Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Seperti Sahabat Saja


__ADS_3

Fu Huishen terlihat sangat lemas, tubuh gagah itu tergeletak di atas tempat tidur, kamar yang di pakai oleh Fu Huishen adalah kamar utama milik keluarga Yun. Sesuai janji Yue Yin, setelah Fu Huishen mendapatkan sedikit ingatan nya, Yue Yin menyuruh Mei Lin untuk mengantar mereka semua menggunakan ilmu pemindah tempat.


Tanpa sepengetahuan mereka, sekarang mereka tengah berada di ibukota negara Shen, negara yang ditinggali oleh keluarga Yun.


Keluarga Yun bisa di bilang keluarga yang berada, bahkan bisa di bilang sangat berada.


Terhitung lima hari sejak Fu Huishen pingsan di sungai DengLan, bahkan hingga hari ini Fu Huishen masih belum tersadar dari tidurnya, terlalu nyaman dalam kenangan lama hingga melupakan semuanya.


Sebuah keajaiban, bulu mata milik Fu Huishen sedikit bergetar menandakan Fu Huishen tersadar dari pingsan nya "Shhh"


Rasa sakit di kepala Fu Huishen sangat amat terasa, membuat Fu Huishen tidak dapat bergerak seinci pun.


"Tuan, anda telah sadar" suara yang sangat familiar, perlahan lahan kepala itu miring ke arah kanan.


"Shen Ying" ucapan lemas Fu Huishen keluar dari bibir pucat Fu Huishen.


Merasa terpanggil, Shen Ying maju untuk membantu Fu Huishen duduk, disandarkan punggung lemas itu di pembatas ranjang "Pelan pelan pangeran, tubuh pangeran masih terlalu lemah, istirahat saja"


"Dimana Fu Chenwu?" Fu Huishen tidak khawatir akan ke adaan nya, yang ia khawatirkan adalah adiknya.


Setelah tertidur di sungai DengLan, Fu Huishen mendapati jati diri nya nun jati diri ini harus ia kembangkan lagi hingga jati diri ini kembali sempurna. Kali ini biar Fu Huishen yang berjuang, memperjuangkan takdir dan melawan takdir untuk orang terdekat nya.


"Pangeran ke empat masih beristirahat, semalam pangeran telah siuman" Shen Ying memberikan sebuah mangkuk berisi obat, mangkuk berwarna biru.


Fu Huishen terdiam melihat cawan "Dimana ini?"


"Negara Shen, Mei Lin mengantar kalian di depan pintu gerbang masuk keluarga Yun lalu menghilang entah kemana" sebenarnya Shen Ying tidak ingin mengatakan, tapi apa yang bisa di perbuat Shen Ying terhadap tuan nya.


*Negara Shen? Mei Lin? Keluarga Yun? Apa yang terjadi dalam beberapa hari yang lalu? *


Seingatku, aku berada di sungai DengLan bersama yang lain tapi kenapa aku sekarang berada di rumah keluarga Yun?


Memikirkan perkataan Shen Ying membuat kepala Fu Huishen kembali bereaksi sakit "Sejak kapan?"

__ADS_1


"Lima hari yang lalu, pangeran"


Entah perasaan darimana, dada Fu Huishen sedikit merasa sakit seperti terkena tusukan, di ambilnya mangkuk obat itu "Tinggalkan aku sendiri"


Hanya ini perkataan yang mampu Fu Huishen berikan, Shen Ying tau betul apa yang di pikirkan Fu Huishen, tidak ingin melampui batas Shen Ying berdiri lalu membungkuk "Hamba pamit"


Ruangan mendadak kembali sunyi, kali ini hanya Fu Huishen sendiri yang berada di dalam kamar, lagi dan lagi.


'Kenapa dada ku sesakit ini?' tangan lemas milik Fu Huishen mengenggam erat selimut, menyalurkan rasa sakit di dada.


Beberapa menit sakit itu mereda, menyisakan kehampaan dalam lubuk hati Fu Huishen dengan pikiran yang tertuju pada wanita yang bernama Yue Yin.


"Dimana Yue Yin, kenapa dia tidak berkunjung" kali ini Fu Huishen ingat, ingat dengan jelas bagaimana rupa Yue Yin yang selalu ingin ia ketahuilah beberapa waktu yang lalu.


