Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Berkunjung Di Sekte Tianyin


__ADS_3

Setelah Fu Huishen menangis dalam dekapan Yue Yin, ia lalu tertidur, melupakan Yue Yin yang masih berada di dalam kamar dan sialnya kamar milik Fu Huishen adalah milik Yue Yin!


Yue Yin tidak terlalu memperdulikan itu, yang terpenting Fu Huishen dapat tertidur dengan tenang ia pasti sangat senang.


Kali ini Yue Yin berada di halaman belakang rumah paviliun Anyun, ditemani Mei Lin yang mana membuat Yue Yin semakin tidak tenang.


"Yue Yin, setelah ini apa yang harus kita lakukan?"


Mereka berdua kini duduk di bebatuan yang berada di halaman belakang paviliun, taman ini sangat indah, setiap malam siapa saja yang ada disini bisa melihat bulan. Bunga ada dimana mana, biasanya juga ada burung yang berlalu lalang.


"Tidak tau, rencana ku membuat Fu Huishen mengingat semua ingatan nya dalam beberapa waktu yang dekat" pandangan Yue Yin mengarahk pada bulan malam, mengingat Fu Huishen membuat hati Yue Yin sedikit takut.


Bahkan saat memandangnya saja ingin membuat Yue Yin memeluknya tanpa pernah melepaskan, mengurung Fu Huishen dan membawanya kembali di alam dewa, tidak peduli bagaimana tanggapan nya nanti.


"Jangan terlalu cepat, kamu tau kalau terlalu gegabah hasilnya pasti melenceng jauh"


"Jauh lebih buruk, tapi kalau di tahan aku takut Fu Huishen dimiliki orang lain"


Mei Lin langsung melirik ke arah Yue Yin yang tengah bersedekah dada dengan pandangan tidak senang "Darimana?"


"Katanya tetangga sebelah menyukai Fu Huishen karena parasnya, lalu dia akan dinikahi"


Mengingat pergosipan pada pagi hari, Yue Yin merasa sangat muak, kalau tidak ada Fu Huishen mungkin Yue Yin akan menghancurkan orang itu!


"Kamu pasti percaya sama gosip ya?" Mei Lin tau menahu tentang Yue Yin, kalau tidak ada yang memancing mana mungkin Yue Yin akan berbuat hal gegabah.


Tatapan Yue Yin menyapu ke arah Mei Lin, dilihatnya dari atas sampai bawah lalu menghela nafas lelah "Huh, memangnya tidak boleh? Kau saja pernah ya"


Mendengar jawaban Yue Yin, Mei Lin tertawa geli ekspresi yang ditunjukkan oleh Yue Yin sangat menyentuh hati!


"Lihatlah dirimu sekarang, kamu terlalu posesif saja"


Tangan Yue Yin di arahkan ke depan wajahnya lalu menjentikkan sesuatu dan muncul sebuah api kecil "Bagaimana tidak? Fu Huishen sekarang semakin tampan, aku takut dia malah suka ke wanita lain!"


"Mana mungkin, Fu Huishen bukan tipikal orang seperti itu, aku tau dia. Kemungkinan Fu Huishen menyukaimu"

__ADS_1


Api itu padam terkena hembusan angin "Yang benar saja, sudahlah ikut aku. Kita terlalu malam untuk ke sana"


"Malam ataupun tidak itu tidak ada gunanya kan?"


Yue Yin melangkah menjauh dari halaman di susul oleh Mei Lin yang langsung bangkit dan mengejar Yue Yin, melihat ke sekitaran lingkungan tapi tidak menemukan apapun lalu mengabaikan nya.


"Tunggu aku, tunggu aku"


"Berisik, kau ingin mereka terbangun?" langkah kaki Yue Yin tidak berhenti, melainkan kepalanya yang tertoleh kebelakang sambil menatap tajam Mei Lin.


"Siapa tau mereka sudah bangun dari tadi?" Mei Lin bertanya sambil mengejar ketertinggalan.


"Mana mungkin, cepatlah sedikit aku sangat malas"


"Kenapa tidak pakai jurus perpindahan saja?" sontak saja Yue Yin menghentikan langkah kakinya "Aduh!"


Betapa bodohnya Yue Yin sekarang, mau tidak mau tangan Mei Lin di tarik oleh Yue Yin dan mereka langsung pindah ke tempat yang mereka tuju.


