aku. Aku tau kalian pasti belum makan dari kemarin, baik nya aku ini"


Sempat sempat nya dia membanggakan dirinya, padahal dia sama sekali tidak melakukan apapun. Dia hanya bisa mengoceh dan mencibir Yue Yin.


Sapu yang tadi dipenggang di jatuhkan secara asal, menepuk nepuk pakaiannya yang sedikit kotor lalu melangkah "Ikuti aku"


"Baik"


Mereka semua mengikuti langkah Mei Lin sambil melihat pemandangan indah ini, pohon dan bunga yang memenangkan.


'Betapa indahnya paviliun ini, kala begitu aku lebih suka tinggal disini' Shi Chao tersenyum senang.


Fu Huishen diam saja sedari tadi, namun fokusnya terbagi karena saat dia melihat dan membuka kain tas itu, dia tidak menemukan tusuk konde yang diberi Mei Lin. Padahal dia menaruhnya di meja perhiasan, bagaimana mungkin tidak ada?


'Aku menaruhnya disana, tapi kenapa tidak dibawakan juga?'


Mereka terus melangkah mendekati tempat yang lumayan indah, dengan sosok wanita yang sangat mereka kenali dengan bertengger manis bermain bersama burung merpati.


Mereka memasuki tempat makan itu dengan lega, melihat Yue Yin yang tengah melamun itu membuat Mei Lin berdehem.


"Ekhem, kita suda disini. Kenapa kau masih sibuk dengan merpati sialan itu?"


Lirikan malas di dapatkan Mei Lin "Bukan urusanmu, cepat duduk dan makan"


"Dingin sekali, pantas sana tidak ada pria yang mendekati mu" ejekan itu terdengar lagi.


"Memangnya kamu punya?"


"Terserah, cepat kalian duduk dan kalian bertiga duduk disebelah kanan" Mei Lin menunjuk tempat yang tidak lumayan jauh dari tempat duduk utama.


Gelengan Shi Xiong membuat Yue Yin maju tertahan "Kami hanya bawahan, kami tidak pantas untuk duduk diatas"


"Bawahan bukan berarti hewan, manusia memiliki derajat yang setara. Tidak di pandang dengan status, karena status tidak akan menyelamatkan mu dari kematian"

__ADS_1


__ADS_2