
Kali ini benar benar berjalan dengan lancar tanpa kesalahan sekalipun, dan Hao sangat senang melebihi apapun.
''Kenapa hujan datang secara tiba tiba?'' Fu Huishen hampir tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya kali ini, perilaku Hao yang berubah tiba tiba dan awan yang berubah mejadi hitam.
Hao hanya tersenyum lucu, lihatlah tuan nya ini, terlihat lucu dibandingkan Yang Yuan dulu yang sangat dingin.
''Tuan, kondisi alam memang cepat berubah, mungkin sekarang ada seseorang dewa yang tengah menangis dan alam pun terbawa akan suasana dewa tersebut'' kode dari Hao untuk Fu Huishen agar paham dengan apa yang ia katakan.
Dewa, apa mungkin itu ''Yin Jia?''
Hao hampir jatuh dari langit mendengar kata Fu Huishen, bagaimana bisa Fu Huishen dapat menebak nya dengan mudah?
''Apa yang tuan tau dari Dewi Agung Yin'' mari kita lihat seberapa jauh Fu Huishen dapat mengenal Yue Yin lewat beberpa ingatan Fu Huishen.
Tidak banyak yang Fu Huishhen tau sebenarnya, tapi Fu Huishen ,mencari cari masa lalu tetang Dewi Yin Jia.
''Aku mencari cari di buku kuno milik keuarga ku dulu, dan guru ku yang menceritakan tentang Dewi Naga dan Dewa Perang. Mereka adalah sepasang kekasih, banyak yang mereka lalui di kehidupan mereka''
Lanjutkan, ingin sekali Hao menyuruh Fu Huishen untuk melanjutkan apa yang Fu Huishen katakan tapi Hao masih sayang dengan nyawa nya.
'Ada apa dengan kepalaku, kenapa sakit sekali' bibir merah pucat itu sedikit gemetar menahan sakit.
Kepala Fu Huishen sangat pusing melebihi apapun, bola mata Fu Huishen perlahan lahan tertutup, terbawa suasana akan kesakitan dan membuat Fu Huishen seakan akan tertidur sesaat.
Sedangkan di sisi Hao yang sedang panik dengan pemandangan yang di lihat pun hanya bisa berdoa.
Hao beralih mendekat ke arah kotak yang tertutup bebatuan, terlihat ada kotak besi yang dilapisi energi murni, sangat murni. Siapapun pasti tidak akan bisa membuka kotak itu kecuali orang itu adalah keturunan Dewa. Hanya Dewa murni dan pemilik yang bisa membuka atau mengambil dan memiliki Tombak Dewa Salju.
...****************...
Chianlu masih menunggu Fu Chenwu tersadar dari tidurnya, di dampingi oleh Shen Yu yang membagi tugas dengan Shen Yu. Atas dasar perintah dari Yun Lizen dan kakek Yun, mereka memang penjaga bayangan milik keluarga Yun.
Tidak banyak yang tau, karena keluarga Yun selalu bermain dengan rapi, bahkan tidak sembarang keluarga Yun dapat mengetahui info itu.
''Kapan Pangeran akan sadar? Sudah terhitung lima hari'' kegelisahan Chianlu sangat terlihat di bandingkan Shen Yu.
__ADS_1
''Tunggu sebentar lagi, aku tau kalau pangeran tidak selemah itu''
Percakapan itu hanya dapat di teruskan hingga sekarang, memang dari pihak Shen Yu yang tergolong irit bicara, seakan menolak Chianlu untuk berbicara.
Kamar Fu Chenwu dekat dengan kamar milik Yun Tian, hanya berjarak satu kamar dengan bawahan milik Yun Tian.
''Sshh'' ringisan kecil Fu Chenwu terdengar sangat lirih, hampir tidak terdengar. Untungnya bawahan yanga menjaga Fu Chenwu memiliki pendengaran yang sangat tajam.
Tergesa gesa, Chianlu langsung bangkit dari duduknya mendekati ranjang milik Fu Chenwu ''Tuan,apa yang Tuan rasakan''
''Sakit'' bagaikan di hantam oleh benda besar, kepala Fu Huishen terasa sangat berat, sangat berat.
Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa berada disini? Dimana kakak ketiga?
