Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Malam Yang Sangat Berbeda


__ADS_3

Aura di sekitaran Yun Mu sangat dingin, perbedaan suhu lingkungan membuat Yun Mu sedikit was was, Yun Mu sekarang sangat peka terhadap lingkungan dan Yun Mu mengetahui kalau tidak lama lagi pasti akan turun hujan.


Tapi kenapa alam menjadi berubah seketika?


Yun Mu memandang Hao yang hanya menatap kosong selama beberapa menit, pandangan nya ke arah utara, setiap kali Hao melamun pasti selalu ke arah utara tidak akan pernah berpindah.


"Hao, apa yang terjadi? Kamu sedang sedih?" tidak ada jawaban selain suara angin yang melewati Yun Mu, angin ke ini tidak biasa dan Yun Mu merasakan nya.


Sangat jelas angin ini menuju arah selatan, hanya selatan selama beberapa menit.


Yun Mu merasa janggal, di tariknya tubuh Hao menghadap ke arahnya lalu beralih menatap bola mata Hao yang terlihat sedikit bersinar terang. Ungu yang indah, tapi sejak kapan bola mata Hao menjadi warna ungu?


"Hao?" seakan ada yang menarik Yun Mu ke bawah alam sadar nya, Yun Mu merasa tubuhnya melayang lebih ringan dari biasanya.


Bola mata dan pikiran Yun Mu kosong, semua pikiran yang ada di dalam otaknya hilang seketika tergantikan dengan rasa sedih, rasa yang sangat menyedihkan hingga membuat dada Yun Mu sakit seketika. Rasa sakit yang sangat parah, kekecewaan yang begitu besar, rasa sakit yang tidak bisa di hilangkan, kening Yun Mu mengerut sesaat menahan rasa sakit yang teramat.


Kekecewaan yang menjadi kekesalan, kesedihan yang menjadi kemarahan.


Kebencian yang tidak bisa dikatakan karena kekesalan, dunia yang tenang berubah menjadi dunia yang ramai, biru berganti merah, air berganti darah.


"Sakit dibalas maaf itu curang, mereka harus merasakan nya"


Dunia Yun Mu seakan ditarik keluar menuju yang tidak terbatas, tidak ada oksigen, tidak ada kehidupan, tidak ada angin tidak ada yang bisa bertahan dalam dunia ini. Dunia kemarahan, kebencian yang hanya bisa terpendam dapat dirasakan Yun Mu.


Alam bawah sadar Yun Mu menarik Yun Mu untuk keluar dalam kehampaan dunia, tapi Yun Mu seakan menolak untuk kembali.

__ADS_1


"Tuan!!" suara yang lumayan keras memasuki indra pendengaran Yun Mu, namun reaksi Yun Mu seakan tidak memperdulikan suara yang berasal dari kehidupan yang nyata malah memilih kehidupan yang entah asli atau tidak.


"Biarkan mereka merasakan apa yang dirasakan nya, hukum alam pasti tidak akan berlalu kepada mereka" perkataan yang tidak bisa dipahami Untuk Mu terus masuk ke dalam pikiran Yun Mu, dalam bayangan Yun Mu melihat lautan yang indah.


Lautan berwarna biru dengan gunung yang terlihat sangat kokoh di daerah selatan, tapi sayang keindahan itu berubah menjadi kehancuran.


"Jika hukum alam tidak bisa melakukan nya, aku sendiri yang akan melakukan nya" bau anyir darah tercium sangat menjijikkan, dan lautan biru menjadi lautan penuh darah!!


"Tuan Yun!!" kibasan penuh tekanan Yun Mu dapatkan dari Hao, dan kesadaran Yun Mu perlahan kembali.


Pandangan yang awalnya kosong kini terisi kebingungan, Yun Mu menatap Hao yang tengah menatap nya juga, tatapan khawatir yang jarang Yun Mu dapatkan, tatapan Yun Mu yang mengingatkan Yun Mu pada seseorang, Yun Mu merindukan.


Hao tau ini adalah kesalahan nya.


'Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa melihat sebuah adegan yang aneh?'


