
On Flashback Semalam
"Kamu yakin?"
"Sangat yakin, mereka sekarang berada dalam ilusi Dewi Lan Dan, biarkan mereka sesaat dan kita akan menaruh mereka di keluarga Yu" bahkan dari perkataan nya saja terlihat bahwa wanita ini sangat yakin.
"Bagaimana jika mereka terjadi sesuatu?" rasa khawatir terdengar di telinga Yue Yin, entah sejak kapan Mei Lin begitu sangat mempersalahkan keputusan nya.
"Ingatan mereka akan kembali" sedikit terkejut mendengar perkataan Yue Yin, Mei Lin hampir mati pingsan di buat nya "Tapi tidak sepenuhnya, kau tau Fu Huishen harus menguasai jurus senjata bayangan. Barulah Fu Huishen dapat mengambil kembali posisi Dewa Perang"
Dewa perang? Fu Huishen melakukan lagi? Lalu dimana Naga milik Yin Jia?
Yin Jia dan Yue Yin memiliki Naga, masing masing raga memiliki satu Naga, Yin Jia memiliki Naga berwarna putih di selangi biru di beberapa sisik dan Yue Yin memiliki Naga berwarna ungu.
Bisa dibilang kalau Naga itu adalah perwujudan dari Yin Jia dan Yue Yin.
"Lalu?" otak Mei Lin tidak sanggup menangkap perkataan Yue Yin, dalam lubuk hati yang terdalam Mei Lin sedikit menyumpah serampah Yue Yin, ingat hanya sedikit.
Jengkel karena Mei Lin tidak bisa menangkap pertanyaan, Yue Yin menghembus nafas kasar "Lalu aku datang saat waktunya sudah tepat, tapi itu tidak mungkin terjadi masa depan terlalu sulit untuk diprediksi "
"Baiklah, aku akan menjaga mereka sebentar. Ingat hanya sampai mereka menguasai kultivasi" final dari Mei Lin, sejujurnya Mei Lin tau kalau Yue Yin sibuk sekali, bahkan Yue Yin tidak pernah bisa pulang dalam beberapa tahun.
"Aku ingat, hati hati" Yue Yin memberikan sebuah Giok, Giok yang sama dengan Fu Huishen hanya saja Giok ini bisa memanggil Naga milik nya Naga Hao.
Off Flashback
"Kenapa kau tidak ikut di sungai?"
batu terlempar ke arah bambu bambu, letak sungai DengLan dekat dengan hutan bambu, bambu bambu panjang terlihat dari segala sisi "Tidak, biar aku bisa cepat untuk pergi"
__ADS_1
"Aku lupa kalau kamu itu tipikal orang yang tetap pada pendirian, aku hanya ingin bertanya, kenapa kau memberi ku Giok ini?" telapak tangan menunjukan sebuah Giok, Giok bercahaya biru seperti lautan.
Secara tidak sengaja, Giok itu berubah menjadi warna emas. Yue Yin menegang bukan main, hatinya berdetak sangat cepat, bahkan jiwa nya seakan tidak ada di sini.
Melihat ketegangan Yue Yin, Mei Lin mencoba menyadarkan menggunakan tepukan pelan pada bahu milik Yue Yin "Kenapa? Kamu terlihat sangat ketakutan? Apa yang terjadi"
Bola mata berwarna ungu hitam itu menatap Mei Lin kosong, seperti tidak jiwa di dalam, menggelengkan kepala pelan "Naga itu datang, aku harus pergi"
...****************...
Dalam keheningan, terdengar air sungai yang mengalir, mengalirkan jiwa jiwa yang hilang, mengalirkan ingatan yang terlupakan, mengalirkan setiap kekosongan pada dunia pada sang pemilik.
Fu Huishen kembali mengingat masa lalu nya, yang diyakini ia sebagai Yang Yuan, Dewa Naga dan Dewa Sejati, Dewa yang diyakini sangat terkenal pada waktu lalu dan sekarang.
"Siapa kamu?" dalam kebingungan, Fu Huishen bertanya pada jiwa Yang Yuan.
