
Pertama kali aku merasakan kelegaan seperti ini setelah sekian lama, entah ini akan menjadi yang terakhir atau yang seterusnya, aku akan selalu merindukan masa masa sat ini.
Senyum manis yang selalu di perlihatkan oleh Fu Chenwu terlihat kembali, bahkan kali ini sangat manis ''Aku merindukan kakak, mungkin jika kakak ada di sini, kakak pasti akan sangat senang''
Dua orang yang selalu menjaga satu sama lain memang tidak bisa di pisahkan, apalagi kalau dua orang itu memiliki hubungan sedarah. Akan sangat susah untuk di jauhkan, mempunyai keterikatan yang kuat menambah nilai khusus.
Sejauh jauhnya mereka melangkah, orang tua dan saudara kandung pasti akan bisa merasakan nya.
''Tapi pekerjaan apa yang di alami kakak, terlihat sangat penting sekali'' rasa kesal memang masih ada, tapi apa boleh buat.
Fu Chenwu terus melamun memikirkan bagaimana kehidupan selanjutnya, tapi ada sesuatu yang mungkin terlupakan olehnya. Dimana dia berada sekarang? Aku baru ingat kalau kamar yang sebelumnya di huni oleh nya bukan seperti ini, kamar ini terlihat sangat rapai dan terlihat mewah.
''Kenapa aku tidak bertanya pada mereka berdua saja tadi'' bergumam lesu da sedih, kecerobohan nya selalu melekat pada diri Fu Chenwu.
''Chianlu!'' pandangan nya mengedar sekeliling ruangan, mencoba mencari letak kamar mandi namun tidak menemukan nya, hanya ada satu pintu si sana.
'Itu tempatnya? Tapi kenapa tampak tenang sekali'
''Chian-''
Tergesa gesa, Chianlu langsung berlari ke arah Fu Chenwu sesuai panggilan ''Hamba disini tuan''
''Ini dimana? Kenapa sangat asing''
Oh Chianlu tau, Tuan nya ini pasti sedang kebingungan dimana sekarang merea tinggal dan kenapa tempat ini jauh berbeda daripada pavilliun Anyun ''Kita berada di Negara Shen bagian timur, tempat pavilliun keluarga Yun''
Terkejut atas perkataan Chianlu, Fu Chenwu membelak dan tersedak ''Pangeran, apa yang pangeran rasakan, minum air dulu''
Spontan Chianlu mengambil air minum cawan lalu diberikan ke arah Fu Chenwu, betapa terkejutnya Fu Chenwu saat ini. Bagaimana tidak, saat kita berada di Negara tetangga yang jelas jelas musuh Negara sendiri dan berad di rumah orang lain.
''Aku tidak percaya ini, lalu kakak juga ada di sini?''
__ADS_1
Kali ini Chianlu yang tidak paham, kalau Fu Chenwu ada di sini jelas Fu Huishen juga ada sini.
Bukan hanya Chianlu yang terkejut tapi Shen Yu juga, entah sejak kapan Fu Chenwu menjadi bodoh seperti ini, atau memang ini efek dari tidur selama lima hari.
...****************...
'Nona, Tuan telah memasuki tahap pertama' Hao sangat senang melebihi apapun, karena Tuan nya telah memasuki tahap yang sangat berharga.
'Tahap permunian energi dan penyempurnaan energi tempur' ini adalah tahap pertama dan paling berharga, kalau orang itu tidak bisa melakukan nya, iya harus menunggu selama dua tahun lagi.
Jika Fu Huishen bisa melewati masa ini, Fu Huishen dapat belajar terus untuk meningkatkan ilmu kultivasinya hingga mencapai tingkat abadi. Karena tingkat abadi akan diteruskan saat di alm dewa nanti, atau tidak saat Yin Jia kembali menjemput Fu Huishen.
Fu Huishen hanya diam merasakan sakit yang teramat, bibirnya kelu untuk berbicara, matanya tidak bisa di buka dan terasa berat. Namun anehnya, tubuh Fu Huishen terasa sangat ringan, ada sesuatu yang mengalir dari dalam dirinya seperti air.
Tenang dan nyaman.
'Ada apa ini? Kenapa aku merasakan hal aneh seperti in?' Fu Huishen masih belum paham tentang apa yang terjadi sekarang, Fu Huishen hanya bisa diam dan merasakan.