...****************...


"Benar, aku lelah menunggu"


"Berapa lama? Aku sudah mengantuk"


"Guru, kapan ini akan segera berakhir"


"Kenapa kakak seperguruan datang terlambat?"


"Guru, mungkin kakak seperguruan datang besok. Ayo kita tidur"


"Guru"


Banyak ocehan yang ada di ruangan besar seperguruan sekte Tianyin karena satu orang yang belum datang hingga sekarang, entah ala yang terjadi di jalan tapi orang itu pasti akan dtaang, Guru Tanyain tau itu.


"Diamlah, mungkin kakak seperguruan mu itu sedang dalam perjalanan. Kalian tau daerah Negara Fumue dan negara Jing sangat jauh" Guru Yin hanya bisa memperingatkan mereka semua dengan nada lembut.

__ADS_1


Beberapa waktu yang lama, mereka hanya bisa diam di sana sambil melihat sekeliling, tiba tiba seseorang datang mengetuk pintu membuat mereka semua menoleh.


Tok, Tok, Tok


Guru Yin hanya bisa diam, sesaat kemudian dia wanita masuk sambil tergesa-gesa.


"Huaa, Guru!!" Mei Lin berlari mencari perlindungan di belakang Guru Yin, melihat kepanikan Mei Lin adik seperguruan mereka sangat bingung.


Apa yang sedang terjadi? Kenapa kakak seperguruan telihat ketakutan? Apa ada moster? Hantu? Atau bahkan pembunuh? 


"Ada apa?" Guru Yin berbalik ke arah Mei Lin, marnagkul Mei Lin lalu mengusap punggung Mei Lin agar tenang.


Hanya terdengar nafas yang tidak beraturan, nyatanya Mei Lin tengah menormalkan namanya yang naik turun "Aku tadi melihat Sekte Qinghaou tengah di perbatasan, tapi untungnya Yue Yin sigap melawan mereka!"


"Tapi kenapa sekte Qinghaou ada di sini?" salah satu adik seperguruan Tianyin bertanya, Wei Wenyu.


"Jelas untuk meratakan negara Jing, kalian tau sekte Qinghaou ini tangan kanan raja kaisar Fu!" Yue Yok masuk dan menutup pintu aula besar sekte Tianyin.


Sekte yang menjadi rumah kedua Yue Yin saat menjalankan misi nya untuk membantu Yang Yuan mendapatkan kembali ingatan nya, Guru Yin tau hal itu tapi Guru Yin sangat menjaga rahasia mereka berdua.


Guru Yin merasa terhormat kala mengetahui dewi sejati datang meminta bantuan untuk beberapa tahun ke depan sebagai anak didik nya, Guru Yin tidak mempermasalahkan nya dia malah sangat bahagia.


"Benarkah?" Guru Yin menatap sejenak, mengetahui isi pikiran Yue Yin Guru Yin tersenyum.


'Aku di sini hanya beberapa saat, Yang Yuan masih ada di daerah negara Fumue. Aku takut ada hal yang tidak mengenakkan' 


Anggukan Guru Yin berikan 'Hati hati, kalau kamu butuh bantuan hubungi aku saja'


"Kalian tidak apa apa kan?" Gue Yin mengecek keseluruhan tubuh Mei Lin, diputar putarnya tubuh ramping itu.


"Aduh, aduh guru" Mei Lin menggerutu, kenapa selalu dirinya yang merasakan sakit? Kenapa tidak Yue Yin saja? 


"Ini aku berikan sesuatu kepada kalian" Yue Yok mendekat ke arah adik seperguruan yang masih menunggunya untuk berkunjung, mengeluarkan tangan kanan nya lalu muncul sebuah cahaya biru laut.


Cahaya yang menghasilkan sebuah Giok dan pisau kecil yang indah, Yue Yin menghadiahkan ini untuk mereka agar mereka bisa menjaga dirinya dan teman lainya. Benda benda itu terbagi banyak, sebanyak adik seperguruan nya, cahaya itu mendarat ke telapak tangan adik seperguruan nya lalu mengulang menyisakan benda Giok dan pisau.

__ADS_1


'Kalau aku bisa menguasai ini, kalian setidaknya juga harus bisa kan?'


__ADS_2