Mulai dari wajah, rambut, semua hampir sama, kesamaan ini membuat Fu Huishen tertegun, berpikir bahwa ia mempunyai saudara kembar.
Hanya ada kenangan yang ada di alam dewa dan kenangan seorang wanita bernama Yin Jia, mulai dari kenangan bahagia sampai akhir yang tragis.
"Aku adalah dirimu" tatapan manik emas tetap tertuju ke arah Fu Huishen, terdapat kesan yang mendalam.
"Bagaimana bisa?" masih tidak percaya apa yang sudah di liat, Fu Huishen menggeleng.
"Bisa, karena kamu adalah Yang Yuan. Ingatan mu tersegel, dan kamu harus bisa mengambil kembali ingatan mu, yang kamu lihat itu hanya sekilas dari masa lalu mu" perkataan tenang sedikit membuat hati Fu Huishen tidak terlalu tegang, walaupun masih tidak percaya, Fu Huishen akan menemukan jawaban nya.
Lingkungan yang indah, rumah di atas awan, pelajaran yang manis, kasih sayang keluarga dan seorang istri, kesenangan dapat dirasakan Fu Huishen. Keluarga yang selalu mendukung keputusan Yang Yuan, maju paling depan jika Yang Yuan memiliki masalah dan istri yang rela berkorban untuknya.
"Dia istrimu, Yin Jia. Wanita yang selalu mencintaimu dulu hingga sekarang, wanita yang selalu berada di sisimu walaupun kamu tidak tau"
__ADS_1
Usapan lembut, pelukan lembut, nada bicara yang lembut membuat hati Fu Huishen tersentuh, rasa rindu ingin memeluk wanita itu semakin ada.
"Yuan, jangan terlalu di paksa, kamu sudah berlatih semalaman. Istirahat biar aku bantu"
"Yin Jia dan Yue Yin itu sama, tidak ada bedanya"
Terkejut mendengar fakta itu, Fu Huishen menoleh ke arah jiwa Yang Yuan, fakta yang sedikit terlambat datang di hari yang tidak tepat.
"Sayang sekali, Yue Yin juga pergi meninggalkan mu lagi"
Bagai tersambar petir, tubuh Fu Huishen menegang terkejut, kata lagi terlintas di telinga dan otak Fu Huishen, kali ini mereka perkataan Yue Yin di paviliun Anyun saat Yue Yin ingin pergi dan di halangi boleh Fu Huishen.
On Flashback Di Depan Gerbang Paviliun Anyun
Usapan yang selalu dirindukan Fu Huishen dari Yue Yin "Maaf, aku sungguh tidak tau kalau kau akan seperti ini. Maaf maafkan aku"
"Aku tidak akan meninggalkan mu lagi, aku akan disisimu untuk seterusnya"
Pelukan yang hangat itu terlepas setelah beberapa lamanya, tatapan lembut terlihat di bola mata Yue Yin. Mata berair milik Fu Huishen melihat Yue Yin dengan tatapan bingung, Fu Huishen masih belum tersadar akan lamunan nya.
"Kenapa kamu mengucapkan kata 'lagi'? Kamu pernah meninggalkan ku sebelumnya?"
Off Flashback Di Depan Gerbang Paviliun Anyun
Terjawab apa jawaban yang sebenarnya, jawaban yang selalu di rahasiakan oleh Yue Yin.
"Aku tau kamu terkejut, tapi ini bukan waktunya, cepat lah bangun Hao menunggu mu" berkat perkataan jiwa Yang Yuan, Fu Huishen tersadar.
Menatap penuh tanda tanya "Siapa Hao?"
__ADS_1
"Perwujudan Naga milik Yin Jia, kamu adalah Dewa perang dan Dewa sejati Yang Yuan, aku akan selalu ada di dirimu, ingatan itu akan membantumu bertahanlah hingga Yin Jia menjemput mu" setelah perkataan dari jiwa Yang Yuan, Fu Huishen merasa sangat pusing, bahkan pandangan Fu Huishen memburam.
Dalam kegelapan ruangan ilusi, Fu Huishen dapat mendengar suara geraman dari seekor hewan "Tuan, aku sudah menunggu mu selama ribuan tahun, akhirnya kamu memanggil ku kembali"