Mangkuk yang berada di meja samping yang di duduki Shen Yu langsung di sambar oleh Shen Yu untuk di bawa ke arah Fu Chenwu, melangkah penuh keyakinan dengan langkah besar.
''Pangeran, minum ini terlebih dahulu'' mangkuk itu di serahkan ke arah Fu Chenwu.
Perlahan lahan air mangkuk obat itu habis tidak tersisa, walaupun rasanya pahit, Fu Chenwu tetap meminumnya. Seakan ada yang kurang, Fu Chenwu menatap Chianlu bertanya ''Dimana kakak?''
''Pangeran sedang ada urusan, pangeran tetap di sini saja menunggu makan malam'' memilih menjauhkan aktivas Fu Huishen dari Fu Chenwu karena Shen Yu yakin kalau ada sesuatu yang harus diselesaikan.
'Aku juga ingin keluar' dalam hati Fu Chenwu sangat kesal, mengingat kondisi nya yang baru saja tersadar.
Baru tersadar? Sejak kapan?
''Aku tertidur berapa hari?'' tatapan mata Fu Chenwu beralih ke arah Shen Yu.
''Lima hari'' tanpa beban Shen Yu mengatakan singkat, padat dan jelas bahkan teramat jelas.
PLAAKK
Sebuah tamparan di lengan Shen Yu membuat Shen Yu sangat terkejut tapi raut wajah milik Shen Yu masih tetep datar bak lempengan es.
''Apa yang kamu katakan?'' Chianlu berbisik pelan ke arah Shen Yu, mendengar jawaban spontan milik Shen Yu membuat Chianlu bangkit lalu menampar Shen Yu.
__ADS_1
''Memangnya kenapa?''
''Kamu lupa sama perjanjian kita tadi?''
Perjanjian? Yang mana?
ONN FLASHBACK BEBERAPA WAKTU YANG LALU
''Jangan pernah katakan apapun tentang kejadian aneh ini, apalagi tentang hari tidak sadarnya pangeran'' Chianlu berujar sinis, lebih dari apapun itu jika menyangkut tentang kedua pangeran, ia akan bersikap tegas.
''Memangnya kenapa?'' tidak tau apa yang dimaksud Chianlu, Shen Yu tetap bertanya untuk mengorek informasi.
''Takutnya pangeran akan terkejut dan pingsan kembali, pangeran memiliki jantung yang lemah akibat racun yang bersarang di tubuh pangeran''
Fakta baru yang didapati Shen Yu ini sangat berharga, walaupun ini tergolong berita buruk tapi berita ini sangat berharga.
''Hanya itu?'' ingin sekali Shen Yu mencari lebih banyak informasi tentang kedua pangeran.
Kedua bahu Chianlu bergerak membuat tanda tidak tau ''Apa lagi yang kau inginkan? Aku takut kalau kau akan membongkar rahasia pangeran''
'Tidak salah lagi kalau banyak orang yang mengatakan Chianlu ini orang yang suka menuduh, berpikiran negatif, dan banyak bicara' Shen Yu meruntuki Chianlu di dalam hati.
OFF FLASHBACK BEBERAPA AKTU YANG LALU
Seaakan baru pertama kali mendapatkan ingatan, Shen Yu gelapan bukan main. Tugasnya di sini hanya menjaga kedua pangeran bukan untuk menyakiti mereka.
Tapi Fu Chenwu masih dalam keadaan yang sangat baik,tidak pingsan atau merasakan sakit.
''Pangeran, apa yang pangeran rasakan?''
''Aneh,aku tidak merasakan apapun kecuali rasa rindu'' benar benar aneh dan ajaib.
''rindu? Pangeran rindu dengan siap?''
''Aku tidak tau,hanya itu yang bisa aku rasakan'' apa yang terjadi pada diriku? Sebelumnya aku belum pernah merasakan rasa seperti ini.
__ADS_1
Tapi aku juga bahagia, rasa ini normal untuk ukuran manusia kan?
''Lebih baik pangeran bersih diri, aku akan menyiapkannya'' Chianlu menarik keluar Shen Yu tanpa persetujuan dari sang pemilik,membiarkan Fu Chenwu untuk merasakan kelegaan sesaat.