Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Perdebatan Yang Unfaedah


__ADS_3

Raut wajah Dong Lu Xing tidak senang, seseorang datang dan langsung mengacaukan semua rencana nya, ia sangat ingin membunuh orang seperti ini.


"Siapa kamu?" dengan keberanian Dong Qui, ia bertanya pada seseorang yang berada di hadapan nya, dari seseorang ini yakin kalau orang ini perempuan.


Melihat bibir yang terus tertutup itu, Yun Mu sangat kesal, ia menatap nyalang Dong Qui "Dia Yue Yin."


Pandangan semua orang tertuju pada Yue Yin, sekilas Yue Yin menyeringai mendengar pernyataan Yun Mu yang menuntut, ternyata Yun Mu semakin berani kepada orang orang yang selalu menindas orang lain. Kemajuan yang sangat pesat selama tujuh tahun terakhir, Yue Yin sangat bangga.


Walaupun tatapan Yue Yin tidak tertuju pada Yun Mu dan Yun Xuan, Yue Yin masih bisa melihat ekspresi mereka berdua.


Ekspresi rindu.


"Yue Yin?" Dong Qui seketika lupa, siapa nama ini dan apa hubungan nya dengan Yun Xuan. Sesaat ia tau dan ingat, Dong Qui langsung merubah tatapan nya.


"Mahkluk rendahan seperti mu berani ikut campur urusan Kekaisaran?!!" tatapan hina di tunjukkan Rong Lian pada Yue Yin, suara lantang miliknya kemungkinan bisa terdengar dari seluruh penjuru bagian timur.


Keluarga Dong melihat Yue Yin aneh, rambutnya putih tidak seperti wanita pada umumnya.


Seperkian detik selanjutnya, Yun Xuan maju menghadap Yue Yin, berdiri di hadapan Yue Yin dan langsung memandang Yue Yin. Tatapan nya jatuh kepada rambut putih Yue Yin, rambutnya berbeda dengan rambut milik Yue Yin dulu.


Tangan Yun Xuan jatuh kepada sehelai rambut poni panjang milik Yue Yin, mengusap pipi Yue Yin yang terhalang topeng ungu emas miliknya "Ada apa dengan mu?"


Semua mata tertuju pada Yun Xuan dan Yue Yin.


"Tidak apa" senyum paksa milik Yue Yin terlihat, sudah beribu ribu tahun Yue Yin tidak pernah tersenyum, senyuman yang dilihat Yue Yin sangat kaku dan terkesan aneh.


Tapi Yun Xuan suka.


Yun Xuan bisa melihat ketulusan yang terasa dalam senyuman Yue Yin.

__ADS_1


"Hancurkan mereka." suara dari belakang membuat Yun Xuan menoleh melihat dong Qui yang sangat marah, matanya menatap benci ke arah Yue Yin, seakan ingin membunuhnya saja.


Suruhan Dong Qui muncul, dan Yue Yin dapat merasakan kalau suruhan ini bukan orang biasa, tatapan nya jatuh pada Yun Xuan yang siap untuk menyerang suruhan Dong Qui.


"Jangan, biarkan aku" cegah Yue Yin pada Yun Xuan, Yue Yin takut sesuatu akan terjadi apabila Yun Xuan yang akan turun tangan, emosi Yun Xuan masih belum stabil.


Sekitar lima orang maju ke arah Yue Yin dan Yun Xuan, menyerang menggunakan kekuatan kultivasi yang mereka punya ke arah Yue Yin, hanya ke arah Yue Yin.


"Biarkan Yun Xuan menjadi milikku, aku akan membiarkan mu pergi hidup hidup, jika tidak-" ancaman Dong Qui tidak membuat Yue Yin tergerak, Dong Qui lebih rendah daripada Yue Yin, kenapa Yue Yin harus takut?


Merasa Dong Qui adalah benar, Dong Qui berani berbuat sombong karena Dong Qui yakin kalau Yue Yin akan mati, lima orang suruhan yang ia bawa sama seperti melawan kultivasi abadi. Dong Qui berpikir Yue Yin bukanlah kultivasi abadi, dan jauh di bawahnya.


