
"Tetap saja kamu bukan Tuanku!!" Hao menatap marah, penampilan Hao sekarang malah terlihat sangat lucu.
Bola mata yang melotot membesar seperti kucing, Hao tidak ada harga dirinya di mata orang ini.
"Kamu!!" perasaan kesal Yun Mu semakin menaik, menghadapi makhluk seperti Hao memang membutuhkan kesabaran yang tinggi.
Ekor Hao telah terbebas, Hao bergerak lincah menghindari Yun Mu yang siap mengejar nya "Aku tidak ingin mempunyai Tuan seperti mu!"
Hao dan Yun Mu bermain kejar kejaran di sekitar paviliun Yun Xuan, dengan Yun Mu yang sangat marah pada Hao yang selalu membantah semua perkataan yang dilayangkan Yun Mu pada Hao. Jika di ingat ingat rasa kesal Yun Mu lebih besar daripada rasa sakit Yun Mu, membuat Yun Mu selalu marah adalah rencana Hao.
Mau bagaimanapun Yun Mu lebih baik memiliki sifat pemarah, karena Hao yakin Yun Mu akan merubah sikap nya saat Yun Mu tau identitasnya yang asli.
Sedih.
Hao belum siap berpisah dengan mereka berdua, Hao tau kalau Hao akan kembali menghilang karena Yue Yin tidak mendapatkan tanduk naga milik nya.
"Kena kau!!" karena Hao melamun memikirkan Yue Yin, Hao tidak sempat menghindar saat ekor Hao di tangkap oleh tangan milik Yun Mu.
Melihat suasana hati Hao yang tiba tiba berubah, Yun Mu sangat merasa aneh, ada apa dengan nya? Kenapa dia tiba tiba menjadi pendiam? Apa yang salah?
"Hao? Apa yang salah?" Yun Mu menarik perlahan ekor Hao, menempatkan tubuh Hao yang melayang di depan muka Yun Mu, memutar mutar tubuh Hao berniat mencari luka yang tanpa sengaja ia pegang.
Hao tetap diam tidak merespon, seseorang memasuki pikiran nya dan berhasil membuat Hao hilang kesadaran dalam sesaat.
'Dimana ini?' Hao melihat hutan yang indah, dimana hutan ini adalah hutan yang sering Hao kunjungi bersama Haku.
Hutan Keindahan.
__ADS_1
"Hao" pandangan Hao mencari suara yang tiba tiba memasuki indra pendengaran Hao, hingga seekor hewan yang sangat dikenali Hao.
"Haku?" dilihat hewan itu adalah seperti dirinya, hanya saja perbedaan di warna kulit.
Tubuh Haku berbalik menghadap Hao, melihat Hao yang sedang kebingungan dengan tetapan tersenyum penuh, sedikit rasa sedih terpancar di kedua bola mata biru milik Haku "Apa yang harus kita lakukan?"
Mendapati pertanyaan secara mendadak yang dilayangkan Haku kepada Hao, Hao hanya bisa diam tidak mengerti. Hao mendekati Haku yang berdiam diri, terdiam nya Haku membuat perasaan Hao sangat tidak enak "Maksudmu?"
"Usaha Nona Yin sia sia" netra biru laut tidak berpindah tempat, melainkan menatap marah pada langit, bola mata itu bersinar membentuk cahaya kebencian.
Hal yang paling harus dihindari adalah kebencian Haku, jika Haku telah membenci seseorang maka orang itu harus binasa. Tidak peduli apa status orang itu, karena Haku dapat melakukan segalanya.
Rasa kebencian dan kesedihan ada dalam aura milik Haku dan Hao merasakan, kesedihan Haku dapat dikalahkan oleh rasa kebencian Haku, sesuatu pasti telah terjadi pada Yin Jia, Haku paling benci orang jahat pada Yin Jia.
