
Yun Xuan membawa Yue Yin di sebuah taman, taman yang selalu Yun Xuan kunjungi saat ia sedang merindukan Yue Yin, setiap kali ia berada di sana, Yun Xuan selalu tenang.
Kesan pertama Yue Yin adalah taman yang tenang, banyak bunga warna warni terlihat bertebaran di seluruh penjuru taman, kesan magis masih terlihat sedikit, letak nya sangat indah. Yue Yin teringat tentang hutan yang sering ia kunjungi, hutan yang menjadi tempat nya untuk memulihkan raga Yin Jia, raga yang sudah tidak bisa seperti semula.
Sangat di sayangkan.
Tubuh Yue Yin di tuntun oleh Yun Xuan mendekati bebatuan, Yun Xuan mencengkram erat tangan Yue Yin, ia takut Yue Yin akan pergi secara tiba tiba.
Yun Xuan dan Yue Yin duduk berhadapan, tangan Yue Yin senantiasa di genggam oleh Yun Xuan.
Sangat erat.
"Apa yang terjadi?" melihat Yue Yin yang jauh dari kata baik, membuat Yun Xuan sangat prihatin, Yun Xuan pikir Yue Yin akan hidup lebih baik, tetapi ia malah melihat Yue Yin yang seperti ini.
Sakit.
Elusan yang Yun Xuan rasakan disebabkan oleh Yue Yin, seolah olah mengusap untuk menenangkan Yun Xuan "Tidak apa, bagaimana kabarmu selama ini?"
Yun Xuan tidak suka pada pertanyaan Yue Yin, seharusnya Yue Yin menjawab pertanyaan Yun Xuan dengan benar "Jawab aku."
__ADS_1
'Kamu berubah,' terkadang seseorang bisa berubah kapanpun dan di manapun, tergantung pada orang tersebut dan dibalik kejadian yang menimpa orang tersebut. Jika di bilang sedih, aku pasti sedih, sikap lembut mu masih terlihat dengan jelas walaupun kamu menutupi sejauh jauh nya.
Gerakan tangan Yue Yin mengarah pada kening Yun Xuan, lalu turun menelusuri hidung hingga bibir Yun Xuan, wajah putih dan halus Yun Xuan sangat membuat Yue Yin tersiksa. Elusan singkat pada bibir pucat milik Yun Xuan membuat hati Yue Yin mencelos sakit, bibir yang selalu merah kini berubah pucat.
Geram karena Yue Yin tidak kunjung menjawab, Yun Xuan memegang tangan Yue Yin, menatap bingung pada perilaku Yue Yin.
"Yue Yin aku tau itu menyakitkan, namun yang harus kamu tau adalah perubahan ini menimbulkan sesuatu yang besar. Kamu memiliki kekuatan penuh yang sebelumnya di segel oleh Yang Mulia Kaisar Gu, dengan adanya serangan dari Burung Merpati itu membuat kamu terbebas dari segel itu" Guru Yi perlahan mengusap pucuk kepala Yue Yin dengan lembut, untuk memberi ketenangan.
"Kamu harus bisa melawan serangan dari dalam tubuhmu, jika tidak kamu akan binasa dengan sendirinya" Guru Yi melanjutkan perkataan dan menatap serius mata Yue Yin yang juga menatap dirinya.
"Apa yang harus aku lakukan Guru, ini sangat menyakitkan" Yue Yin merintih kesakitan, dia merasakan sekujur tubuh nya panas dan remuk secara bersamaan.
Panas yang menjalar dari dada hingga kepala, dia kepalang pusing dan remuk secara bertahan. Seakan akan ada sesuatu energi yang masuk di dalam tubuhnya.
Giok Biuu selalu tergantung cantik di Sana, tergantung dengan indah di hanfu yang ia pakai, namun dia tidak melihat seluet Giok Biuu lantas mempertanyakan nya.
"Giok Biuu, aku berikan kepada Dia. Dia reinkarnasi orang itu Guru, Yun Xuan" Yue Yin menatap lelah ke arah Guru Yi.