"Nona ku jauh lebih darimu, dia adalah Tuhan Sejati" Haku mencemonoh Dong Qui, melihat wajah Dong Qui yang sok lugu sangat membuat Haku ingin merusak nya dengan semburan api miliknya.


Bahkan Yang Rongfu sangat malas melihat adegan di depan nya, ia sedari tadi duduk menghadap sisi yang lain "Kenapa tidak bisa secepat itu?"


"Lebih cepat lebih baik"


Tapi kenapa?


"Haku," ingin sekali Yang Jie bertanya tentang kehidupan Yue Yin sejauh ini, karena efek takut, Yang Jie memilih diam dan enggan bertanya.


"Aku tidak tau"


Melihat serangan yang dilayangkan kelima suruhan Dong Qui, Yue Yin tetap tenang tetapi tidak tenang dengan Yun Lizen dan Nyonya Cao.


"Lakukan sesuatu" Nyonya Cao melihat ke arah Yun Lizen berharap.


Yun Lizen menggeleng "Aku tidak ingin mencampuri urusan Nona Yin, lebih baik kita lihat saja"

__ADS_1


"Aku takut sesuatu akan terjadi" kekhawatiran Nyonya Cao sangat terlihat.


"Dia bukan anak kecil, bahkan dia jauh lebih di atas ku" ucap Yun Xichen kepada Nyonya Cao, fakta memang tetapi Nyonya Cao masih sangat takut.


Dalam diam Yue Yin memanggil pedang miliknya, pedang keindahan yang menjadi legenda di dunia, termasuk legenda di daerah selatan. Pedang dengan warna putih seputih salju, terlihat sangat tajam dan kokoh.


Pedang itu melesat membuat sebuah lingkaran ke arah suruhan Dong Qui, seperti tornado yang di buat Yun Xuan kepada dua suruhan Dong Lu Xing beberapa waktu lalu. Kelima suruhan Dong Qui sedikit panik melihat pedang itu memutar, serangan nya tadi terpantul entah kemana.


"Kalau tidak, aku akan membuat kalian terpisah dari tubuh kalian" Yue Yin berbalik menghadap keluarga Dong, sangat lembut hingga tidak ada yang menyadarinya.


Rambut putih yang seputih salju, dengan mahkota kecil yang indah bergambar naga dan permata ungu biru sebagai tengah nya, pakaian berwarna biru dengan sedikit kain tipis berwarna ungu yang berkibar karena angin. Sangat cantik, walaupun memakai topeng berwarna ungu emas, kecantikan nya masih bisa di rasakan.


"Kenapa memakai topeng? Kau takut wajahmu tidak sebaik wajah Dong Qui?" sindiran Nyonya Tua Rong terlihat sangat kejam, membuat Rong Lian dan Li Ran tertawa pelan.


Bukan Yue Yin jika ia tidak membalas "Akan lebih takut kalau Dong Qui tidak ada apa apanya dengan ku"


"Lancang!," Dong Zhao berteriak marah, ia berai bersikap tidak sopan pada Dong Qui "Kamu tau kalau Dong Qui adalah Tuan Putri?"


"Aku hanya mengenal dirinya seseorang penjilat kecil" Yue Yin mengenggam tangan nya, membuat kelima suruhan Dong Qui berteriak kesakitan, sangat sakit.


"KAMU!!" kali ini keluarga Dong yang di buat marah oleh Yue Yin, kemarahan nya terlihat sangat di depan mata keluarga Yun.


"Yue Yin, cepat minta maaf kepada Dong Qui, atau aku akan mengutuk mu" Rong Lian selalu menggunakan ancaman ini, karena ia diberi Sangat Budha jika ia bersumpah sumpah itu akan terjadi tidak lama setelahnya.


Berani beraninya Rong Lian menyumpahi Yue Yin yang status nya Tuhan Sejati? Apa yang ada di pikirkan nya?


Tidak ada ekspresi marah maupun sedih, hanya ekspresi datar tidak berminat "Kalian tidak lebih dari seorang iblis yang merangkap menjadi dewa"


Sejenak, Yue Yin memberhentikan perkataan nya, mengambil kembali pedang keindahan untuk berada di tangan nya "Sangat menjijikkan"

__ADS_1


__ADS_2