Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati

Reinkarnasi Dewa Dan Dewi Sejati
Tujuh Tahun Kemudian


__ADS_3

TUJUH TAHUN KEMUDIAN


Tidak terasa waktu begitu cepat berjalan, dan sekarang kedua remaja ini telah mencapai umur yang dewasa, kabar mengatakan kalau Yun Xuan dan Yun Mu telah menjadi kultivasi abadi.


Hanya terhitung tujuh tahun, mereka berdua telah mencapai masa yang menurut mereka adalah masa kejayaan. Dimana Yun Xuan selalu ingat perkataan Yue Yin yang akan menjemputnya, setiap malam Yun Xuan selalu menanti nanti Yue Yin.


Tapi tidak ada apa apa, dan bahkan keberadaan Yue Yin hilang seolah lenyap dan tidak akan pernah ada.


Keputus asaan Yun Xuan selalu terlihat beberapa waktu ini.


Rasa kehilangan yang amat sangat membuat hidup Yun Xuan hampa tidak terasa.


''Apa yang kakak pikirkan?'' Yun Mu duduk di samping Yun Xuan, mengambil cawan dan menuangkan sedikit arak pada cawan tersebut.


Yun Mu sekarang sangat berani menimum arak, padahal Yun Mu dulunya sangat membenci arak.


''Aku hanya mengingat tentang Yue Yin'' jawaban jujur dari Yun Xuan sangat tidak asing bagi Yun Mu.


Tangan Yun Mu yang tidak memegang cawan terangkat ke arah langit yang gelap ''Aku tau kakak merindukan nya, tapi tolong jangan merubah hidup kakak mejadi sangat mononton seperti ini''


Benar, sekeras apapun ia beruang kalau takdir sudah berjalan pasti akan terus bejalan.


''Setidaknya aku tau dimana dia berada sekarang?'' ingatan nya terus berputar saat dirinya berada di sekitar Yue Yin, rasa nyaman dan tenang kembali terasa. Pelukan hangat dan kecupan singkat itu masih sangat terasa.


Janji yang di katakan Yue Yin kenapa harus ia ingkari sendiri? Kata kata manis yang memuakkan.


''Akan aku bantu kakak mencarinya, sekarang lebih baik kita merayakan hari keberhasilan kita'' cawan yang sudah terisi di berikan kepada Yun Xuan.


Membiarkan kedua lelaki ini kehilangan kesadaran untuk hari ini, tidak ada kata seterusnya, mengingat kerja kerasa mereka berdua yang terbilang sangat keras.


''Baiklah, tapi besok kau harus belajar lagi. Ilmu pedang mu sangat buruk aku lihat''

__ADS_1


''Haish, aku bukan kakak yang bisa segalanya, aku hanya anak manis yang menunggu buah anggur datang setiap hari''


Candaan singkat sangat berpengaruh bagi mereka berdua, mau bagaimanapun mereka berdua membutuhkan sedikit hiburan bukan?


...****************...


Berbeda dengan mereka berdua, seorang perempuan yang diyakini orang yang sangat berarti bagi Yun Xuan tengah menatap keluarga Yang, tatapan mata yang lelah.


Aku lelah, putus asa.


Aku tidak bisa.


''Mereka terlihat sangat bahagia bukan? Tapi kenapa kakak sangat tidak bahagia?'' raut muka Yang Jie berubah, mengingat perlakuan Yin Jia beberapa hari ini.


''Aku mohon, aku harus menemui mereka'' nada lemas milik Yin Jia membuat Kaisar Yang sedikit prihatin, bagaimanapun menantunya ini sudah bekerja keras untuk kedua anaknya yang ada di dunia fana.


''Aku takut akan terjadi sesuatu pada kalian berdua''


Dan sialnya, Yang Yuan masih belum tersadar dari ingatan milih Yun Xuan.


Aku muak, aku telah lama menunggu waktu ini, aku mohon.


''Aku mengijinkan mu, tapi kamu harus tau apa yang akan kamu terima nantinya'' Kaisar Yang ingin sekali tidak membahas tentang hukuman yang ada di alam Dewa, tapi ia harus bersikap adil pada semuanya.


Mengingat bagaimana lika liku perjuangan Yin Jia selama ini ,membuat hati Kaisar menangis daam diam.