Dia tau itu berisiko, mengingat Giok Biuu itu sama dengan belahan jiwanya, jika dia memberikan Giok Itu jiwanya tidak terkendali. Tapi dia lebih mementingkan Yun Xuan.
__ADS_1
"Mengapa kamu memberikan nya? Itu Giok kesayangan kamu sekaligus jiwamu. Seharusnya kamu jangan gegabah Yu'er" Guru Yi melihat tatapan lelah itu dengan prihatin, lantas dia mengambil sesuatu di laci meja dan mengambilnya.
"Masalah rambutmu itu, penyebabnya adalah karena Giok Biuu itu tidak lagi disisimu. Mengingat hal itu kamu akan selamanya berwarna putih" kenyataan pahit yang diterima Yue Yin membuat hatinya mencelos sakit.
"Guru, aku minta maaf, aku-aku takut kehilangan dirinya lagi" Yue Yin menatap Guru Yi yang sedang mengambil jarum emas di laci.
"Tidak apa, Guru tau. Sekarang istirahatlah" Guru Yi menancapkan jarum emas itu ke akupuntur Yue Yin dengan pelan, setelah nya Yue Yin memejamkan mata nya.
Tatapan mata kosong Yue Yin membuat Yun Xuan takut, tepukan pelan mendarat pada pipi Yue Yin menyadarkan Yue Yin dari lamunan singkat nya "Kamu kenapa?"
"Aku tau aku menakutkan, aku tau perbuatan ku tidak bisa meyakinkan hatimu lagi, aku minta maaf kepadamu. Aku meninggalkan mu lagi, aku hanya ingin mengumpulkan jiwa ku yang hilang terbawa angin," rasa sesak pada Yue Yin kembali, kembali mengusap pipi Yun Xuan dengan lembut "Aku meyakinkan diriku untuk bisa kembali kepadamu, aku meyakinkan diriku untuk bisa mendapatkan mu kembali, aku meyakinkan diriku untuk bisa menggapai tangan mu. Melihatmu yang jauh lebih tenang di kehidupan ini, aku sangat bersyukur, aku hanya ingin memberikan sedikit waktu kepada mu sebelum kamu merasakan sakit lagi, cukup aku saja"
'Cukup aku yang merasakan ketidakadilan, aku tidak ingin kamu merasakan nya lagi'
Kelopak mata Yue Yin terasa sangat kabur, menatap Yun Xuan yang terus menatap nya membuat Yue Yin sedikit merasakan sakit.
"Bagaimana kamu-" mendengar penuturan Yue Yin, Yun Xuan tertegun sejenak, tidak bisa mengatakan apa yang ingin ia katakan pada Yue Yin, kata kata yang siap di layangkan pada Yue Yin lenyap begitu saja.
"Aku tau, aku minta maaf kepada mu, janji ku sama seperti dulu" kali ini Yun Xuan bisa melihat senyum tulus Yue Yin, sangat menenangkan dan indah. Yun Xuan sempat tertegun dan terdiam selama beberapa menit, kejadian ini sangat langka.
__ADS_1
"Aku hanya ingin kamu selalu berada di sisiku, tidak peduli janji atau takdir yang akan memisahkan kita. Aku tau hubungan kita terlihat sangat rumit, walaupun aku tidak mengerti kehidupan apa yang kamu maksud, aku merasa kamu dan aku memiliki hubungan yang sangat jelas daripada kehidupan ini" genggaman tangan Yun Xuan pada Yue Yin semakin mengerat, senyuman tulus juga terlihat seiring waktu, merasakan kehangatan akibat perkataan Yun Xuan, Yue Yin menarik Yun Xuan berada dalam pelukan nya.
Pelukan hangat yang selalu Yun Xuan rindukan, Yun Xuan selalu ingin merasakan pelukan ini setiap saat, Yun Xuan akan terus merasakan nya pada Yue Yin. Tidak ada yang bisa menggantikan Yue Yin, hanya Yue Yin yang bisa memberikan nya, dan itu semua terjadi saat ia bersama Yue Yin.