"Tenangkan dirimu, katakan pada ku secara perlahan" energi ketenangan yang Haku rasakan adalah energi milik Hao, Hao dapat menyalurkan energi yang orang tidak punya.
Hancur, saat Haku dan Hao melihat Tuan mereka mengorbankan dirinya untuk ketiga alam, lebih hancur lagi saat melihat orang yang dibantu malah menyalahkan keputusan Yin Jia.
Tidak ada gunanya mereka berdua, mereka tidak bisa menemani Yin Jia.
Mereka gagal menjadi harapan Yin Jia.
Mereka berdua gagal menjadi partner setia yang Yin Jia harapkan.
Mereka berdua gagal segagal gagalnya.
Haku tau kalau berita ini terbilang sangat cepat, melihat Hao yang sangat dekat pada Yang Yuan dan Yang Lu Shou pasti tidak akan rela melepaskan nya lagi, mengingat perkataan Yin Jia membuat Haku merintigkan air mata.
__ADS_1
"Aku ingin membebaskan kalian berdua, jaga Hao seperti kamu menjaga ku" perkataan yang selalu membuat Haku merasa sangat malu, malu untuk menampakkan diri pada Yin Jia.
"Kamu bohong" Hao tidak terima, mengingat perjuangan yang dilakukan Yin Jia mati matian, bahkan Yin Jia tidak memperdulikan kesehatan nya hanya untuk Yang Yuan.
Respon ini sama seperti Haku pertama kali mendengar berita ini, Haku tau kalau Hao akan menyangkal "Tidak, aku mendengar sendiri bahkan Nona Yin rela mendapatkan hukuman petirnya hanya untuk Yang Yuan"
Hukuman petir.
Hukuman yang selalu Yin Jia dapatkan, hukuman yang selalu Yin Jia Terima dengan lapang dada, bahkan Yin Jia pernah sekarat karena hukuman petir alam dewa, Yin Jia diperlakukan sangat tidak adil.
Hao benci alam dewa.
Aku sangat membencinya.
"Aku akan mempercepat ini" Hao tau perkataannya bodoh, tapi Hao tidak rela Yin Jia meninggalkan nya lagi, Hao lebih memilih Hao saja yang meninggalkan Yin Jia, Hao tidak akan sanggup mendengarnya.
"Jangan, biarkan Nona Yin memiliki waktu bersama Dewa Yang, Nona Yin hanya ingin melihat Dewa Yang bahagia karena Nona Yin memiliki janji pada Dewa Yang" janji yang akan terus menjadi janji.
"Tidak bisa, jika kita membiarkan itu terjadi, tubuh Nona Yin akan semakin lemah dan menghilang, Nona Yin akan melakukan reinkarnasi lagi" kegilaan Hao semakin terlihat saat mengatakan kata lagi, kata yang sangat tabu bagi mereka berdua.
Kehilangan lagi, pengorbanan lagi, menghilang lagi, tunggu lagi, sebentar lagi.
Kata yang selalu mengarahkan pada Yin Jia, kata paling Yin Jia benci selama hidupnya.
"Aku tau, kita hanya bisa membantu Nona Yin, kali ini biar kita yang turun tangan" Haku gila, Yin Jia akan marah besar jika Yin Jia tau rencana mereka berdua.
"Caranya?" pandangan Haku dan Hao bertemu, netra biru laut dan ungu bersinar terang, selintas cahaya kuning terlihat sangat indah mengelilingi netra mereka berdua.
__ADS_1
Sudut pandang dapat dilihat dari segala sisi, jika orang itu melihat dalam satu sisi saja pasti ada yang kurang dan orang itu harus mencari satu sisi lagi untuk membuktikan semua yang dilihat dari sudut pandang sebelum nya. Sama saja dengan pikiran yang selalu muncul di dalam otak, entah itu pikiran yang jahat ataupun baik, mengevaluasi ulang adalah hal yang paling harus dilakukan.