'Hao, lakukan dengan cepat, seseorang akan menuju ke sini' Yue Yin masih memantau mereka berdua lewat bola bola yang ada di hadapan Yue Yin.
'Baiklah'
Bisa dilihat kalau Hao berubah menjadi manusia, tubuh naga itu berubah menjadi tubuh manusia pada umumnya, kepulan asap putih memenuhi gua.
'Tunggu, kenapa aku bisa mendengar suara milik Yue Yin?' isi hati Fu Huishen tidak bisa mengelak, rasa rindu melebihi apapun.
''Tuan harap tenang,jangan panik'' Hao dapat merasakan kepanikan dalam diri Fu Huishen,rasa panik dan rasa rindu.
Kepala Fu Huishen sedikit bergerak ke kana ke kiri, seakan kan mencari arah sumber suara, Fu Huishen yakin kalau suara dari Naga Hao.Tapi kenapa Fu Huishen tidak bisa melihat apapun kecuali warna hitam.
''Tuan mungkin ini akan menyakitkan, Tuan harap tenang'' sakit apalagi yang akan Fu Huishen rasakan, dia telah mendapati banyak siksaan dan rasa sakit itu selalu di dapatkan setiap hari.
__ADS_1
'Mulai sekarang Hao' lama, menurut Yue Yin ini sangat menyita waktu.
'Yin Jia itukah dirimu?' kali ini bukan Fu Huishen yang bertanya melainkan Yang Yuan yang berada di dalam Fu Huishen dan masih tersegel dalam pikiran Fu Huishen.
Yue Yin tertegun sejenak, tapi tekadnya tidak bisa ia hentikan begitu saja 'Maaf, aku harus melakukan ini demi kebaikan mu'
Lagi dan lagi, Yang Yuan sangat muak mendengarnya bahkan Yang Yuan sekarang ingin sekali memberi hukuman pada Yue Yin.
'Cepat lakukan' sedikit paksaan dari Yue Yin membuat Hao sedikit kelimpungan, yang satu menolak yang satu menyetujui.
'Hao, aku adalah Tuan mu, jangan biarkan dia mengelabuimu'
'Hao, kamu lupa aku siapa?'
'Hao cepat'
Baik, Hao akan memilih Yue Yin saja, bagaimana pun Yue Yin adalah Tuan nya dan ini demi kebaikan Yue Yin sendiri.
Hao memulai nya, membuka kotak besi hitam itu dan mengeluarkan Tombak Dewa Salju dengan ijin Yue Yin, menggabungkan energi Fu Huishen dan energi dari tombak salju, Terlihat sangat indah, energi biru yang di pancarkan dari tombak dan energi dari Fu Huishen bagaikan langit sore, kung dan biru.
'Jia, jangan lakukan ini, biar aku saj yang berjuang' Yang Yuan tidak mau melihat Yin Jia kesusahan, karena Yang Yuang tau apa rasanya.
Rasa sakit dan kecewa,kegelisahan dan ketakutan.
''Diam, aku hanya ingin kamu kembali secepat mungkin' ini adalah kalimat yang selalu di nanti nanti oleh Yang Yuan, aku juga berharap seperti itu.
'Kenapa mereka berdua selalu memamerkan kemesraan sembarangan aku benci ini' Hao menggerutu kesal.
Energi Hao, Fu Huishen,Yang Yuan dan tombak menyatu menjadi satu, membentuk sebuah bola yang berwarna biru di tengah tengah mereka.posisi mereka melingkar.
'Yuan ingat kataku, kamu harus bisa menguasai jurus senjata bayangan' hanya itu yang bisa Yue Yin katakan, sebelum kesadaran Fu Huishen benar benar menghilang bertepatan dengan Yue Yin yang tidak lagi melihat bagaimana keadaan Yang Yuan setelah ini.
__ADS_1
Karena ingatan Yang Yuan akan kembali pada Fu Huishen secara menyeruluh dengan berlatih ilmu tombak, bahkan Yang Yuan bisa kembali walaupun Yang Yuan belum bisa mengsuasai jurus senjata bayangan.
Tergantung dari Fu Huishen saat bangun langsung mengingatnya itu adalah kabar baik, kalau tidak itu kabar buruk