Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Keluarga Tidak Berperasaan


__ADS_3

Di dalam tandu keluarga Dong, ada Dong Qui yang terlihat sangat cantik, seperti yang dirumorkan banyak orang, kecantikan dan kebaikan hati yang selalu mereka katakan. Tidak ada yang tau darimana semuanya Dong Qui dapatkan.


Keluarga Dong adalah saudara kaisar sekarang, fakta ini menjadikan keluarga Dong sangat di hormati banyak orang.


Kewenangan ini menjadikan keluarga Dong sangat terkenal, bahkan menjadikan kewenangan ini untuk berbuat macam macam, memang keluarga Dong sangat baik di mata orang tapi itu hanya semata mata agar keluarga Dong dapat lebih terkenal.


Dong Qui selalu merasakan hidup enak, bergelimang harta dan selalu di manjakan, tidak pernah sesekali Dong Qui kesusahan, Dong Zhao selalu memanjakan Dong Qui beserta keluarga Dong dan keluarga kekaisaran.


''Nona, apa yang dikatakan Tuan Dong benar adanya?'' Li Ran memperhatikan wajah Dong Qui yang berseri berseri, menantikan hari dimana ia bisa merasakan hari ini.


Fokus Dong Qui tertuju pada surat yang berada do genggaman nya, bahkan surat itu terlihat sangat di genggam dengan erat dan tida ingin di lepas begitu saja ''Aku sangat yakin''


''Bagaimana jika Yun Xuan menolaknya?'' Li Ran terus memancing Dong Qui.


''Dia akan sama seperti kertas itu'' kertas perjanjian keluarga Yun dibawa juga oleh Dong Qui, bahkan kertas itu sudah sangat tidak berbentuk dalam genggaman tangan Dong Qui.


Kertas berwarna kuning coklat itu berantakan , tidak seperti kertas melainkan sampah yang baru saja di buang oleh pemiliknya.


Genggaman itu memudar diselingi kertas yang terlihat seperti bukan kertas, secerah cahaya di keluarkan oleh Dong Qui berniat membentulkan kembali kertas seperti sedia kala.


'''Aku akan melakukan apapun agar Yun Xuan bisa menjadi milikku?'' tatapan tajam disertai nada tidak senang .


Li Ran tersenyum senang, Dong Qui selalu menjadi andalannya dan tidak akan ada yang bisa merebut Yun Xuan dari Dong Qui ''Aku yakin , Yun Xuan akan menjadi suami nona''


''Tentu, banyak orang yang ingin menjadi suami ku dan Yun Xuan akan menjadi orang yang sangat beruntung'' senyum lembut dengan tatapan lembut kembali terlihat sangat indah, menjadikan candu bagi orang yang tidak mengerti akan tatapan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Su Xiuyue bukan tandingan nona, dia tidak ada apa apanya dengan nona" Li Ran ingat kalau ada saingan Dong Qui yaitu Su Xiuyue, keluarga Su juga disegani oleh banyak orang khususnya di daerah barat.


Daerah tempat tinggal Yun Xuan yang sebenarnya, saat itu Su Xiuyue sangat tidak menyukai Yun Xuan sebagai Fu Huishen tetapi sekarang ia ingin sekali memiliki Yun Xuan seperti Dong Qui. Perang Dingin antara Dong Qui dan Su Xiuyue di mulai saat menghadiri acara perjamuan keluarga Yun saat perayaan tahun baru tiga tahun lalu.


Selama itu Dong Qui dan Su Xiuyue bersaing mendapatkan Yun Xuan, tapi usaha mereka berdua tidak dapat mengalihkan Yun Xuan dari gadis yang bernama Yue Yin.


"Bagaimana pun aku lebih dari Su Xiuyue dan Yue Yin" sombong sekali, Dong Qui merasakan dirinya di atas segalanya dan lebih dari mereka.