''Aku tau, hukuman petir tidak akan membuatku mati begitu saja'' perlu di ingat Yin Jia telah menerima banyak puluhan bahkan ribuan sambaran petir hanya untuk Yang Yuan seorang, apapun yang ia lakukan berhubung dengan Yang Yuan.


Tangan Permaisuri Bai menggenggam lengan Kaisar Yang, hatinya sedih mendengar perkataan Yin Jia, jauh lebih sedih.


''Tidak bisakah kamu menunggu sedikit lagi?''

__ADS_1


''Tidak, aku hanya ingin bersama Yang Yuan, aku takut kalau aku tidak bisa kembali dengan raga ini'' air mata Yin Jia menetes, sakit.


Tubuh ini hanya bisa bertahan untuk beberapa waktu kedepan, karena salah satu anggota dari tubuh naganya hilang entah kemana, bagian tanduk hilang.


Jika Yin Jia tidak menemui Hao sekarang, ia akan sangat takut kalau ia tidak bisa menemui Naga licik itu, naga yang sudah ia anggap sebagai keluarga nya.


''Hati hati'' hanya kata ini yang bisa Peraisuri katakan, selain itu lidah Permaisuri sangat kelu an bahkan tidak bisa ia gerakkan.


Mendapatkan sebuah restu dari kedua orang tua Yang Yuan, hati yang awalnya sedih kini berubah menjadi bahagia, tekad nya sudah bulat untuk membawa Yang Yuan kembali.


''Aku ingin ikut dengan kakak'' ucapan Yang Jie membuat tatapan kaisar beralih padanya, tatapan penuh tanda tanya.


''Tidak, ayah tidak memberi ijin'' penolakan keras dari Kaisar Yang terhadap Yang Jie.


Senyuman lembut Permaisuri Bai terlihat untuk menenangkan ''Lebih baik Yin Jia saja, kalian berdiam diri saja di sini''


''Tidak, aku ingin membantu kakak Yin untuk membawa pulang kakak pertama, aku tidak ingin kakak Yin berjuang sendirian, cukup penderitaan yang telah dirasakan oleh kak Yin. Aku tidak ingin kakak YIn merasakan nya lagi'' bahkan Yang Jie membela YIn Jia di hadapan kedua orang tua nya.


Memang benar, rasa sakit selalu dirasakan Yin Jia seorang, keluarga Yang tidak pernah mau tau bagaimana ika liku nya. Mementingkan anak anaknya, aku tau itu.


'Tapi bukankah aku adalah anak kalian juga?' sengingat kata kay ini Yin Jia selalu sedih dan menangis dalam diam.


Hati Permaisuri sedikit tertampar saat mendengar perkataan dari Yang Jie, dirinya tau kalau Yin Jia selalu mendapatkan rasa sedih selama ribuan tahun ini, tapi dirinya tidak ingin anaknya terluka karena dirinya lagi.


masa lalu membuat Permaisuri sedikit menaruh rasa tidak suka pada Yin Jia, bagaimanapun Yin Jia telah memisahkan dia dan anaknya.


"Aku tau kehadiran ku tidak di inginkan lagi karena masa lalu itu, aku hanya ingin melihat Yang Yuan terakhir kali dan aku akan pergi dari sini" Yin Jia bangkit dan memberi salam, melangkah keluar meninggalkan orang orang yang ada di ruangan dengan keegoisan yang mereka punya.


"Aku akan tetap membantu kakak, jika perlakuan ku ini bisa mendapatkan hukuman, aku akan menerima nya" tidak mau ambil pusing, Yang Jie langsung bergegas mengikuti langkah kaki Yin Jia.


"Kalian egois, seharusnya kalian mengetahui seberapa besar perjuangan kak Yin, menyelamatkan tiga alam dan menyelamatkan anak ibu, tapi ibu tidak bisa menghargai nya karena itu bertentangan. Bagaimana jika kejadian itu tidak dilakukan oleh kakak Yin, apa yang akan terjadi selanjutnya? Kehancuran, aku akan membantu mereka"

__ADS_1


Mereka berdua terdiam sesaat, melihat punggung anak anak nya yang kian menjauh tanpa memperdulikan kedua orang tuanya.


__ADS_2