"Tuan, Yue Yin tidak berada di sini keberadaannya tidak menentu. Bahkan kali ini aku tidak dapat merasakan nya" Hao muncul dari balik punggung Fu Huishen, Naga kecil berwarna biru dengan rambut berwarna putih.


"Apa maksud mu?" lirikan tanda tanya diberikan Fu Huishen.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan" nada menyerah terdengar putus asa.


"Tuan harus meningkatkan ilmu kultivasi dan ilmu bela diri Tuan, Yue Yin berkata kalau Tuan bisa melalui itu semua Yue Yin akan datang dan mengajarkan jurus terpenting dari semua perjalanan Tuan" Hao berputar putar di atas cawan obat, seolah olah sedang memadamkan asap yang keluar.


Sangat lucu, gerakan Hao sedikit membuat hati Fu Huishen tenang.


"Aku akan bekerja keras, bantu aku Hao" keyakinan Fu Huishen seratus persen kembali.


Mendengar jawaban Fu Huishen, Hao langsung mendekat ke arah wajah Fu Huishen, mengamati wajah Fu Huishen yang masih sama seperti dulu "Sudah kewajiban ku membantu Tuan, sekarang minum obat nya"


Kalimat Hao adalah perintah, Fu Huishen meminum tanpa merasakan apapun, hambar.


Termenung memikirkan obat yang pernah Yue Yin berikan kepada nya beberapa hari yang lalu 'Rasanya berbeda, bahkan aku tidak bisa merasakan apapun jika bukan masakan mu Yu'er'


"Tuan, aku menemukan Giok yang diberikan Yue Yin untuk memanggil ku saat Tuan dalam bahaya" Naga itu melesat ke arah kantong berwarna biru, kantong itu bersinar saat Hao berada mengelilingi kantong.

__ADS_1


Perlahan tapi pasti, Fu Huishen meraih kantong biru itu, membuka kantong secara perlahan "Giok? Kapan Yue Yin memberikan ini?"


"Aku tidak tau, tapi kantong ini sudah berada di sini saat Tuan tidak sadar" Hao menggeleng lucu, tubuh kecil naga itu terlihat seperti cacing yang melayang!


"Tuan, ayo buka" tidak sabar apa yang ada di dalam kantong, Hao berseru bersemangat.


Baiklah, Fu Huishen membuka secara perlahan dan menemukan Giok berwarna biru dengan gambar naga, ini bukan seperti Giok melainkan gantungan! Indahnya, Fu Huishen sangat menyukai ini!


Berterimakasihlah kepada Yue Yin yang memberikan Fu Huishen Giok naga ini dan Giok Biuu, semuanya sangat indah dan berharga.


'Tuan menyukai nya, Tuan menyukai nya' Hao tersenyum senang, mata nya berkedip cepat!!


"Hao, kira kira berapa lama kita akan berada di sini?"


"Saat Tuan bisa menguasi semua ilmu kultivasi dan ilmu bela diri"


"Menggunakan identitas ini?"


"Tidak, Yun Xie adalah nama Tuan sekarang"


Yun Xie ya, nama ini mengandung arti yang bermakna.


"Baiklah mari kita membuat kegemparan pada dunia persilatan untuk mengundang Yue Yin" ini adalah salah satu rencana Fu Huishen, rencana gila.


Hao tersentak, kenapa Tuan nya yang sekrang sama licik nya dengan Yang Yuan "Tuan, itu terlalu berbahaya. Yue Yin masih memiliki tugas di alam Dewa sebagai Dewi Yin Jia"


"Hanya sebentar, mana mungkin dia bisa terkena hukuman kan? Aku ingat Yin Jia sering kali melanggar peraturan untuk kesenangan nya saat di alam Dewa"


"Tuan mengingat kenangan Yang Yuan?"


"Aku hanya bisa mengingat tentang Yue Yin, kenangan Yang Yuan terlalu banyak dan aku masih belum yakin kalau aku adalah Yang Yuan"


Hao melingkar ke arah telapak tangan Fu Huishen "Aku akan membantu mengingat nya"

__ADS_1


__ADS_2