"Apa yang terjadi?" langit berubah menjadi sangat biru, tidak seperti langit pada umumnya terlihat sangat indah.


'Nona Yin? Kenapa Nona Yin...?' Hao juga merasakan pergantian yang tidak masuk akal, malam ini lebih tenang daripada biasanya dan pasti cuaca yang tiba tiba berubah ada hubungan nya dengan Yin Jia.


"Aku yakin dia kembali sebelum waktunya" Hao bergumam tanpa memperdulikan suaranya yang mungkin akan terdengar oleh Yun Mu di belakang nya, karena Hao berpikir Yun Mu dan Yun Xuan akan kembali lebih cepat dari perkiraan.


"Siapa yang kembali?" Yun Mu bertanya tapi Hao tidak menjawab satupun pertanyaan yang Yun Mu berikan, melainkan hanya mengeluarkan rasa kesedihan yang tidak rela. Seakan akan Hao tidak bisa merasakan itu lagi.


"Kalian di sini?"

__ADS_1


Pasang mata berubah tujuan, seseorang pemuda tanpa sengaja memberhentikan langkah kaki nya saat tepat berasal di gerbang paviliun Yun Xuan, mempertanyakan apa yang sedang dilakukan Yun Mu dan Hao. Yun Shai melihat Yun Mu dan Hao yang terdiam beberapa saat lalu tersenyum malu, sangat lucu.


Hao tersenyum menjawab pertanyaan Yun Shai secara tiba tiba "Ya, kita sedang perjalanan pulang dan Tuan Muda kedua Yun sedang apa?"


"Aku hanya ingin berjalan jalan, malam hari ini terasa sangat berbeda dan aku ingin mencari letak dimana nya" Yun Shai hanya berdiam diri, tidak melangkah masuk ada melangkah menjauh dari gerbang, tepat di tengah tengah seperti patung penjaga.


Rasa yang sama saat Yun Mu merasakan nya tadi, seperti pertanda bahwa ada sesuatu yang sangat tidak menyenangkan saat angin datang tiba tiba menuju arah selatan "Aku juga merasakan nya, aku ingin menemani kakak kedua untuk berjalan jalan tapi aku terlalu letih"


Hao rasa, ini seperti perkataan menuntut.


"Tidak usah, lebih baik adik beristirahat dan makan malam, ibu telah mengirim makanan menuju paviliun mu" tolakan yang sangat halus membuat hati Yun Mu sangat tersentuh, kebaikan keluarga Yun memang benar apa ada nya.


'Makan malam?'


"Baiklah, kalau begitu kita berdua pamit undur diri Tuan Muda kedua Yun" Hao mencegah pertanyaan dan perkataan yang aneh aneh, tapi saat Hao melingkarkan ekor pada lengan Yun Mu, Yun Mu sama sekali tidak bergerak.


"Kenapa buru buru sekali, lebih baik menikmati suasana malam sebelum tidur bukan?" kepanikan Hao semakin bertambah, dan Hao sangat membenci ini.


Yun Shai tersenyum lembut, lelaki ini jarang sekali tersenyum karena tingkah sepeleh seperti ini "Perkataan mu benar, tapi adik lebih baik beristirahat, adik pasti lelah seharian berlatih tanpa mengisi perut"


Sangat pengertian, keluarga Yun seperti penyelamat kedua bagi Hao saat menghadapi masalah seperti ini dan Hao sangat berterimakasih lewat tatapan mata hitam yang bersinar.


Yun Shai tau kalau ada yang disembunyikan tapi Yun Shai seolah olah tidak mengerti, karena Yun Shai ingin membantu Hao dan Yue Yin menyelesaikan misi kali ini, berharap akhir dari mereka adalah kebahagiaan.


"Baiklah, aku pergi dulu, selamat malam kakak kedua" berdebat dengan orang yang lebih tua adalah usaha yang sia sia.

__ADS_1


Yun Mu beranjak sambil menarik Hao untuk meninggalkan paviliun Yun Xuan dan pergi menuju paviliun nya sendiri, tidak jauh bisa memakan dua menit saja.


__ADS_2