Mengetahui nama Yue Yin, Li Ran sangat bersemangat untuk bergosip "Yue Yin hanya anak dari sekte Tianyin yang asal usulnya saja tidak jelas, ingin bersaing dengan nona jelas Yue Yin yang kalah"


Tawa Li Ran terdengar sangat mengejek, menertawakan kebodohan yang baru saja ia ucapkan, membayangkan nya saja membuat Li Ran terus tertawa.


"Sudahlah, lebih baik kita menunggu suruhan Ibu untuk masuk ke dalam" sejenak Dong Qui juga tertawa anggun, citra baik hati dan lemah lembut harus tetap di perjuangkan, karena Dong Qui sangat teliti dalam bertindak.


'Aku akan bisa merebut Yun Xuan dari Yue Yin bagaimana pun caranya. Yun Xuan akan menjadi milikku' perasaan Dong Qui sangat tidak bisa di katakan, ia ingin sekali memiliki Yun Xuan dan Hao, menjadikan mereka sebagai kaki tangan Dong Qui lebih baik daripada menjadikan suami.


Tandu Dong Qui sedari tadi berhenti di daerah luar kediaman keluarga Yun, keluarga Dong sudah memasuki kediaman keluarga Yun, meningglakan Dong Qui dan bawahannya.


Sedangkan di kediaman keluarga Yun terlihat sangat tegang, tidak ada yanng berani mengeluarkan suara, sekalipun kasim yang membawa dekrit kekaisaran, perang dingin antar keluarga Yun dan Keluarga Rong masih terjadi.


Nyonya tua Ron juga hadir di sana, membuat kesan yang sangat tidak mengenakkan.


''Kenapa sangat tiba tiba?'' Nyonya Cao sanga tidak menyukai keluarga Rog sekalipun, bahkan dari nada bicara saja Nyonya Cao sangat malas dan tidak suka.


''Aku berbaik hati ingin menikahkan Yun Xuan dan Dong Qui, kenapa kamu sangat tidak senang?'' Nyonya Tua Rong tidak melihat Nyonya Cao melainkan Nyonya Tua Su, musuh bebuyutan nya dulu.

__ADS_1


Memang bisa di bilang ini adalah berita kebahagiaan, namun masalah ini menyangkut Yun Xuan, keluarga masih sangat takut, memikirkan nya saja keluarga Yun ketakutan.


Banyak sebagian orang yang ingin dinikahkan dengan Dong Qui, namun tidak dengan keluarga Yun.


''Jika aku menolak, apa yang terjadi?'' Yun Lizen menantang Nyonya Tua Rong, perjanjian dengan Yue Yi masih teringat di kepala Yun Lizen.


Perkataan Yue Yin yang selalu menghantui Yun Lizen, setiap malam dan setiap hari "Jangan pernah menikahkan Yang Yuan dan Yang Lu Shou, ingat perkataan ku ini"


Ingat perkataan ku ini.


Ingat.


Aku ingat.


Rong Lian memandang marah, berani beraninya Yun Lizen menolak titah kaisar yang sudah di sebutkan "Kamu, tidak tau di untung. seharusnya kamu senang, kenapa kamu malah tidak tau malu seperti ini Tuan Yun"


Tatapan hina Rong Lian layangkan "Yun Xuan, terima titah kaisar, kalau tidak-"


"Kalau tidak apa?" Nyonya Tua Xi sangat tidak suka, keserakahan ini membuat keluarga Dong sangat semena mena.


Bersama dengan suara Nyonya Tua Xi bergema, Nyonya Tua Rong menyuruh pasukan yang ia bawa untuk bersiap siap di belakang, bersiap dengan beberapa senjata yang akan meringkus keluarga Yun.


Yun Lizen mengerutkan kening tidak senang, mengangkat tangan untuk bersiap melakukan perang kecil kepada pasukan keluarga Dong.


"Ratakan mereka, paksa agar mereka malakukan apa yang seharusnya mereka lakukan" Rong Lian bertindak sangat keji bahkan tidak tau malu, siapa yang seharusnya berbuat baik kepada tuan rumah tapi ia malah berbuat seenaknya seakan Rong Lian adalah tuan rumah.

__ADS_1


__ADS_2